Senin, September 21, 2026
BerandaBulelengSudaji Peace Trail Fun Run 2026, Paduan Olahraga, Pariwisata dan Aksi Pelestarian...

Sudaji Peace Trail Fun Run 2026, Paduan Olahraga, Pariwisata dan Aksi Pelestarian Lingkungan

Buleleng, LAKSARA.ID – Sebanyak 144 pelari ambil bagian dalam Sudaji Peace Trail Fun Run 2026 yang digelar di Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Menempuh jarak sekitar 6 kilometer, para peserta tidak hanya diajak berolahraga, tetapi juga menikmati indahnya persawahan dan kehidupan pedesaan sekaligus terlibat dalam aksi kepedulian terhadap lingkungan melalui penaburan eco enzim di sejumlah kawasan seputar Desa Sudaji.

Kegiatan ini dilepas secara langsung oleh Ketua TP-PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster bersama Ketua (Himpunan Kerunan Tani Indonesia) HKTI Provinsi Bali, Gede Muliawan Arya dan Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna di Lapangan Desa Sudaji, Minggu, (20/9).

Gubernur Bali dalam Berbagainya yang dibacakan oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarjaya menyampaikan penghargaan kepada panitia, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sudaji, masyarakat, komunitas, dan seluruh pihak yang telah menggagas kegiatan tersebut.

Menurutnya, Sudaji Peace Trail Fun Run 2026 bukan sekadar kegiatan olahraga, melainkan sebuah cara untuk memperkenalkan kekayaan alam dan kehidupan masyarakat pedesaan kepada peserta sekaligus menggerakkan perekonomian lokal.

“Ini adalah cara kita berolahraga sambil menikmati alam, mengenal kehidupan masyarakat desa, menggerakkan ekonomi lokal, sekaligus mengingatkan kembali kepada kita semua tentang pentingnya menjaga lingkungan dan budaya Bali,” ujarnya.

Desa Sudaji memiliki potensi yang sangat besar untuk pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Hamparan persawahan, lingkungan yang asri, aktivitas pertanian, budaya, tradisi, hingga kehidupan menjadi kekuatan masyarakat yang dapat dikembangkan sebagai pengalaman wisata yang autentik.

Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya datang untuk berlari, tetapi juga diajak merasakan suasana Bali secara lebih dekat. Mulai dari menikmati udara pagi pedesaan, menyaksikan hamparan sawah, berinteraksi dengan masyarakat, hingga menonton kuliner lokal dan mengenal produk UMKM.

“Bali bukan hanya tentang tempat yang indah untuk dikunjungi, tetapi juga kehidupan budaya, alam, dan masyarakat yang memberikan pengalaman masyarakat kepada setiap wisatawan,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa pengembangan sport pariwisata harus berjalan beriringan dengan pariwisata lingkungan. Menurutnya, ketika masyarakat dan wisatawan menikmati keindahan alam, maka tanggung jawab untuk menjaganya juga harus menjadi bagian dari setiap aktivitas.

Oleh karena itu, konsep ramah lingkungan yang diusung dalam Sudaji Peace Trail Fun Run 2026 dinilai menjadi langkah positif. Termasuk semangat penggunaan pupuk organik, konservasi ekosistem persawahan, aksi penanaman pohon, serta penaburan eco enzim sebagai bagian dari rangkaian kegiatan. “Ini adalah contoh sederhana bahwa sport pariwisata dapat berjalan bersama dengan kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Kegiatan tersebut juga dinilai sejalan dengan semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yakni pembangunan yang menjaga keseimbangan dan keharmonisan antara alam, manusia, dan kebudayaan. Keberadaan sawah dan sistem subak tidak hanya dipandang sebagai bagian dari pariwisata, tetapi juga sebagai warisan pengetahuan, nilai, kebersamaan, dan kearifan masyarakat Bali dalam menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan alam.

Pihaknya berharap kegiatan seperti Sudaji Peace Trail Fun Run dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari Calendar of Event pariwisata berbasis desa di Kabupaten Buleleng. Dengan demikian, kegiatan tersebut secara konsisten dapat menarik wisatawan, komunitas olahraga, maupun wisatawan untuk tertarik khusus untuk datang dan menikmati potensi Desa Sudaji.

Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna menyampaikan dukungan dan apresiasi Pemerintah Kabupaten Buleleng terhadap kegiatan yang diprakarsai Pokdarwis dan kelompok tani Desa Sudaji tersebut.

Ia menilai Desa Sudaji merupakan salah satu desa wisata unggulan di Buleleng yang telah dikenal luas, bahkan telah memperoleh berbagai penghargaan hingga tingkat Internasional.

“Hal ini tentu menjadi suatu aset bagi Kabupaten Buleleng untuk mendukung kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Desa Sudaji, khususnya dari kelompok sadar wisata,” ujarnya.

Wabup Supriatna berharap semangat dan komitmen dalam mengembangkan Desa Sudaji dapat terus berkelanjutan sekaligus menjadi inspirasi bagi desa-desa wisata lainnya di Kabupaten Buleleng.

“Semoga terus berkomitmen dan konsisten menjadikan Sudaji ini sebuah desa wisata dan juga bisa memberikan inspirasi membuat desa-desa lain yang ada di Kabupaten Buleleng,” harapnya.

Melalui Sudaji Peace Trail Fun Run 2026, Desa Sudaji menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan potensi desa secara lebih luas. Ketika langkah para berlari melintasi alam pedesaan dipadukan dengan aksi menjaga lingkungan dan aktivitas ekonomi masyarakat, sporttourism tidak lagi sekadar tentang mencapai garis finis, tetapi juga tentang menghadirkan manfaat bagi alam dan masyarakat. (LA-IN)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments