Singaraja, Laksara.id – Menjadi generasi muda di tengah derasnya perkembangan teknologi tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan akademik. Karakter, integritas, kepedulian sosial, serta wawasan kebangsaan juga menjadi bekal penting agar mahasiswa mampu mengambil peran dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Buleleng, Drs. Nyoman Widiartha, saat membuka Sosialisasi Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan Kabupaten Buleleng di Kampus STIE Satya Dharma Singaraja, Kamis (24/9).
Mengangkat tema “Penguatan Wawasan Kebangsaan untuk Indonesia Maju”, kegiatan tersebut diikuti mahasiswa STIE Satya Dharma Singaraja.
Dalam sambutannya, Widiartha menilai mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai generasi penerus sekaligus bagian dari kekuatan perubahan bangsa. Karena itu, wawasan kebangsaan tidak cukup dipahami sebagai pengetahuan mengenai Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurutnya, nilai-nilai tersebut perlu tercermin dalam cara berpikir, bersikap, dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari.
“Ketika kita menghargai perbedaan, menolak intoleransi dan diskriminasi, menggunakan media sosial secara bijak, serta menjaga persatuan di tengah perbedaan, itulah implementasi wawasan kebangsaan,” ujarnya.
Pesan tersebut dinilai semakin penting di tengah perkembangan teknologi digital dan arus informasi yang semakin cepat. Mahasiswa diingatkan untuk memiliki kemampuan memilah serta memverifikasi informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.
Teknologi, termasuk media sosial dan kecerdasan buatan, menurut Widiartha, semestinya tidak hanya digunakan untuk kepentingan pribadi. Teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar, berkreasi, membangun jejaring, hingga membantu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan di masyarakat.
“Gunakan teknologi untuk belajar, gunakan media sosial untuk membangun jejaring dan kreativitas, gunakan ilmu pengetahuan untuk menyelesaikan persoalan masyarakat, dan gunakan kemampuan yang dimiliki untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” pesannya.
Widiartha juga menyoroti keberagaman masyarakat Buleleng yang menurutnya merupakan modal sosial yang perlu terus dirawat. Perbedaan agama, budaya, adat, tradisi maupun latar belakang masyarakat diharapkan dapat menjadi kekuatan untuk menciptakan daerah yang aman, damai, produktif dan sejahtera.
Ia menegaskan, nasionalisme generasi muda tidak hanya ditunjukkan melalui simbol-simbol kebangsaan, tetapi juga melalui kontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Menutup sambutannya, Widiartha mengajak mahasiswa menjadikan wawasan kebangsaan sebagai nilai yang hidup dalam pikiran, perkataan dan tindakan sehari-hari.
Dengan kompetensi, integritas, kemampuan beradaptasi dan semangat inovasi, generasi muda Buleleng diharapkan mampu mengambil peran dalam mewujudkan Indonesia Maju.
“ Mari kita kuatkan wawasan kebangsaan, kita rawat persatuan, dan kita bangun Indonesia melalui karya nyata,” pungkasnya.
Sosialisasi tersebut juga menghadirkan empat narasumber dengan materi yang berkaitan dengan empat pilar wawasan kebangsaan.
I Wayan Ngara, S.Pd., M.Pd., Guru SMKN 1 Singaraja, membawakan materi Pancasila. Selanjutnya, Ni Putu Rahayu, S.Pd., Guru SMAN 1 Singaraja, menyampaikan materi Undang-Undang Dasar 1945.
Materi Bhinneka Tunggal Ika disampaikan I Putu Ari Sudiada, S.Pd., M.Pd., Dosen STKIP Singaraja. Sementara materi Negara Kesatuan Republik Indonesia disampaikan I Made Riyan Cahyadi, S.Pd., Guru SMAN 3 Singaraja. (LA-IN)
