Buleleng, Laksara.id – Setelah vakum sejak 1987, tradisi Maulid Agung Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan Syukuran Warga Kampung Gelar Klatkat kembali digelar di Desa Celukanbawang, Kecamatan Gerokgak, Sabtu (10/10/2026). Kembalinya kegiatan ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk merawat warisan tradisi sekaligus mempererat tali silaturahmi.
Peringatan yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola Banjar Dinas Celukanbawang tersebut dihadiri Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna bersama Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Ketut Ngurah Arya serta masyarakat Kampung Gelar Klatkat se-Desa Celukanbawang.
Kembali terselenggaranya kegiatan ini membawa makna tersendiri bagi masyarakat setempat. Setelah puluhan tahun tidak digelar, peringatan Maulid Agung dan syukuran tersebut kembali menjadi ruang berkumpul bagi warga untuk memperkuat kebersamaan serta menjaga tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Kehadiran Wabup Supriatna menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Buleleng terhadap kegiatan keagamaan dan pelestarian tradisi masyarakat. Tradisi lokal dinilai memiliki peran penting dalam menjaga ikatan sosial, mempererat hubungan antarwarga, serta memelihara nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
Momentum ini juga menjadi pengingat bahwa keberlanjutan tradisi membutuhkan keterlibatan masyarakat lintas generasi. Dengan kembali digelarnya kegiatan tersebut, warga memiliki kesempatan untuk mengenalkan nilai-nilai tradisi kepada generasi muda agar tidak terputus oleh perubahan zaman.
Kembalinya Maulid Agung dan Syukuran Gelar Klatkat di Celukanbawang diharapkan menjadi awal bagi keberlanjutan kegiatan serupa pada tahun-tahun mendatang. Lebih dari sekadar perayaan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kerukunan, memperkuat persaudaraan, dan merawat kekayaan sosial budaya Kabupaten Buleleng. (LA-IN)
