Senin, April 20, 2026
BerandaBulelengRSUD Buleleng Gelar Workshop Tim Ambulans Wujudkan Komunitas Aman

RSUD Buleleng Gelar Workshop Tim Ambulans Wujudkan Komunitas Aman

Buleleng, Laksara.id – Guna meningkatkan profesionalitas tenaga kesehatan ambulans di Buleleng, Pemkab. Buleleng melalui Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) menggelar workshop yang diselenggarakan di Gedung Wanita Laksmi Graha Singaraja, Sabtu, (13/9).

Workshop kali pertama yang menyasar para supir ambulans, tenaga pembekuan, bidan dan para dokter UGD di seluruh puskesmas, Palang Merah Indonesia Kab. Buleleng, rumah sakit negeri ataupun swasta di Kabupaten Buleleng ini merupakan fondasi utama sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat demi mewujudkan masyarakat aman di Kabupaten Buleleng.

Dalam Segalanya, Plt Direktur RSUD Ketut Suteja Wibawa menyampaikan peningkatkan kualitas layanan kegawatdaruratan diperlukan koordinasi yang kuat antar pemangku kepentingan mulai tim ambulans, Dinas Kesehatan dan instansi terkait secara terintegrasi, sehingga respon time layanan semakin cepat yang bermuara pada tingkat kematian dan bantuan pasien rendah.

“Profesionalitas tenaga kegawatdarutan perlu didukung dengan peningkatan kompetensi anggota tim ambulans, sistem komunikasi, peningkatan kualitas sarana dan peralatan serta fasilitas kesehatan dengan harapan memberikan keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat secara efektif,” harapnya.

Sementara itu mewakili Bupati Buleleng, Plt Kepala Dinas Kesehatan dr. Gede Nyoman Sebawa mengatakan RSUD Buleleng sebagai pusat rujukan layanan kesehatan harus didukung peran aktif semua sektor. “Mewujudkan komunitas yang aman diperlukan profesionalisme, sumber daya yang kompeten serta ditunjang sarpras memadai,” ujarnya.

Diharapkan setelah lokakarya ini kemampuan dan koordinasi tim dengan rumah sakit semakin kuat dapat mereview kembali SOP divisi, departemen instansi jika mengalami perubahan. “Kita satukan visi misi dalam tim, terutama tim di lapangan sehingga respon time layanan semakin cepat dan menurunkan angka kematian dan kesakitan pasien,”pungkasnya.

Perlu diketahui ada 4 narasumber yang diundang yakni Putu Arya Nugraha membawa sistem rujukan gawat darurat di Buleleng, kemudian Ns.Budiarsana S.Kep.MNSc membawa materi peningkatan kemampuan dan kapasitas petugas ambulans dan rujukan, lalu Ns.Sri Wahyuni ​​S.Kep.M.Kep dengan materi simulasi alur rujukan dengan table top.

Lanjutan pemateri Ns. Made Martini terkait simulasi tata laksana henti jantung pre-hospital oleh petugas ambulans, terakhir Budiarsana kembali membawakan materi simulasi alur komando dan bentuk komunikasi petugas ambulans. 

Jalannya workshop sangat interaktif, selain para peserta, pemangku kepentingan mulai Kadis Kominfosanti, Plt Kadis Kesehatan dan instansi terkait juga berdiskusi untuk menyamakan persepsi demi membangun Buleleng yang maju di bidang kesehatan. (LA-IN)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments