Jumat, Juli 12, 2024
BerandaNewsGubernur Koster Gagas Zonasi Untuk Kendaraan Listrik di Bali

Gubernur Koster Gagas Zonasi Untuk Kendaraan Listrik di Bali

Denpasar, Laksara.id – Gubernur Bali Wayan Koster melakukan lompatan besar terkait upaya mewujudkan kemandirian energi listrik sekaligus menjadikan Bali sebagai daerah percontohan dalam pemanfaatan energi terbarukan (renewable energy).

Berkenaan dengan itu, Gubernur Koster rencananya akan melakukan pembagian zonasi bagi penggunaan kendaraan listrik. “Kita memang harus berani memulai. Mungkin nanti kita rancang zona-zona yang diperuntukkan bagi penggunaan kendaraan listrik seperti di kawasan Denpasar, Kuta, Ubud dan Sanur. Saya sudah coba motor listrik, tidak berisik dan tanpa polusi,” katanya.

Gagasan dan semangat yang ditunjukkan Gubernur Koster tersebut, menuai pujian dari

Gubernur Koster dan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan yang hadir pada Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Pemprov Bali dengan PT PLN (Persero) tentang Penguatan Sistem Ketenagalistrikan dengan Pemanfaatan Energi Bersih, di Ruang Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali di Denpasar, Rabu (21-8-2019).

Gubernur menyampaikan bahwa penggunaan energi terbarukan merupakan kebutuhan bagi Bali sebagai daerah tujuan wisata. Lebih dari itu, pria yang selalu tampil enerjik itu menyebut, program ini sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang difokuskan pada upaya menjaga keseimbangan manusia, alam dan budaya Bali.

“Manusia dan alamnya bersih, budayanya terjaga dengan baik. Itulah yang kita sebut Bali Era Baru,” ujar Gubernur yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Bali.

Dilihat dari wilayah yang tak begitu luas dengan jumlah penduduk relatif kecil, menurutnya bukan hal yang sulit untuk mengelola Bali. “Dengan catatan, ada konsep yang jelas, ada keberanian dan ketegasan,” katanya.

Dalam pengelolaan energi, Gubernur Koster telah menyiapkan desain agar Bali bisa secepatnya mandiri. “Bukan hanya mandiri, tapi energinya harus bersih dan terbarukan. Itu dua kata kuncinya,” tandas pria jebolan ITB ini.

Mengutip data dari PT PLN, daya mampu energi kelistrikan Bali saat ini sebesar 1.320 MW. Listrik untuk Bali, antara lain bersumber dari PLTU Celukan Bawang, PLTG Pesanggaran, pembangkit listrik tenaga diesel yang menggunakan BBM dan pasokan kabel Jawa-Bali.

Mengacu pada data tersebut, Gubernur Koster menggarisbawahi masih cukup besarnya pasokan energi dari pembangkit yang menggunakan BBM, yaitu sebesar 336 MW dan pasokan kabel Jawa-Bali 400 MW. “Ini yang menjadi fokus perhatian saya dalam merancang skenario pengelolaan energi agar Bali bisa segera mandiri dengan pengembangan energi terbarukan,” ujarnya, meyakinkan.

Menurut Gubernur Koster, penandatanganan kerja sama dengan PT PLN merupakan langkah awal yang akan terus dimatangkan dan berproses dengan regulasi pendukungnya. Namun ia menekankan, harga jual energi terbarukan yang nantinya diproduksi tidak akan lebih mahal dari energi konvensional. “Menyangkut kepentingan masyarakat, saya tak ingin kebijakan ini menjadi beban. Kalau bisa, harga jualnya harus lebih murah,” sebutnya.

Terkait dengan gagasan menentukan zonasi kendaraan listrik, Gubernur Koster akan menerapkannya dengan penuh kehati-hatian. “Mungkin nanti kita rancang zona-zona yang diperuntukkan bagi penggunaan kendaraan listrik seperti di kawasan Denpasar, Kuta, Ubud dan Sanur,” katanya, kembali menegaskan.

Untuk mendorong masyarakat agar tertarik menggunakan kendaraan listrik, Gubernur Koster pun sudah memikirkan skenario seperti pemberian insentif. “Cepat atau lambat kita harus terapkan. Saya yakin masyarakat Bali cepat beradaftasi,” katanya.

Pada bagian lain, pria kelahiran Sembiran ini juga mendukung penuh rintisan Politeknik Pendidikan Kelistrikan oleh Kementerian ESDM. Dukungan tersebut, antara lain ditunjukkan dengan pengalokasian lahan Pemprov Bali seluas 10 hektare di Kabupaten Bangli.

Semangat yang ditunjukkan Gubernur Wayan Koster untuk mewujudkan kemandirian energi bagi daerah Bali menuai pujian dari Menteri Ignasius Jonan. “Saya sangat kagum dengan semangat yang ditunjukkan oleh Bapak Wayan Koster. Tak ada gubernur yang sesemangat ini dalam pemanfaatan renewable energy,” ujarnya.

Lebih jauh Jonan mengurai, ‘renewable energy’ merupakan program nasional yang dicanangkan tahun 2015. Secara nasional pemerintah mencanangkan pemanfaatan energi terbarukan atau yang disebut Bauran Energi Terbarukan (BET) pada tahun 2025 mencapai 23 persen. “Dengan semangat yang ditunjukkan Bapak Koster, saya berharap Bali bisa melampaui target itu. Dengan berbagai program yang telah dicanangkan, saya kira bisa sampai 50 persen,” tandasnya.

Untuk mencapai BET nasional, pemerintah telah melakukan sejumlah langkah antara lain dengan penyediaan stasiun pengisian kendaraan listrik umum di SPBU yang saat ini telah tersedia di 2.000 titik. Ke depannya, stasiun pengisian kendaraan listrik bisa dikerjasamakan dengan lebih banyak SPBU.

Selain itu, untuk memudahkan masyarakat, Menteri Jonan berharap ke depannya stasiun pengisian juga bisa disediakan di fasilitas umum seperti perkantoran pemerintah.

Apresiasi terhadap langkah Gubernur Koster juga diutarakan Plt Dirut PT PLN Sripeni Inten Cahyani. Pada prinsipnya, PLN sangat mendukung program Pemerintah Provinsi Bali menuju kemandirian energi dengan pemanfaatan energi bersih.

Sejumlah hal yang akan ditindaklanjuti pasca-penandatanganan kerja sama ini di antaranya pembangunan Jawa Bali Connection (JBC) 500 kV untuk menjaga kestabilan dan memperkuat sistem Bali pada saat pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT) di Bali beroperasi. JBC 500 kV juga akan menjamin ketersediaan energi di Bali.

Selain itu, ada pula usulan pengembangan pembangkit yang masuk di dalam RUPTL, recana pengembangan dan pembangunan infrastruktur LNG dan terminal LNG, peningkatan pasar kendaraan listrik dan kompor listrik, peningkatan kapasitas jaringan listrik menuju jaringan cerdas (smart grid), pembangunan pembangkit energi bersih dan penerapan tarif khusus untuk biaya pemanfaatan energi bersih sesuai dengan peraturan PLN dan peraturan perudangan yang berlaku. (LA-001)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments