Senin, September 21, 2026
BerandaDenpasarSaat Endek Bali Masuk ke Arena Zumba, Cara Baru Mengenalkan Warisan Leluhur

Saat Endek Bali Masuk ke Arena Zumba, Cara Baru Mengenalkan Warisan Leluhur

Buleleng, Laksara.id – Kain endek Bali tidak hanya hadir dalam kegiatan adat maupun acara resmi. Di Buleleng, kain tradisional tersebut dikenalkan melalui aktivitas yang lebih dekat dengan gaya hidup masyarakat masa kini, yakni olahraga zumba.

Ratusan peserta mengikuti “Endek Energetic: Heritage in Motion” dengan mengenakan kostum olahraga yang dipadukan dengan kain endek Bali, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu cara kreatif memperkenalkan endek sekaligus menunjukkan bahwa kain tradisional Bali dapat hadir dalam berbagai aktivitas modern.

Ketua Dekranasda Provinsi Bali Putri Koster mengatakan, pelestarian endek tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan formal dan tradisional. Endek perlu terus diperkenalkan, digunakan, dan dikembangkan melalui berbagai ruang kehidupan masyarakat.

“Menjaga kelestarian warisan leluhur merupakan kewajiban kita bersama tanpa terkecuali. Semakin banyak yang mengetahui keberadaan endek, mengenal, menggunakan, dan mencintai produk lokal kita, maka semakin kuat pula upaya kita menjaga dan melestarikannya,” ujar Putri Koster.

Menurutnya, semakin luas penggunaan endek, semakin besar pula ruang bagi produk para perajin untuk berkembang. Hal tersebut tidak hanya berkaitan dengan pelestarian budaya, tetapi juga keberlanjutan ekonomi dan regenerasi perajin kain tenun.

Putri Koster mendorong promosi endek dilakukan melalui berbagai bidang, mulai dari fesyen, seni, olahraga, hingga aktivitas kreatif masyarakat. Zumba dinilai menjadi salah satu ruang yang menarik karena dapat menjangkau berbagai kalangan dalam suasana yang santai dan aktif.

“Penggunaan kain endek tentu saja pengenalannya tidak kami batasi agar semakin dikenal dan mendunia,” katanya.

Ia berharap kegiatan yang memadukan endek dengan olahraga dapat digelar secara berkelanjutan. Bahkan, kegiatan serupa diharapkan dapat dilaksanakan dua kali dalam setahun sebagai salah satu upaya memperluas pengenalan kain tradisional Bali.

“Zumba ini diharapkan menjadi wadah bagi ibu-ibu dan anak-anak untuk berkreativitas sekaligus menjadi sehat. Kegiatan seperti ini saya harapkan dilaksanakan dua kali setahun,” ujarnya.

Mendorong Endek Dikenal hingga Mancanegara

Upaya memperkenalkan endek juga diarahkan agar tidak berhenti di Bali. Putri Koster berharap kain tradisional tersebut semakin dikenal di tingkat internasional melalui berbagai aktivitas dan kolaborasi kreatif.

Menurutnya, kegiatan seperti “Endek Energetic: Heritage in Motion” dapat membuka ruang kolaborasi antara perajin, pelaku ekonomi kreatif, komunitas, dan berbagai bidang lainnya.

Ia juga mendorong lahirnya instruktur atau Zin Zumba asal Bali yang memiliki kemampuan dan sertifikasi untuk tampil di tingkat internasional.

“Jangan hanya kita yang mengundang zin dari luar negeri, tetapi kita juga harus bisa menjadi zin zumba yang diundang oleh negara lain,” tegasnya.

Pemkab Buleleng Dukung Promosi Endek

Pemerintah Kabupaten Buleleng turut mendukung kegiatan yang memadukan pelestarian endek dengan gaya hidup modern.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Buleleng Putu Ayu Reika Nurhaeni, saat membacakan sambutan Bupati Buleleng, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi pendekatan kreatif untuk memperkenalkan kain endek kepada masyarakat secara lebih luas.

Perpaduan budaya dan olahraga dinilai dapat menjadi ruang promosi yang menarik sekaligus membuka peluang bagi pengembangan UMKM kain tenun.

Pemkab Buleleng menyatakan akan terus mendukung kegiatan yang mendorong pelestarian warisan budaya dan pengembangan UMKM. Dengan kreativitas dalam produksi maupun pemanfaatannya, kain endek diharapkan semakin dikenal hingga ke luar negeri serta memberi dampak bagi keberlangsungan para perajin.

Hadirkan Zin dari Jerman dan Chili

Ketua panitia pelaksana, Zin Laksmi, mengatakan “Endek Energetic: Heritage in Motion” menjadi momentum untuk memperkenalkan kain endek melalui aktivitas olahraga yang dinamis.

Kegiatan tersebut menghadirkan dua Zin Zumba dari luar negeri, yakni Damla Amanat dari Jerman dan Rodrigo Rocco dari Chili. Selain itu, puluhan Zin Zumba asal Bali turut ambil bagian.

Melalui kegiatan ini, endek dikenalkan dalam suasana yang berbeda. Bukan hanya sebagai kain tradisional, tetapi juga sebagai bagian dari aktivitas kreatif dan gaya hidup masyarakat masa kini.

Cara tersebut diharapkan membuat endek tetap hidup, semakin dikenal generasi muda, sekaligus membuka peluang agar warisan tenun Bali tersebut memiliki ruang yang lebih luas hingga ke tingkat internasional. (LA-IN)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments