Minggu, Agustus 2, 2026
BerandaDenpasarRahina Tumpek Krulut, Gubernur Koster Traktir 10 Ribu Cup Kopi Gratis di...

Rahina Tumpek Krulut, Gubernur Koster Traktir 10 Ribu Cup Kopi Gratis di Jenar Kopi, Dorong Kecintaan terhadap UMKM Lokal

Denpasar, LAKSARA.ID – Gubernur Bali Wayan Koster kembali memanfaatkan momentum Rahina Tumpek Krulut atau Hari Kasih Sayang Bali dengan menggelar aksi berbagi kopi dan kuliner gratis kepada masyarakat. Salah satu titik pelaksanaan berlangsung di Jenar Kopi Kaliasem, Jalan Kaliasem No. II A, Dangin Puri, Denpasar, Sabtu (1/8/2026), yang dipadati ribuan warga sejak pagi.

Di kedai kopi yang menjadi salah satu ruang berkumpul anak muda tersebut, sekitar 10.000 cup minuman, baik kopi maupun non-kopi, disiapkan secara cuma-cuma. Selain itu, pengunjung juga mendapatkan donat dan roti manis gratis sebagai bagian dari rangkaian peringatan Tumpek Krulut.

Program tersebut merupakan bagian dari gerakan serentak di 15 UMKM kuliner dan kedai kopi lokal yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Bali. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Bali ingin memperkuat kecintaan masyarakat terhadap produk lokal sekaligus menggerakkan perekonomian pelaku usaha mikro.

Gubernur Koster mengatakan, Tumpek Krulut bukan sekadar tradisi, melainkan hari yang mengajarkan nilai cinta kasih, kepedulian, dan kebersamaan yang diwariskan leluhur Bali.

“Rahina Tumpek Krulut adalah Hari Tresna Asih atau Hari Kasih Sayang menurut dresta Bali. Momentum ini mengajak kita untuk saling berbagi dan menumbuhkan rasa cinta kasih kepada sesama,” ujarnya.

Menurut Koster, pelaksanaan program traktir kopi dan kuliner gratis tahun ini diperluas. Jika sebelumnya hanya berlangsung di beberapa lokasi, kini dilaksanakan serentak di 15 titik UMKM sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelaku usaha lokal.

“Kegiatan ini adalah bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap kuliner lokal Bali sekaligus memperkuat keberlangsungan UMKM,” katanya.

Ia juga membuka peluang agar jumlah UMKM yang dilibatkan dapat terus bertambah pada peringatan Tumpek Krulut berikutnya setelah dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan tahun ini.

Dalam kesempatan tersebut, Koster kembali mengingatkan makna filosofis Tumpek Krulut sebagai bagian dari implementasi Jana Kerthi, salah satu unsur dalam konsep Sad Kerthi yang menjadi landasan pembangunan Bali.

“Kita harus bersyukur diwarisi kearifan lokal berupa Sad Kerthi. Ada Atma Kerthi, Segara Kerthi, Danu Kerthi, Wana Kerthi, Jana Kerthi, dan Jagat Kerthi. Tumpek Krulut merupakan bagian dari Jana Kerthi, yaitu memuliakan manusia melalui cinta kasih, kasih sayang, dan kepedulian terhadap sesama,” jelasnya.

Menjawab pertanyaan mengenai pembiayaan program tersebut, Koster memastikan seluruh pelaksanaannya telah disusun sesuai ketentuan yang berlaku.

“Sesuai aturan,” katanya singkat.

Ia menambahkan, kegiatan berbagi melalui momentum Tumpek Krulut menjadi cara efektif untuk menyapa masyarakat di seluruh Bali di tengah padatnya agenda pemerintahan.

“Pada intinya saya ingin menyapa masyarakat Bali di semua wilayah. Karena jadwal sangat padat, tidak mungkin hadir satu per satu ke semua kabupaten. Maka saya memilih cara seperti ini. Respons masyarakat ternyata sangat bagus,” ujarnya.

Koster berharap peringatan Tumpek Krulut semakin memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai luhur budaya Bali.

“Paling tidak sekarang masyarakat semakin mendapat pemahaman bahwa kita memiliki hari yang sangat mulia dan harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Selain menghadirkan program kopi dan kuliner gratis, rangkaian peringatan Tumpek Krulut tahun ini juga diisi dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis di berbagai daerah. Menurut Koster, menjaga kesehatan merupakan bentuk kasih sayang terhadap diri sendiri yang harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap sesama.

“Menyayangi diri sendiri dan menyayangi sesama harus dilakukan bersama-sama,” tegasnya, seusai menyambangi Lokasi Kopi Jenar dan berswafoto bersama sejumlah anak muda.

Ia juga mengajak masyarakat menjadikan Tumpek Krulut sebagai momentum memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan menjauhi segala bentuk kekerasan.

Banyak Generasi Muda Mulai Rayakan Hari Kasih Sayang Bali

Sementara itu, Pengelola Jenar Kopi, Anggi, mengaku antusias menyambut program tersebut. Ia mengatakan, peringatan Tumpek Krulut dengan konsep berbagi kopi menjadi pengalaman baru yang membawa dampak positif bagi pelaku usaha.

“Baru tahun lalu saya mengetahui bahwa Tumpek Krulut merupakan Hari Kasih Sayang. Kami senang karena akhirnya banyak anak-anak muda bisa merayakannya dengan cara sederhana, yaitu minum kopi dan berkumpul bersama,” ujarnya.

Menurut Anggi, keterlibatan Jenar Kopi dalam program Pemerintah Provinsi Bali memberikan manfaat nyata dengan menghadirkan pelanggan baru yang sebelumnya belum pernah berkunjung.

“Harapan kami, setelah dilirik dan dipercaya pemerintah, semakin banyak generasi muda dan pasar baru yang datang mencoba kopi di sini. Mudah-mudahan setelah itu mereka menjadi pelanggan tetap,” katanya.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi hari dengan antrean panjang yang mengular di kawasan Titik Nol Denpasar. Ribuan warga didominasi anak muda , mengular memanfaatkan kesempatan menikmati kopi, minuman non-kopi, serta aneka kudapan gratis sambil merayakan Hari Kasih Sayang Bali yang sarat makna kebersamaan dan kepedulian.(LA-IN)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments