Jumat, Oktober 16, 2026
BerandaDenpasarAntrean BBM di Bali Disorot, Pertamina Tambah Armada Tangki dan Siapkan SPBU...

Antrean BBM di Bali Disorot, Pertamina Tambah Armada Tangki dan Siapkan SPBU 24 Jam

Denpasar, Laksara.id – Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Bali mendorong Pemerintah Provinsi Bali dan PT Pertamina (Persero) mempercepat pemulihan distribusi bahan bakar minyak (BBM). Sebanyak 92 SPBU di Denpasar dan Badung menjadi prioritas penanganan, sementara pasokan Pertalite dan Pertamax dipastikan mencukupi kebutuhan hingga dua pekan ke depan.

Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan hal tersebut saat menggelar rapat terbatas bersama Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri dan jajaran terkait di Depot BBM PT Pertamina Patra Niaga, Pesanggaran, Denpasar, Selasa (13/10/2026). Seusai rapat, rombongan meninjau fasilitas sandar dan bongkar muat kapal tanker BBM di Pelabuhan Benoa.

Koster menegaskan, ketersediaan pasokan harus diikuti distribusi yang lancar hingga ke SPBU. Menurutnya, masyarakat tidak seharusnya harus mengantre lama untuk memperoleh BBM, terlebih kebutuhan energi berkaitan langsung dengan aktivitas harian, transportasi, usaha, dan pariwisata Bali.

“Yang pertama ingin saya pastikan, ketersediaan BBM Pertalite dan Pertamax itu ada sampai dua minggu ke depan. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir. Pasokan tersedia dan akan terus datang secara bertahap,” tegasnya.

Berdasarkan laporan Pertamina, kapal tanker pembawa BBM telah tiba di Terminal BBM Manggis dan Pesanggaran pada Selasa (13/10). Pasokan Pertalite yang tiba mencapai 19,2 juta liter, diperkirakan mencukupi kebutuhan selama enam hingga tujuh hari. Sementara itu, tambahan Pertamax sebanyak 3 juta liter diperkirakan memenuhi kebutuhan sekitar tiga hari.

Pasokan berikutnya dijadwalkan tiba pada 15, 16, dan 17 Oktober 2026, dengan tambahan Pertalite sebanyak 25 juta liter. Pasokan Pertamax juga akan diperkuat melalui kedatangan kapal berikutnya.

Untuk mempercepat distribusi, Pertamina memprioritaskan 92 SPBU yang terdiri atas 54 SPBU di Denpasar dan 38 SPBU di Badung. SPBU di kedua wilayah tersebut disiapkan beroperasi selama 24 jam secara bertahap, menyesuaikan kesiapan tenaga kerja dan sarana pendukung.

Optimalisasi operasional juga dilakukan di fasilitas penyimpanan dan distribusi BBM Manggis serta Pesanggaran agar dapat beroperasi selama 24 jam. Langkah ini ditujukan untuk memperlancar penyaluran BBM dari terminal menuju SPBU.

Pertamina turut menambah armada mobil tangki dari sekitar 90 unit menjadi 105 unit. Penambahan 15 armada tersebut diharapkan meningkatkan kapasitas dan frekuensi pengiriman, khususnya ke wilayah yang mengalami antrean panjang.

Koster juga mengoordinasikan dukungan Polda Bali untuk mengawal mobil tangki menuju SPBU. Pengawalan diharapkan membantu memperlancar perjalanan armada dan mempercepat penyaluran pasokan ke lokasi yang membutuhkan.

“Ini bukan hanya urusan Pertamina atau satu instansi saja. Ini urusan kita bersama. Kalau kita saling melempar tanggung jawab, masyarakat yang akan kesulitan. Karena itu, kita selesaikan bersama-sama dan kita tuntaskan demi kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Simon Aloysius Mantiri menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Bali atas ketidaknyamanan akibat antrean panjang. Ia menjelaskan, salah satu kendala distribusi terjadi akibat gangguan proses bongkar muat kapal tanker yang berkaitan dengan persoalan jangkar kapal.

Gangguan tersebut menyebabkan jadwal bongkar muat yang semula direncanakan sekitar pukul 06.30 tertunda hingga sekitar pukul 22.00. Kondisi ini berdampak pada jadwal penerimaan dan penyaluran pasokan BBM.

Simon menegaskan, Pertamina terus melakukan langkah penanganan melalui penguatan pasokan, percepatan pengiriman, penambahan armada dan tenaga operator, serta optimalisasi jam pelayanan SPBU.

Selain Denpasar dan Badung, Pertamina merencanakan penerapan operasional SPBU selama 24 jam di Tabanan dan Gianyar dalam satu hingga dua hari berikutnya. Pelaksanaannya akan menyesuaikan kesiapan operasional dan kebutuhan di masing-masing wilayah.

Pertamina juga akan memantau kondisi distribusi dan perkembangan antrean sebagai dasar evaluasi efektivitas langkah penanganan. Pengembalian jam operasional SPBU ke kondisi normal akan mempertimbangkan kestabilan distribusi di lapangan.

Koster mengimbau masyarakat tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Ia juga meminta warga menghindari pengisian secara bersamaan apabila belum mendesak agar penumpukan kendaraan tidak semakin memperpanjang antrean.

Pemerintah Provinsi Bali bersama Pertamina dan instansi terkait akan terus memantau pelaksanaan langkah percepatan tersebut. Pemerintah berharap perbaikan pasokan, distribusi, dan pelayanan dapat segera dirasakan masyarakat sehingga antrean berangsur terurai dan pelayanan BBM kembali normal. (LA-IN)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments