Selasa, Januari 13, 2026
BerandaBadungBulan Bahasa Bali VII dan UDG, Bendesa Adat Pecatu Tekankan Jangan Hanya...

Bulan Bahasa Bali VII dan UDG, Bendesa Adat Pecatu Tekankan Jangan Hanya Seremonial

Badung, Laksara.id – Desa Adat Pecatu menggelar lomba Bulan Bahasa Bali VII yang dirangkai dengan Utsawa Dharma Gita (UDG) Tahun 2025. Acara yang disambut antusias krama dan tokoh setempat ini, dibuka secara resmi Bendesa Adat Pecatu, Made Sumerta, Minggu (23/2/2025), melalui pemukulan gong. Dalam sambutanya, Sumerta mengapresiasi dengan apa yang digagas Gubernur Bali terkait pelaksanaan Bulan Bahasa Bali yang pelaksanaannya secara serentak di seluruh Bali. Sumerta menekankan kepada masyarakat Desa Adat Pecatu agar momen Bulan Bahasa Bali ini, tidak hanya sekadar seremonial semata, tetapi ada hasil yang diperoleh dalam pelestarian adat dan budaya Bali.

“Kemampuan bahasa Bali yang baik dan benar harus dipraktekkan di lingkungan keluarga, sehingga bahasa ibu atau bahasa Bali bisa menjadi komunikasi yang biasa dilakukan minimal di rumah atau lingkungan keluarga,” sarannya. Lain halnya dengan sastra Bali yang harus memiliki kekhususan dalam hal skill. Tetapi kalau berbahasa Bali yang dipakai sehari-hari agar tetap dipertahankan. Sebab, tidak hanya di lingkungan keluarga, bahasa Bali juga akan dipergunakan di setiap acara, seperti upacara Yadnya. Terlebih Desa Adat Pecatu sebagai daerah pariwisata, bahasa Bali tidak boleh tergerus dan bisa sebagai perantara dalam hal memperlancar komunikasi.

“Desa Adat Pecatu akan melaksanakan kegiatan berupa Dresta Lango pada pergantian tahun caka mendatang,” imbuhnya. Sementara Ketua Panitia Kegiatan, Nyoman Taka mengatakan pelaksanaan Bulan Bahasa Bali dan UDG ini mengacu pada Surat Edaran (SE) Gubernur Bali No.12 Tahun 2024, serta surat keputusan Desa Adat Pecatu terkait kepanitian pelaksanaan Bulan Bahasa Bali Tahun 2025 ini. Ada 9 cabang yang dilombakan dalam Bulan Bahasa Bali ini, dan diikuti 83 orang peserta.

Untuk pembiayaan kegiatan berasal dari bantuan perbekel dari anggaran pemerintahan desa Rp30 juta, bantuan dari bupati terpilih Rp25 juta, dan APND berencana Provinsi Bali Rp45 juta, serta kas dari Desa Adat Pecatu. Ketua Widya Sabha Desa Adat Pecatu, Nyoman Diana mengatakan tujuan dari pelaksanaan Bulan Bahasa Bali dan UDG ini, yakni untuk meningkatkan pengetahuan anak-anak, remaja sampai dewasa terkait etika estetika yang terkandung dalam seni adat dan budaya yang merupakan warisan leluhur.

Salah serorang peserta, Ni Ketut Putri Dewi didampingi Ni Kadek Dwi Maharani Asari mengaku senang mengikuti perlombaan Dharma Wacana berbahasa Inggris terkait Bulan Bahasa Bali tahun ini. “Dengan adanya Utsawa Darma Gita dalam rangka Bulan Bahasa Bali ini diharapkan mampu untuk menumbuhkan rasa cinta dan melestarikan bahasa dan budaya Bali,” pungkasnya. (*)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments