Senin, September 7, 2026
BerandaDenpasarTumpek Uye Dirayakan Serentak di Bali, Diisi Berbagai Aksi Pelestarian Satwa

Tumpek Uye Dirayakan Serentak di Bali, Diisi Berbagai Aksi Pelestarian Satwa

Denpasar, LAKSARA.ID – Rahina Tumpek Uye yang jatuh pada Sabtu (Kliwon) Wuku Uye, 5 September 2026, dirayakan secara serentak di seluruh kabupaten/kota se-Bali.

Perayaan Tumpek Uye tidak hanya diisi dengan persembahyangan, tetapi juga berbagai aksi nyata untuk menjaga, melindungi, dan melestarikan satwa serta lingkungan.

Untuk tingkat Provinsi Bali, perayaan dipusatkan di Pura Luhur Batukau, Tabanan. Kegiatan dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Sekda Kabupaten Tabanan I Gede Susila, jajaran perangkat daerah serta masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan memberi makan ikan di kolam Beji Pura Luhur Batukau, dilanjutkan pelepasan ratusan burung titiran ke alam bebas serta persembahyangan di Pura Beji dan Pura Penataran Luhur Batukau.

Gubernur Koster bersama rombongan kemudian meninjau pelaksanaan vaksinasi rabies dan sterilisasi massal Hewan Penular Rabies (HPR), terutama anjing, yang digelar di Banjar Wangaya Kaja, Desa Wangaya Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan.

Di seluruh kabupaten/kota se-Bali, peringatan Tumpek Uye juga dilaksanakan dengan persembahyangan serta berbagai kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan dan kesehatan satwa. Salah satunya vaksinasi rabies dan sterilisasi massal HPR yang dilakukan secara serentak di sejumlah titik.

Selain itu, masyarakat juga diberikan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) mengenai bahaya rabies serta pentingnya vaksinasi rabies terhadap HPR.

Aksi pelestarian satwa juga dilakukan melalui pelepasan ratusan tukik di Pantai Masceti, Gianyar, dan Oemah Penyu Desa Uma Anyar, Seririt, Buleleng, untuk dikembalikan ke habitatnya.

Perayaan Tumpek Uye merupakan wujud penghormatan manusia terhadap binatang yang telah memberikan berbagai manfaat bagi kehidupan. Hal ini juga sejalan dengan falsafah Tri Hita Karana yang menekankan keharmonisan dan keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, serta alam.

Melalui perayaan secara serentak di seluruh Bali, Tumpek Uye diharapkan semakin memperkuat kesadaran masyarakat bahwa satwa merupakan bagian penting dari kehidupan dan keseimbangan alam, sekaligus memperkuat kearifan lokal Bali dalam menjaga keharmonisan dengan seluruh makhluk hidup. (LA-IN)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments