Senin, Maret 9, 2026
BerandaGianyarLongsor Akibat Hujan, Jalan Penghubung Dua Desa di Gianyar Ini Terputus

Longsor Akibat Hujan, Jalan Penghubung Dua Desa di Gianyar Ini Terputus

Gianyar, Laksara.id – Jalan penghubung dua desa, yakni dari Banjar Dadapan Desa Pejeng dengan Banjar Cagaan Desa Pejeng Kangin, putus. Kejadian tersebut terjadi pada Selasa (24/12/2024) pukul 09.00 WITA, diawali dengan munculnya suara gemuruh.

Suara gemuruh pertama kali didengar oleh Jro Mangku Wayan Karsa, yang rumahnya berada dekat jalan yang jebol.

“Awalnya mendengar suara gemuruh yang cukup keras. Selanjutnya, Jro Mangku Wayan Karsa mengecek sumber suara gemuruh tersebut dan mendapati jalan penghubung jebol,” ujar Camat Tampaksiring, I Wayan Eka Mulya, Rabu (25/12/2024).

Selanjutnya, Jro Mangku langsung menghubungi Kelian Dinas Cagaan. Berdasarkan informasi tersebut, kemudian ia menghubungi Perbekel Desa Pejeng, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta piket fungsi Polsek Tampaksiring. “Selanjutnya kami menghubungi Tim BPBD Gianyar,” jelasnya.

Pihak terkait telah melaksanakan pengecekan ke lokasi jalan jebol. Berdasarkan data yang diperoleh, jalan putus dengan kedalaman kurang lebih 25 meter dan lebar kurang lebih 15 meter.

Pihak yang mengecek ke lokasi meliputi Camat, Kapolsek Tampaksiring AKP Anak Agung Gede Alit Sudarma, Danramil 1616-03/Tampaksiring Kapten CBA I Wayan Wiranata, Kasi Trantib I Nyoman Rai Suparta, serta Perbekel Desa Pejeng I Wayan Karsa.

“Dalam peristiwa jalan jebol tersebut, nihil korban jiwa,” jelasnya. Tentunya, akses antara dua desa menjadi terganggu karena jalur tersebut merupakan akses perekonomian, pertanian, hingga pendidikan. “Akibat tanah longsor, arus lalu lintas terganggu karena sebagian jalan raya penghubung terputus,” jelasnya.

Guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, Muspika Kecamatan mengambil langkah cepat. “Saat ini, jalan penghubung antara Banjar Dadapan Desa Pejeng dengan Banjar Cagaan Desa Pejeng Kangin ditutup total karena sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan,” pungkasnya.

Penutupan jalur yang putus itu menggunakan sarana bambu. Rangkaian bambu dipasang oleh aparat bersama warga setempat.

Sementara itu, untuk perbaikan akan menunggu pihak terkait. Sebab, untuk menambal jalan membutuhkan material dalam jumlah besar, mulai dari pengurukan hingga pengaspalan agar kembali mulus. (LA-IN)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments