Rabu, Oktober 7, 2026
BerandaDenpasarBawa 23 IKM ke Kriyanusa, Putri Koster Dorong Kerajinan Bali Naik Kelas...

Bawa 23 IKM ke Kriyanusa, Putri Koster Dorong Kerajinan Bali Naik Kelas ke Pasar Internasional

Denpasar, Laksara.id – Sebanyak 23 industri kecil dan menengah (IKM) binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali dibawa mengikuti Pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta.

Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya Ketua Dekranasda Bali Ny. Putri Suastini Koster untuk memperluas pasar produk kerajinan Bali, mulai dari pasar lokal dan nasional hingga membuka peluang menembus pasar internasional.

Kriyanusa 2026 berlangsung pada 26–30 September 2026. Tidak hanya membawa produk unggulan Bali, Ny. Putri Koster juga memberikan pendampingan langsung kepada para pelaku IKM sejak persiapan pameran.

Didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali I Gusti Ngurah Wiryanata serta jajaran pengurus Dekranasda Bali, Ny. Putri Koster hadir sehari sebelum pameran dibuka. Ia turut memberikan masukan terkait penataan produk agar tampilan stan lebih menarik bagi pengunjung.

“Kami dari seluruh Indonesia hadir di sini, berpartisipasi memperkenalkan produk kerajinan yang menjadi keunggulan dan ciri khas masing-masing daerah,” ujar Ny. Putri Koster.

Di Hall Bali, 23 IKM menampilkan beragam produk, mulai dari kain tenun tradisional, busana, aksesori, tas, kerajinan emas dan perak, ukiran kayu hingga kerajinan logam.

Sejumlah desainer Bali juga menghadirkan karya dengan karakter masing-masing. Body and Mind misalnya, menampilkan ornamen pis bolong, sementara Deluxe mengembangkan busana dengan sentuhan lukisan tangan. Ada pula Taksu dan Lusi Damai yang membawa ciri khas masing-masing.

Kreativitas IKM Bali juga terlihat dari pemanfaatan berbagai material, termasuk limbah flora seperti kulit jagung, batok kelapa, daun hingga akar yang diolah menjadi produk bernilai ekonomi.

Gringsing hingga Rangrang Jadi Etalase Kekayaan Tenun Bali

Tidak hanya produk fesyen dan kerajinan modern, Kriyanusa juga menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan tenun tradisional Bali.

Beberapa di antaranya adalah kain Rangrang dari Nusa Penida, Klungkung, kain Gringsing dari Desa Tenganan Pegringsingan, Karangasem, serta berbagai tenun songket dari sejumlah kabupaten di Bali.

Ny. Putri Koster secara khusus memperkenalkan Gringsing sebagai kain tenun ikat ganda atau double ikat yang tergolong langka. Selain memiliki teknik pembuatan khas, kain tersebut juga memiliki makna filosofis yang kuat dalam kehidupan masyarakat Bali.

“Gring artinya sakit, sedangkan sing berarti tidak. Jadi, jika disatukan, bermakna tidak sakit,” jelasnya.

Menurutnya, kekayaan tradisi tersebut menjadi kekuatan yang harus terus dijaga sekaligus dikembangkan. Produk kerajinan Bali dinilai perlu memiliki kualitas, kreativitas dan akses pasar yang semakin luas agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

Kriyanusa Jadi Jalan Perajin Indonesia Mendunia

Kriyanusa 2026 dibuka Ketua Umum Dekranas Selvi Gibran Rakabuming di JICC, Jakarta, Sabtu (26/9/2026). Tahun ini, Kriyanusa mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”.

Pameran tersebut menghadirkan 410 stan dengan melibatkan 257 peserta dari berbagai unsur, mulai dari Dekranas dan Dekranasda, kementerian dan lembaga, hingga pelaku UMKM.

Selvi mendorong pengembangan kriya Indonesia melalui inovasi dan kreativitas tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi. Menurutnya, pameran tidak hanya menjadi ruang untuk memamerkan produk, tetapi juga menjadi bagian dari upaya melestarikan warisan budaya sekaligus meningkatkan daya saing perajin.

Pelestarian budaya, lanjutnya, perlu berjalan beriringan dengan inovasi dan transformasi digital. Dengan demikian, produk kriya tetap memiliki identitas sekaligus mampu mengikuti perkembangan pasar.

Bagi Bali, keikutsertaan 23 IKM dalam Kriyanusa menjadi salah satu langkah untuk memperkenalkan lebih luas kekayaan kerajinan daerah. Dari tenun tradisional, busana, perhiasan hingga kerajinan berbahan alam, produk Bali didorong tidak hanya kuat di pasar sendiri, tetapi juga memiliki peluang untuk dikenal hingga pasar global. (LA-IN)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments