Sabtu, September 12, 2026
BerandaDenpasarGubernur Koster Dukung Kolaborasi Penanggulangan Rabies, Ajak Masyarakat Tingkatkan Kesadaran

Gubernur Koster Dukung Kolaborasi Penanggulangan Rabies, Ajak Masyarakat Tingkatkan Kesadaran

Denpasar, Laksara.id – Gubernur Bali Wayan Koster menerima audiensi jajaran Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Bali di Jayasabha, Denpasar, Jumat (11/9/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan kolaborasi berbagai pihak dalam mempercepat penanganan dan penanggulangan rabies di Bali.

Dalam audiensi tersebut, PDHI Cabang Bali menyampaikan sejumlah langkah kolaboratif untuk mendukung terwujudnya Bali Bebas Rabies 2030. Upaya tersebut meliputi peningkatan edukasi masyarakat, perluasan vaksinasi rabies pada hewan penular rabies (HPR), serta pengendalian populasi hewan terlantar atau liar melalui program sterilisasi secara manusiawi.

Gubernur Koster menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya, penanggulangan rabies tidak dapat hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun tenaga kesehatan hewan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat.

Ia menilai kesadaran pemilik hewan, khususnya anjing, menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan. Memelihara hewan bukan hanya sebatas memberi makan dan merawat, tetapi juga memastikan kesehatan, vaksinasi, pengendalian reproduksi serta keamanan hewan agar tidak menimbulkan risiko bagi lingkungan.

Koster juga mendorong edukasi mengenai rabies dilakukan secara masif dan berkelanjutan. Masyarakat perlu memahami risiko rabies sekaligus mengetahui langkah yang harus dilakukan apabila terjadi kasus gigitan dari anjing maupun hewan penular rabies lainnya.

Ia turut mendukung pelaksanaan World Rabies Day (WRD) 2026 sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya rabies sekaligus mendorong kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan hewan.

Peringatan World Rabies Day 2026 rencananya digelar pada 27 September 2026 di Lapangan Bajra Sandhi, Renon, Denpasar. Sejumlah kegiatan telah disiapkan, di antaranya sterilisasi gratis untuk anjing liar, vaksinasi rabies gratis, Pet Fun Walk, Lomba Anjing Sehat, Lomba Makan untuk Anjing serta berbagai kegiatan edukatif lainnya.

Koster mengajak masyarakat memanfaatkan momentum tersebut sekaligus menjadi bagian dari gerakan bersama untuk memutus mata rantai penyebaran rabies di Bali. Menurutnya, pencegahan perlu dimulai dari lingkungan keluarga dan masyarakat melalui kepemilikan hewan peliharaan yang bertanggung jawab.

Masyarakat juga diimbau tidak mengabaikan kasus gigitan anjing atau HPR lainnya. Apabila terjadi gigitan, korban perlu segera mendapatkan penanganan yang tepat dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak terkait.

Kesadaran dalam mengenali risiko serta mengambil tindakan secara cepat menjadi bagian penting untuk mencegah dampak serius akibat rabies.

Di sisi lain, pemilik anjing di Bali diharapkan memastikan hewan peliharaannya mendapatkan vaksinasi rabies secara rutin, tidak dibiarkan berkeliaran serta melakukan sterilisasi sebagai bagian dari upaya pengendalian populasi.

Kolaborasi antara pemerintah, PDHI, tenaga medis veteriner, komunitas pencinta hewan dan masyarakat dinilai menjadi kekuatan penting dalam mempercepat penanggulangan rabies. Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan penanganan yang lebih terintegrasi dan memberikan dampak nyata bagi keamanan masyarakat Bali.

Upaya menuju Bali Bebas Rabies 2030 pun diharapkan semakin kuat dengan keterlibatan masyarakat secara aktif, mulai dari meningkatkan pengetahuan, menjaga kesehatan hewan peliharaan hingga bertindak cepat ketika terjadi risiko penularan. (LA-IN)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments