Sabtu, April 25, 2026
BerandaNasionalUVJF 2025: Jazz Menggema dari Pesisir hingga Puncak Ubud

UVJF 2025: Jazz Menggema dari Pesisir hingga Puncak Ubud

Denpasar, Laksara.id – Lanskap budaya dan keindahan alam Bali kembali menjadi panggung bagi perhelatan musik jazz bertaraf internasional. Menjelang puncak acara Sthala Ubud Village Jazz Festival (UVJF) 2025 yang akan digelar pada 1–2 Agustus mendatang, serangkaian pertunjukan pra dan pasca festival telah disiapkan untuk membentangkan pengalaman musikal yang lebih luas bagi para pencinta jazz.

Festival tahunan yang telah menjadi ikon budaya musik Ubud ini tak hanya menghadirkan dua hari pertunjukan utama, tetapi juga menyuguhkan atmosfer jazz yang meresap hingga ke berbagai penjuru pulau. Dengan pendekatan kuratorial yang selektif dan filosofi bahwa jazz adalah perjalanan ekspresi, UVJF 2025 mempertegas posisinya sebagai festival musik yang inklusif, mendalam, dan berpijak pada keragaman budaya.

Rangkaian pemanasan UVJF 2025 dimulai pada Minggu, 27 Juli 2025, di Reef Beach Club, The Apurva Kempinski, Nusa Dua. Bertempat di tepi Samudra Hindia, konser ini menghadirkan East West European Jazz Orchestra sebagai penampil pembuka. Format big-band yang mereka usung memadukan unsur swing, soul, dan musik rakyat Eropa Timur. Penampilan mereka kian memesona dengan latar matahari terbenam dan debur ombak, menciptakan suasana magis yang menjadikan jazz sebagai lanskap emosional, bukan sekadar sajian musikal.

Selanjutnya, pada Rabu, 30 Juli 2025, atmosfer berpindah ke kawasan Sanur, tepatnya di The Garden, The Meru Sanur. Di bawah cahaya taman yang hangat dan hembusan angin laut yang sejuk, Bojan Cvetković Quartet dari Serbia tampil membawakan jazz modern dengan sentuhan khas Balkan. Musik mereka yang kompleks secara ritmis namun penuh kebebasan improvisasi menghadirkan nuansa kontemporer yang menyegarkan di tengah suasana tropis Bali.

Kehadiran musisi dari berbagai penjuru dunia serta penyebaran lokasi konser yang mencakup kawasan pesisir hingga pedalaman Ubud menjadi bukti bahwa UVJF 2025 bukan sekadar festival, melainkan bentuk perayaan atas keberagaman suara, ruang, dan rasa dalam musik jazz.

Puncak acara UVJF 2025 akan berlangsung di Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud, dengan deretan musisi nasional dan internasional yang siap menyemarakkan panggung. Festival ini dipastikan menjadi salah satu agenda budaya paling dinanti di Bali tahun ini.

Keesokan harinya, Kamis, 31 Juli 2025, giliran ROUGE dari Prancis mengambil alih panggung di Bumi Kinar, Ubud. Trio ini membentuk suasana introspektif dengan sentuhan melankolis yang modern. Mereka menyulam lirisisme klasik dan tekstur eksperimental dalam sebuah perjalanan musik yang mengalun pelan namun menghunjam. Adapun ROUGE didukung oleh Institute Francaise Indonesie.

Puncak festival sendiri berlangsung pada 1–2 Agustus 2025 di Sthala Ubud Bali, bagian dari jaringan Marriott International. Dikelilingi oleh rimbunnya hutan tropis dan aliran Sungai Wos, UVJF kembali menghadirkan panggung yang tidak hanya menonjolkan keunggulan musikal, tetapi juga koneksi mendalam antara musik, tempat, dan manusia. Penyelenggara menargetkan kehadiran 3.400 pengunjung, mencerminkan peningkatan 20% dari tahun sebelumnya. Seluruh kamar hotel tempat festival digelar telah terisi penuh, menandakan antusiasme tinggi dari pengunjung lokal maupun internasional.

Sebagai penutup, Minggu, 3 Agustus 2025, Samasta Lifestyle Village di Jimbaran menjadi tempat digelarnya konser post-event. Grup SILK dari Dortmund, Jerman, membawakan alunan funk, fusion, dan soul yang energetik. Dengan irama yang membuncah dan penuh groove, mereka mengemas keseluruhan rangkaian festival dalam nada yang optimis dan membangkitkan semangat.
Menurut Yuri Mahatma, co-founder UVJF, keberadaan pre-event dan post-event adalah cerminan filosofi festival ini sejak awal berdiri. “Kami ingin membangun kesadaran bahwa jazz bukan sekadar konser dua hari. Jazz adalah gelombang — dan gelombang itu harus terasa sejak awal dan bergema sesudahnya,” ungkapnya. “Kami merancang keseluruhan rangkaian ini agar penonton merasakan denyut jazz sebagai pengalaman yang utuh.”

UVJF tak hanya tampil sebagai festival musik, tetapi juga sebagai ruang pertemuan lintas budaya, generasi, dan perspektif. Dalam semangat keberlanjutan dan kolaborasi komunitas, festival ini terus bergerak maju, membuka ruang-ruang baru bagi ekspresi dan resonansi. Seperti jazz itu sendiri, UVJF hidup dalam improvisasi, tumbuh dalam dialog, dan meresonansi jauh melebihi batas panggung tempat ia dimainkan. (LA-IN)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments