Minggu, Oktober 18, 2026
BerandaDenpasarKoster Lirik Potensi Besar Laut Bali, Riset dan Teknologi Didorong Jadi Penggerak...

Koster Lirik Potensi Besar Laut Bali, Riset dan Teknologi Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Baru

Denpasar, Laksara.id – Kekayaan laut Bali dinilai menyimpan peluang ekonomi yang belum dimanfaatkan secara optimal. Pemerintah Provinsi Bali pun mendorong pengembangan sektor kelautan dan perikanan berbasis riset, inovasi, serta teknologi agar potensi tersebut dapat memberikan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dorongan itu disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima peserta Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) XXII Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia (ISOI) Tahun 2026 dalam jamuan makan malam di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Kamis (15/10/2026) malam.

Koster menjelaskan, pengembangan sektor kelautan dan perikanan merupakan bagian dari transformasi ekonomi melalui konsep Ekonomi Kerthi Bali. Konsep tersebut bertumpu pada enam sektor unggulan, yakni pertanian organik, kelautan dan perikanan, industri manufaktur dan industri berbasis budaya Bali, UMKM dan koperasi, ekonomi kreatif dan digital, serta pariwisata.

Menurutnya, penguatan keenam sektor tersebut diperlukan untuk membangun perekonomian Bali yang lebih seimbang, tangguh, dan berkelanjutan. Upaya ini juga diarahkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap pariwisata dengan mengembangkan sektor produktif yang bertumpu pada potensi lokal.

“Bali ini wilayahnya kecil dan dikelilingi oleh laut. Walaupun lautnya tidak seluas wilayah laut lainnya di Indonesia, di dalamnya terkandung kekayaan yang luar biasa dan belum diberdayakan secara optimal,” ujar Koster.

Ia menilai, pengembangan potensi laut tidak cukup hanya mengandalkan pemanfaatan sumber daya yang tersedia. Dukungan ilmu pengetahuan, riset, inovasi, dan teknologi diperlukan untuk mengidentifikasi potensi, mengembangkan produk bernilai tambah, serta memastikan pemanfaatannya tetap memperhatikan daya dukung lingkungan.

Melalui PIT XXII ISOI Tahun 2026, Koster berharap para akademisi, peneliti, dan pakar oseanologi dapat menghasilkan kajian serta rekomendasi strategis yang bisa menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam merumuskan kebijakan pengembangan kelautan dan perikanan Bali.

Selain menyoroti potensi laut, Koster juga menekankan pentingnya mengutamakan produk lokal untuk memperkuat ekonomi masyarakat. Komitmen tersebut, antara lain, ditunjukkan melalui penggunaan bahan pangan lokal Bali dalam jamuan makan malam, mulai dari beras, sayuran, buah-buahan, ikan, hingga daging.

Menurutnya, penggunaan produk lokal bukan sekadar persoalan konsumsi, melainkan bagian dari upaya memperkuat rantai ekonomi masyarakat. Dengan mengutamakan hasil produksi petani, nelayan, peternak, dan pelaku usaha lokal, perputaran ekonomi diharapkan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat Bali.

Di bidang lingkungan, Koster turut menegaskan komitmen Pemprov Bali dalam mengurangi sampah plastik, termasuk melalui pembatasan produk minuman dalam kemasan plastik berukuran kurang dari satu liter. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas lingkungan dan mendukung pembangunan Bali yang berkelanjutan.

Acara tersebut juga dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan. Dalam sambutannya, Zulkifli menekankan pentingnya memperkuat kemandirian pangan nasional, meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan, serta mengoptimalkan potensi kelautan Indonesia.

Ia juga mengapresiasi langkah Bali dalam mengutamakan pangan lokal dan mengembangkan pengolahan sampah menjadi energi.

Melalui sinergi pemerintah, akademisi, peneliti, dan masyarakat, pengembangan kelautan dan perikanan diharapkan menjadi salah satu penggerak transformasi Ekonomi Kerthi Bali. Dengan pengelolaan berbasis riset dan prinsip keberlanjutan, kekayaan laut Bali diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang. (LA-IN)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments