Rabu, September 2, 2026
BerandaDenpasarDekranasda Bali Fashion Day “Wastra Hitakara”, ASN Didorong Gerakkan IKM Lokal

Dekranasda Bali Fashion Day “Wastra Hitakara”, ASN Didorong Gerakkan IKM Lokal

Denpasar, LAKSARA.ID – Dekranasda Bali Fashion Day “Wastra Hitakara” menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pelestarian dan pengembangan kain tenun endek Bali. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Art Center Denpasar, Senin (31/8/2026), tersebut melibatkan aparatur sipil negara (ASN) sebagai pengguna sekaligus konsumen produk industri kecil dan menengah (IKM) lokal.

Kegiatan ini juga menjadi ruang promosi bagi produk IKM/UMKM Bali Bangkit sekaligus mendorong pemanfaatan kain endek dalam industri mode. Kolaborasi antara perajin, penenun, desainer lokal, model, koreografer, dan musisi dikemas dalam sebuah pertunjukan busana.

Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, mengatakan kebijakan Gubernur Bali terkait penggunaan busana berbahan endek setiap Selasa dan Jumat, serta penggunaan kain endek secara serentak sebagai bagian dari busana adat pada Kamis, Hari Ulang Tahun Pemerintah Provinsi Bali, serta rahina Purnama dan Tilem, memiliki makna yang lebih luas.

Menurutnya, kebijakan tersebut tidak hanya bertujuan membangun kekompakan dan kerapian ASN, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya leluhur berupa kain tenun tradisional dengan motif khas dari masing-masing wilayah di Bali.

Penggunaan kain endek secara konsisten juga diharapkan mampu menciptakan permintaan yang berdampak terhadap aktivitas ekonomi para perajin, penenun, serta pelaku IKM di Bali.

Karena itu, Ny. Putri Koster mengajak ASN tidak berhenti pada penggunaan kain endek, tetapi turut mengambil bagian dalam menggerakkan perekonomian lokal dengan membeli produk IKM Bali Bangkit maupun produk perajin di sentra-sentra endek yang ada di wilayah masing-masing.

“Mari kita belajar bersama untuk mencintai produk lokal buatan perajin Bali, perajin yang merupakan saudara kita sendiri. Jika bukan kita yang peduli terhadap warisan leluhur, siapa lagi yang akan menjaganya?” tegas Ny. Putri Koster.

Ia juga mengingatkan masyarakat Bali agar tidak membiarkan produk kerajinan lokal semakin terpinggirkan akibat masuknya produk dari luar Bali yang ditawarkan dengan harga lebih murah.

“Jangan sampai produk kita semakin terpinggirkan, bahkan hilang, karena kita lebih memilih membeli dan menggunakan produk troso, yakni produk buatan luar Bali yang didatangkan dan dijual di Bali dengan harga murah,” ujarnya.

Dekranasda Bali Fashion Day merupakan salah satu bagian dari trilogi fashion show Dekranasda Provinsi Bali. Kegiatan tersebut tidak hanya dirancang sebagai pertunjukan busana, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan kain tenun endek dengan kreativitas desainer muda lokal Bali.

Kolaborasi tersebut juga melibatkan model busana, koreografi, serta komposisi musik yang dipadukan dalam satu panggung. Melalui kegiatan ini, Dekranasda Provinsi Bali berupaya meningkatkan kualitas sekaligus memperluas penggunaan kain endek.

Selain menjaga kelestarian wastra Bali, pengembangan tersebut diarahkan untuk mendorong tumbuhnya ekosistem industri mode berbasis kain tradisional Bali. Dengan demikian, kain endek diharapkan tidak hanya tetap lestari sebagai warisan budaya, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan mampu berkembang mengikuti kebutuhan serta selera masyarakat.

Dekranasda Bali Fashion Day juga membawa pesan agar ASN dapat mengambil peran nyata dalam keberlangsungan IKM/UMKM Bali. Peran tersebut dapat dimulai dari hal sederhana, seperti menggunakan, membeli, dan turut mempromosikan produk buatan perajin lokal.

Gubernur Bali Wayan Koster yang turut hadir menyaksikan Dekranasda Bali Fashion Day mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi salah satu cara kreatif untuk mempromosikan produk IKM/UMKM sekaligus membangun kebersamaan di lingkungan perangkat daerah.

“Secara khusus, kegiatan ini memberikan kesan tersendiri dalam cara mempromosikan produk IKM/UMKM secara tidak langsung dan memberikan dampak positif bagi penjual maupun produsen. Kegiatan ini sekaligus menggairahkan suasana internal perangkat daerah dan memperkuat kebersamaan. Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih atas partisipasi semua pihak yang terlibat,” ujar Gubernur Koster.

Dekranasda Bali Fashion Day kali ini melibatkan empat perangkat daerah, yakni Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Bali, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali, serta Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali.

Melalui keterlibatan ASN, desainer, perajin, penenun, pelaku IKM/UMKM, dan perangkat daerah, Dekranasda Bali Fashion Day diharapkan tidak berhenti sebagai pertunjukan busana. Kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari gerakan bersama untuk menjaga keberadaan kain endek, menghidupkan karya para perajin, sekaligus menggerakkan perekonomian Bali. (LA-IN)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments