Bali, LAKSARA.ID – Hubungan persaudaraan Bali dan Odisha terus diperkuat melalui Kalingga Bali Yatra, sebuah gerakan People to People Diplomacy yang mempertemukan generasi muda, akademisi, scholar, seniman, praktisi budaya, dan masyarakat kedua wilayah.
Komitmen tersebut menjadi salah satu pokok pembicaraan dalam pertemuan Ida Rsi Putra Manuaba, pendiri Ashram Gandhi Puri, dengan Gubernur Odisha, Dr. Kambhampati Hari Babu, di Odisha.
Ida Rsi Putra Manuaba pertama kali mengunjungi Odisha pada 1997. Sejak saat itu, ia secara konsisten membangun hubungan Bali–Odisha melalui seni, budaya, spiritualitas, pendidikan, Yoga, dan hubungan antarmasyarakat.
“Government to Government dapat membuka pintu, tetapi People to People yang membuat hubungan itu tetap hidup. Ketika manusia bertemu dengan manusia, yang tumbuh adalah persahabatan dan kepercayaan,” ujar Ida Rsi Putra Manuaba.
Hubungan tersebut telah diwujudkan antara lain melalui Padmasana Kalingga Bali yang didirikan di tepi Sungai Mahanadi dan Galeri Indonesia di Maritime Museum, Cuttack, melalui inisiatif TitiBanda Indonesia–India Sanggam disuport Gubernur Bali Made Mangku Pastika.
Program ini memperkenalkan Gamelan, lukisan, patung, tenunan Bali, serta mempertemukan seniman dan scholar dari Indonesia dan India.
Kesamaan Budaya sebagai Jembatan Masa Depan
Menurut Ida Rsi Putra Manuaba, Bali dan Odisha memiliki berbagai kesamaan budaya yang dapat menjadi kekuatan baru dalam membangun kerja sama masa depan.
Klungkung dan Cuttack, misalnya, memiliki kekayaan seni dan kerajinan dengan sejumlah kemiripan, antara lain Lukisan Gaya Kamasan, tenun Endek dan Songket, serta kerajinan perak dan emas.
“Kita tidak hanya melihat apa yang berbeda, tetapi menemukan apa yang kita miliki bersama dan mengembangkannya untuk generasi berikutnya.”
Dalam konteks tersebut, gagasan sister city antara Klungkung dan Cuttack menjadi salah satu peluang yang dapat dikembangkan melalui People to People Diplomacy.
Menuju Kalingga Bali Yatra 2027
Ashram Gandhi Puri Sevagram, Klungkung, bersama jaringan TitiBanda Indonesia–India Sanggam, kini mempersiapkan sejumlah program lanjutan, antara lain TitiBanda Yoga & Art Exchange Program in Odisha, pertukaran generasi muda, seni, budaya, Yoga, pendidikan, serta FGD dan seminar internasional yang melibatkan scholar Bali dan Odisha.
Pada 2027 juga direncanakan Pameran Lukisan dan Kerajinan Tenun Bali di Odisha dan Klungkung, Bali, serta rangkaian International Seminar on Kalingga Bali Yatra.
Seluruh rangkaian tersebut akan membawa tema:
KALINGGA BALI YATRA
Past • Present • Future
From Shared Heritage to Shared Future
Kalingga Bali Yatra diharapkan menjadi jembatan yang menghubungkan warisan sejarah dengan kebutuhan generasi masa depan.
Dari sejarah menuju perjumpaan.
Dari perjumpaan menuju persahabatan.
Dari persahabatan menuju masa depan bersama. (LA-IN)
