Buleleng, Laksara.id – Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna bersama Ibu dan Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng Gede Suyasa melaksanakan persembahyangan di Pura Sekar, Banjar Dinas Tegal Sumaga, Desa Tejakula, Senin (15/9/2026).
Pura Sekar tidak hanya menjadi tempat suci bagi masyarakat setempat, tetapi juga menyimpan kisah akulturasi budaya yang mencerminkan kehidupan masyarakat dalam keberagaman.
Keunikan Pura Sekar terlihat dari keberadaan tiga palinggih utama yang menjadi daya tarik tersendiri. Ketiganya merepresentasikan perpaduan unsur keyakinan dan budaya Hindu, Islam, serta Tionghoa yang hidup berdampingan di tengah masyarakat.
Perpaduan tersebut menjadi gambaran perjalanan budaya yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat Tejakula. Keberagaman yang ada tidak menjadi penghalang, tetapi justru dapat menjadi kekuatan dalam menjaga keharmonisan dan kebersamaan.
Dalam kunjungannya, Wabup Supriatna bersama rombongan mengikuti persembahyangan sebagai bentuk bhakti sekaligus penghormatan terhadap keberadaan tempat suci dan nilai-nilai budaya yang berkembang di masyarakat.
Pura Sekar menjadi salah satu gambaran bagaimana nilai spiritual, budaya, dan kehidupan sosial dapat berjalan berdampingan. Keberadaannya juga memperlihatkan bahwa keberagaman dapat dirawat melalui sikap saling menghormati dan menjaga kebersamaan.
Nilai tersebut menjadi penting untuk terus dipelihara, sehingga warisan budaya dan semangat kerukunan masyarakat dapat tetap hidup serta diwariskan kepada generasi berikutnya. (LA-IN)
