Denpasar, Laksara.id – Ketapang kencana (Terminalia mantaly), kini semakin populer sebagai pohon peneduh yang memperindah banyak kawasan kota. Tajuknya yang rindang dan berbentuk payung menjadikannya pilihan favorit dalam program penghijauan dan penataan ruang terbuka hijau. Namun, keunggulan ketapang kencana tak berhenti pada sisi estetika semata.
Ketapang kencana dikenal memiliki kemampuan menyerap polutan udara dalam jumlah signifikan, menjadikannya pelindung alami dari polusi. Dengan daun-daunnya yang lebat, pohon ini mampu menangkap partikel debu dan gas berbahaya seperti karbon monoksida, sulfur dioksida, serta nitrogen oksida, yang kerap berasal dari kendaraan bermotor dan aktivitas industri.
Selain itu, pohon ini juga berperan penting dalam menurunkan suhu udara di sekitarnya. Tajuk yang rapat memberikan efek teduh yang efektif mengurangi radiasi matahari langsung ke permukaan jalan maupun bangunan. Efek ini turut menurunkan efek pulau panas perkotaan (urban heat island), terutama di wilayah dengan dominasi beton dan aspal.
Ketapang kencana juga mendukung konservasi air tanah. Akar pohon yang tumbuh kuat dan dalam membantu penyerapan air hujan ke dalam tanah, mengurangi limpasan permukaan yang bisa memicu genangan atau banjir. Daun-daunnya yang berguguran secara alami turut memperbaiki struktur tanah dan menjadi sumber humus alami.
Tak kalah penting, pohon ini menjadi habitat mikro bagi berbagai jenis burung dan serangga penyerbuk. Dalam ekosistem kota yang padat dan minim ruang hijau, kehadiran ketapang kencana membuka peluang terbentuknya rantai kehidupan baru yang memperkaya keanekaragaman hayati lokal.
Dengan perawatan yang relatif mudah dan ketahanan terhadap cuaca kering maupun polusi udara, ketapang kencana menjadi simbol solusi hijau di tengah tantangan pembangunan kota modern. Penanaman massal pohon ini tidak hanya mempercantik lanskap perkotaan, tetapi juga menghadirkan manfaat ekologis yang nyata dan berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat. (LA-IN)
