Minggu, Oktober 11, 2026
BerandaGianyarTumpek Wayang di Pura Er Jeruk, Koster Ingatkan Sad Kerthi sebagai Pedoman...

Tumpek Wayang di Pura Er Jeruk, Koster Ingatkan Sad Kerthi sebagai Pedoman Menjaga Bali

Gianyar, Laksara.id – Perayaan Tumpek Wayang tidak hanya menjadi momentum untuk menghaturkan sembah bhakti, tetapi juga mengingatkan masyarakat Bali pada warisan leluhur tentang pentingnya menjaga keseimbangan kehidupan. Pesan tersebut disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster saat melaksanakan persembahyangan di Pura Dang Kahyangan Er Jeruk, Kabupaten Gianyar, Sabtu (10/10/2026).

Persembahyangan dalam rangka Rahina Suci Tumpek Wayang tersebut diikuti Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Bupati Klungkung I Made Satria, Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun, perwakilan Pemerintah Kota Denpasar, serta kepala organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali.

Dalam sambutannya, Koster mengajak masyarakat untuk kembali memahami ajaran leluhur, khususnya nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Bali. Ajaran tersebut mencakup enam upaya penyucian dan pemuliaan, yakni Atma Kerthi, Segara Kerthi, Danu Kerthi, Wana Kerthi, Jana Kerthi, dan Jagat Kerthi.

Menurut Koster, Sad Kerthi merupakan pedoman kehidupan yang mengajarkan manusia untuk menjaga seluruh unsur alam dan kehidupan. Kelestarian tumbuh-tumbuhan, laut, sumber air, manusia, hingga alam semesta memiliki keterkaitan yang tidak dapat dipisahkan.

Ia mencontohkan, kehidupan manusia bergantung pada tumbuh-tumbuhan yang menghasilkan oksigen, laut yang berperan dalam siklus air, serta sumber air yang dibutuhkan untuk kebutuhan sehari-hari dan pertanian. Karena itu, menjaga alam bukan sekadar pilihan, melainkan bagian penting untuk menjamin keberlangsungan kehidupan.

Koster menyebut nilai-nilai Sad Kerthi sebagai warisan leluhur yang menjadi landasan dalam menjalankan visi pembangunan Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Ia menegaskan, pembangunan harus dilakukan secara tertib dan disiplin agar tidak hanya menghasilkan kemajuan, tetapi juga menjaga kualitas alam, manusia, dan kebudayaan Bali.

“Bukan hanya sekadar hidup, tetapi hidup dengan tatanan. Tatanan itu untuk membangun peradaban kehidupan sehingga alam, manusia, dan budayanya dapat bertahan secara berkualitas dan berkelanjutan,” ujar Koster.

Ia juga menekankan pentingnya melestarikan perayaan Rahina Tumpek dan mengenalkan nilai-nilai Sad Kerthi kepada generasi muda melalui lingkungan pendidikan. Upaya tersebut dinilai menjadi modal penting dalam membentuk karakter generasi penerus yang memahami akar budaya serta tanggung jawab menjaga masa depan Bali.

Menurutnya, Bali memiliki tatanan kehidupan yang diwariskan para orang suci, seperti Rsi, Mpu, dan Dang Hyang, melalui ajaran, upakara, serta keberadaan tempat-tempat suci. Warisan tersebut perlu dihormati dengan menjaga perilaku dan memastikan pembangunan berlangsung secara tertib serta konsisten.

Dalam mewujudkan ekosistem kehidupan yang sehat, bersih, dan berkualitas, Koster turut menyoroti pentingnya pelaksanaan kebijakan lingkungan, mulai dari pengelolaan sampah berbasis sumber, pembatasan plastik sekali pakai, penggunaan energi bersih, transportasi ramah lingkungan, hingga pengembangan pertanian organik.

Ia juga menyampaikan kesepakatan bersama sejumlah kepala daerah untuk menetapkan enam kawasan rendah emisi di Bali. Kawasan tersebut meliputi Ubud di Kabupaten Gianyar, Kepulauan Nusa Penida di Kabupaten Klungkung, Nusa Dua dan Kuta di Kabupaten Badung, serta Sanur dan Kawasan Cagar Budaya Gajah Mada di Kota Denpasar.

Penetapan kawasan rendah emisi tersebut diarahkan untuk menjaga keseimbangan lingkungan di kawasan yang menjadi pusat aktivitas masyarakat dan pariwisata. Dengan demikian, aktivitas pembangunan dan pariwisata diharapkan dapat berjalan selaras dengan upaya menjaga ekosistem.

Melalui perayaan Tumpek Wayang, Koster mengingatkan bahwa pelestarian tradisi tidak cukup dilakukan melalui ritual, tetapi perlu diwujudkan dalam tindakan nyata. Nilai Sad Kerthi diharapkan terus menjadi pedoman bersama untuk menjaga alam, memperkuat budaya, dan mewariskan Bali yang berkualitas kepada generasi mendatang. (LA-IN)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments