Selasa, Oktober 6, 2026
BerandaDenpasarJelang Musim Hujan, 40 Titik Sungai dan Drainase di Denpasar Dinormalisasi

Jelang Musim Hujan, 40 Titik Sungai dan Drainase di Denpasar Dinormalisasi

Denpasar, Laksara.id – Menghadapi musim penghujan, Pemerintah Kota Denpasar mempercepat pekerjaan normalisasi sungai dan drainase di sejumlah wilayah. Salah satunya dilakukan di Tukad Loloan, Sanur Kauh, yang ditinjau langsung Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, Sabtu (3/10) pagi.

Normalisasi yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mengurangi potensi banjir saat intensitas hujan meningkat.

Jaya Negara mengatakan, pekerjaan di Tukad Loloan telah berlangsung sekitar satu setengah bulan. Lamanya pengerjaan tidak terlepas dari kondisi sedimentasi sungai yang cukup tinggi.

“Makanya kita sudah kerjakan sejak satu setengah bulan lalu. Mudah-mudahan bisa mencegah banjir,” ujar Jaya Negara saat meninjau lokasi.

Tidak hanya Tukad Loloan, normalisasi juga dilakukan di berbagai aliran sungai dan drainase di wilayah Kota Denpasar. Secara keseluruhan terdapat sekitar 40 titik yang saat ini menjadi sasaran operasi pemeliharaan atau normalisasi.

Beberapa di antaranya meliputi Tukad Mati, Tukad Rangda, Tukad Ayung, dan sejumlah saluran lainnya. Dalam penanganan di Tukad Mati, Pemkot Denpasar juga bekerja sama dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) dengan mendatangkan dua unit wheel loader untuk mendukung proses pengerjaan.

Pekerjaan normalisasi tersebut ditargetkan rampung pada akhir Oktober. Pemerintah berharap penanganan sedimentasi dan pemeliharaan aliran sungai dapat membantu menjaga kapasitas aliran air saat hujan turun.

Kepala Dinas PUPR Kota Denpasar I Gede Cipta Sudewa menjelaskan, pengendalian banjir dilakukan melalui dua pendekatan, yakni pembangunan sistem drainase serta operasi dan pemeliharaan drainase.

Untuk pembangunan sistem drainase, tahun ini terdapat 11 titik yang ditangani. Lokasinya antara lain Jalan Kerta Raharja Sidakarya, Jalan Gunung Salak, Jalan Gunung Catur, kawasan Pantai Duyung Sanur, sekitar SD 10 Sesetan, Jalan Tukad Batanghari, Jalan Pulau Adi Pedungan, Jalan Kebo Ireng Padangsambian Kaja, Gang Klampit Jalan Gunung Batur, Jalan Pura Demak III, dan Jalan Suradipa.

Sementara itu, operasi dan pemeliharaan drainase, termasuk pengerukan atau normalisasi sungai, dilakukan di 40 titik di Kota Denpasar.

Pengelolaan drainase Kota Denpasar sendiri terbagi dalam lima sistem, yakni Sistem Tukad Badung, Tukad Ayung, Tukad Mati, kawasan Renon-Panjer-Sanur-Sidakarya dan sekitarnya, serta sistem Pemogan.

Masing-masing sistem memiliki strategi pengelolaan tersendiri sesuai karakteristik aliran dan wilayahnya. Untuk sejumlah sungai berukuran sedang, salah satu pendekatan yang dilakukan adalah melalui operasi dan pemeliharaan secara berkala.

Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah Pemkot Denpasar dalam menjaga fungsi sungai dan drainase, sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi musim penghujan. (LA-IN)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments