Sabtu, Oktober 17, 2026
BerandaDenpasarTerjebak Antrean hingga Turun dari Mobil, Koster Kawal Distribusi BBM di Bali...

Terjebak Antrean hingga Turun dari Mobil, Koster Kawal Distribusi BBM di Bali sampai Dini Hari

Denpasar, Laksara.id – Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU Bali membuat Gubernur Wayan Koster turun langsung memantau distribusi bahan bakar minyak (BBM) hingga dini hari. Bahkan, dalam perjalanan menuju Depo BBM Pesanggaran, Kamis (15/10/2026) malam, Koster sempat terjebak kemacetan akibat antrean kendaraan di kawasan Jalan Sesetan hingga memilih melanjutkan perjalanan dengan menumpang kendaraan warga.

Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan antrean BBM yang mengganggu aktivitas masyarakat, terutama di wilayah Denpasar dan Badung. Koster bersama Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, dan jajaran terkait meninjau sejumlah SPBU sekaligus mendengarkan langsung keluhan warga.

Sebelum melakukan peninjauan, Koster mendatangi Depo BBM Pesanggaran sekitar pukul 22.00 WITA untuk mengevaluasi perkembangan distribusi bersama Pertamina. Pembahasan berfokus pada kendala operasional, kelancaran penyaluran BBM dari depo ke SPBU, serta langkah yang perlu segera dilakukan untuk mengurai antrean.

Koster menegaskan, berdasarkan informasi Pertamina, stok BBM masih mencukupi sehingga percepatan distribusi dan peningkatan pelayanan harus menjadi prioritas. Ia meminta penyaluran BBM dioptimalkan, termasuk melalui penambahan armada angkutan dan pelayanan selama 24 jam.

“Jika stok masih aman, berarti problem saat ini adalah pelayanan pengisian. Penyaluran menggunakan jeriken bagus itu, cepat mengurai antrean karena langsung menyasar konsumen. Tapi kalau jam segini sudah stop, seharusnya sama dilakukan 24 jam juga. Jumlahnya ditambah, siapkan angkutan khusus untuk distribusi, khususnya wilayah prioritas Denpasar dan Badung,” tegasnya.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Pertamina Patra Niaga menyampaikan rencana penambahan sedikitnya 20 kendaraan distribusi mulai Jumat (16/10), di luar 115 kendaraan yang telah beroperasi. Pertamina juga menyiapkan 3.000 jeriken untuk mendukung percepatan penyaluran BBM dengan tetap memperhatikan ketentuan keselamatan dan operasional.

“Kalau bisa mulai malam ini, jangan besok. Semakin cepat semakin baik,” pinta Koster.

Usai pertemuan di depo, rombongan bergerak meninjau sejumlah SPBU. Di SPBU jalur Bypass Ngurah Rai, Pemogan, Koster menyapa warga yang mengantre, berdialog dengan petugas, serta berkoordinasi dengan aparat TNI yang membantu pengaturan pelayanan.

Pemilik SPBU, Wayan Ekayana, menyampaikan usulan penggunaan kartu atau kupon BBM untuk mengatur pembelian. Mekanisme tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian alokasi BBM kepada konsumen sekaligus mempercepat pengisian dan mengurangi antrean yang mengganggu arus lalu lintas.

Sekitar pukul 00.30 WITA, rombongan melanjutkan peninjauan ke SPBU lain di kawasan Pemogan. Pengawas SPBU, Wayan Adi Guna, menjelaskan bahwa pelayanan telah berlangsung selama 24 jam dengan pembagian petugas dalam tiga sif.

Ia juga menyampaikan adanya peningkatan pasokan BBM. Pengiriman Pertalite dan Pertamax yang dalam kondisi normal masing-masing sebanyak 8 kiloliter meningkat menjadi total sekitar 30 kiloliter untuk kedua jenis BBM tersebut.

Peninjauan berlanjut ke SPBU kawasan Hayam Wuruk. Di lokasi ini, Koster menerima keluhan masyarakat mengenai dugaan penjualan BBM eceran dengan harga tidak wajar oleh oknum yang memanfaatkan situasi antrean.

“Tindak saja dengan tegas oknum-oknum seperti itu, Pak Gubernur. Mohon bantuannya kepada aparat yang terkait,” ujar salah seorang warga.

Warga juga mengeluhkan kurangnya informasi mengenai jam operasional SPBU. Sejumlah pengendara mengaku telah mengantre cukup lama, tetapi tidak memperoleh BBM karena SPBU berhenti beroperasi tanpa pemberitahuan sebelumnya. Masukan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kepastian pelayanan.

Sekitar pukul 01.30 WITA, Koster melanjutkan peninjauan ke SPBU Renon. Selain mendengarkan keluhan masyarakat yang masih mengantre, ia menerima laporan mengenai kesulitan memperoleh BBM jenis solar.

Dalam dialog tersebut, Koster meminta masyarakat tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Menurutnya, pembelian berlebihan akibat kekhawatiran kehabisan stok justru berpotensi memperpanjang antrean dan menyulitkan warga yang benar-benar membutuhkan BBM.

“Kalau panik membeli, seberapa pun disuplai akan terus terasa kekurangan. Normalnya beli dua atau tiga hari sekali, sekarang tiap kurang sedikit langsung beli. Kan menambah antrean jadinya, yang benar-benar membutuhkan ikut kena imbas. Saya jamin ketersediaan stok aman, sesuai informasi dari pihak Pertamina,” tegasnya.

Sekitar pukul 02.00 WITA, Koster dan rombongan kembali menuju Depo BBM Pesanggaran untuk melanjutkan evaluasi bersama Pertamina. Berbagai temuan di lapangan, mulai dari kebutuhan penambahan armada, optimalisasi jam pelayanan, hingga keluhan masyarakat, menjadi bahan pembahasan untuk menentukan tindak lanjut.

Koster mendorong Pertamina segera mempercepat distribusi dan memastikan pelayanan SPBU berjalan optimal, termasuk melalui pengoperasian 24 jam. Sementara itu, masyarakat diimbau membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi yang sedang dipercepat dapat memenuhi kebutuhan secara lebih merata dan antrean berangsur terurai. (LA-IN)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments