Buleleng, Laksara.id – Olahraga dancesport memiliki karakter berbeda karena memadukan kemampuan olahraga dengan unsur seni tari. Potensi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI) Kabupaten Buleleng yang digelar di Soenda Ketjil, Rabu (23/9/2026).
Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna turut hadir dalam Muskab yang menjadi momentum evaluasi perjalanan organisasi sekaligus penyusunan program strategis IODI Buleleng untuk periode kepengurusan berikutnya.
Muskab tersebut juga dihadiri jajaran pengurus IODI Kabupaten Buleleng, Pengurus Besar (PB) IODI, serta Pengurus Provinsi (Pengprov) IODI Provinsi Bali. Kehadiran pengurus dari tingkat pusat dan provinsi menjadi bagian dari dukungan terhadap penguatan organisasi dancesport di Buleleng.
Supriatna yang juga menjabat Ketua Umum KONI Buleleng mengatakan, Muskab merupakan bagian dari proses organisasi yang perlu dilaksanakan sesuai ketentuan. Kepengurusan IODI Buleleng sebelumnya telah menjalankan masa tugas selama empat tahun, sejak 2022 hingga 2026.
Menurut Supriatna, dancesport memiliki karakteristik unik karena menggabungkan unsur olahraga dengan seni tari. Perpaduan tersebut menjadi daya tarik sekaligus membuka peluang pengembangan dancesport agar semakin dikenal dan diminati masyarakat, khususnya generasi muda di Buleleng.
Selain penguatan organisasi, peningkatan prestasi atlet juga menjadi bagian penting dalam perjalanan IODI Buleleng. Berbagai capaian yang telah diraih atlet menjadi modal untuk terus mengembangkan pembinaan dan meningkatkan kemampuan menghadapi berbagai kompetisi.
Supriatna menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pengurus, pelatih, atlet, serta pihak-pihak yang selama ini berkontribusi dalam perkembangan IODI Buleleng.
Ia berharap proses organisasi yang berlangsung melalui Muskab dapat menjadi pijakan untuk menyusun program yang semakin terarah, sekaligus memperkuat pembinaan atlet dancesport Buleleng agar mampu terus berprestasi di berbagai ajang olahraga. (LA-IN)
