Minggu, Desember 14, 2025
BerandaTabananAQUA Sembung Gede Dorong Desa Sandan Jadi Desa Wisata Berbasis Konservasi

AQUA Sembung Gede Dorong Desa Sandan Jadi Desa Wisata Berbasis Konservasi

Baturiti, LAKSARA.ID – PT Tirta Investama Pabrik Sembung Gede (AQUA Sembung Gede) bersama Yayasan Sahabat Timur Indonesia melaksanakan Kick Off Program Desa Wisata Berbasis Konservasi di LIKAWA FARM, Dusun Sandan, Desa Bangli, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kewilayahan Banjar Dinas Sandan, perwakilan Desa Adat Sandan, serta seluruh pengurus dan anggota Kelompok Tani Taru Lestari.

LIKAWA FARM menjadi pusat aktivitas Kelompok Tani Taru Lestari dalam menjalankan program Desa Wisata Berbasis Konservasi, yang merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) AQUA Sembung Gede tahun 2025. Lingkup kegiatan program meliputi penanaman lebih dari 2.000 pohon kopi, 200 pohon alpukat, pembuatan 360 rorak, serta pengembangan ekonomi masyarakat.

Program ini juga selaras dengan inisiatif Tridatu Gastronomi Pemerintah Kabupaten Tabanan yang mengangkat tiga komoditas unggulan daerah, yakni kopi, beras merah organik, dan cokelat premium.

Salah satu komponen penting program ini adalah pembuatan rorak, yakni lubang berupa parit buntu yang dibuat di sekitar kebun. Fungsinya untuk menampung air hujan dan membantu penyerapan ke dalam tanah. Teknik ini dikenal sebagai metode konservasi lahan dan air yang efektif untuk menjaga kelembapan dan kesuburan tanah.

Stakeholder Relation Manager AQUA Sembung Gede, I Nyoman Arsana, menyampaikan bahwa keberadaan LIKAWA FARM diharapkan menjadi wadah edukasi bagi kelompok tani maupun wisatawan.

“Pendampingan yang kami lakukan diharapkan membuahkan hasil berupa lingkungan yang terjaga dengan baik melalui kearifan lokal masyarakat. Potensi tersebut menjadikan LIKAWA FARM sebagai salah satu destinasi wisata edukatif. Kami akan terus mendorong kebaikan ini agar dapat menginspirasi lebih banyak orang,” ujar Arsana.

Ia menambahkan, dalam pelaksanaan program, AQUA bekerja sama dengan Yayasan Sahabat Timur Indonesia sebagai mitra lapangan, serta melibatkan mahasiswa, media, masyarakat desa, dan pemerintah setempat.

“Pendekatan pentahelix ini kami lakukan untuk mewujudkan sinergi yang optimal,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Taru Lestari, I Wayan Sudha Adnyana, mengungkapkan kelompoknya berdiri secara resmi pada tahun 2008 dengan pengesahan dari Pemerintah Desa Bangli dan memiliki 21 anggota yang mengelola lahan seluas 10 hektare.

“Kerja sama dengan AQUA Sembung Gede dan Yayasan Sahabat Timur Indonesia dalam mengembangkan Desa Wisata Berbasis Konservasi ini merupakan hal yang sudah lama kami nantikan,” ujarnya.

Desa Adat Sandan berada di wilayah administratif Dusun Sandan, Desa Bangli, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, pada ketinggian sekitar 780 meter di atas permukaan laut. Terletak di lereng Gunung Adeng, daerah ini memiliki tanah subur jenis etosol yang sangat potensial untuk pertanian dan perkebunan.

Dusun Sandan juga berbatasan langsung dengan kawasan Hutan Bambu Sandan seluas 100 hektare. Dengan udara sejuk dan curah hujan tinggi selama enam hingga tujuh bulan dalam setahun, wilayah ini ideal untuk pengembangan tanaman hortikultura.

Sebagian besar masyarakat Desa Adat Sandan bermata pencaharian sebagai petani dan peternak. Selain menanam tanaman hortikultura, warga juga memelihara sapi, babi, dan ayam kampung. Melalui program Desa Wisata Berbasis Konservasi ini, diharapkan potensi alam dan budaya masyarakat dapat berkembang berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan dan ekonomi lokal. (LA-001)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments