Sabtu, April 18, 2026
BerandaDenpasarBangun Fondasi Kesehatan Sejak Awal dengan Nutrisi Tepat

Bangun Fondasi Kesehatan Sejak Awal dengan Nutrisi Tepat

Denpasar, Laksara.id – Kelahiran merupakan proses yang menandakan dimulainya kehidupan baru, baik bagi anak maupun orang tua. Oleh sebab itu, setiap proses kelahiran, baik melalui kelahiran pervaginam maupun kelahiran caesar (sectio caesarea), merupakan proses yang mulia dan bermakna bagi setiap ibu.

Berbeda dengan persalinan normal, jumlah persalinan sectio caesarea (SR) atau caesar terus meningkat di Indonesia hingga mencapai 25,9% atau lebih dari 1 di antara 4 kelahiran pada tahun 2023, dengan DKI Jakarta mencatatkan angka sebesar 40,8%. Jumlah ini diprediksi akan terus meningkat di dekade mendatang. Dalam lima tahun terakhir, prevalensi persalinan caesar di Indonesia meningkat dari 17,6% menjadi 25,9%. Persalinan caesar dapat menyebabkan ibu menderita nyeri fisik pasca melahirkan dan mengalami pemulihan pascanatal yang lebih lama dan lebih sulit. Kondisi ini juga dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis ibu. Oleh karena itu, pasca caesar, ibu akan lebih fokus pada pemulihan kesehatannya. Kesadaran tentang dampak negatif operasi caesar pada bayi masih sangat rendah, dengan hanya satu dari lima calon ibu yang mengetahui hal ini. Oleh sebab itu, penting untuk memperhatikan perkembangan kesehatan ibu dan bayi setelah proses kelahiran agar keduanya tetap sehat.

Karenanya, RSIA Puri Bunda Denpasar mengadakan acara C-Section Awareness Month dan mengundang para ibu untuk berbagi informasi tentang perawatan pasca kelahiran caesar, baik untuk ibu maupun bayi. Acara ini menghadirkan Dr Gde Bagus Rizky Kornia, , Dr I Made Darma Yuda, M Biomed, serta salah satu mom-fluencer yang juga memiliki riwayat kelahiran caesar, Annisa Soebandono.

Dr Gde Bagus Rizky Kornia, mengatakan bahwa jika dilakukan sesuai dengan indikasi medis, operasi caesar dapat mencegah mortalitas dan morbiditas ibu dan anak secara efektif. Meskipun demikian, dampak kelahiran melalui metode ini berbeda bagi anak. Pertama, anak yang lahir pervaginam secara alami akan terpapar bakteri baik pada jalan lahir ibu, seperti Bifidobacteria, Lactobacillus, dan Prevotella. Bakteri ini dapat menunjang perkembangan imunitas serta maturitas saluran cerna anak. Sebaliknya, kelahiran caesar dapat menyebabkan anak terpapar bakteri buruk (patogen) yang berada pada permukaan kulit ibu, seperti Staphylococcus, Corynebacterium, dan Propionibacterium spp. Paparan bakteri ini berisiko mengganggu keseimbangan bakteri dalam usus (disbiosis) dan dapat memengaruhi kesehatan anak di masa depan.

“Disbiosis usus adalah ketidakseimbangan jumlah mikrobiota baik dan buruk (patogen) yang dapat mengakibatkan gangguan fungsi usus, mengaktifkan sel-sel inflamasi, dan berhubungan dengan berbagai penyakit. Disbiosis usus ini dapat meningkatkan risiko penyakit asma sebesar 41%, alergi sebanyak 21%, infeksi pernapasan sebesar 29%, serta penurunan skor kemampuan numerik hingga 10% dari standar deviasi di masa pertumbuhannya,” tutur Dr Gde Bagus Rizky Kornia.

Dr I Made Darma Yuda, M Biomed, menambahkan, baik kelahiran pervaginam maupun caesar, keduanya harus memperhatikan asupan nutrisi yang penting untuk anak, kesehatan, dan daya tahan tubuhnya. ASI adalah sumber nutrisi paling lengkap, mengandung laktosa sebagai sumber karbohidrat, lemak, protein, prebiotik, probiotik, serta vitamin dan mineral.

“ASI mengandung oligosakarida (prebiotik) dan berbagai bakteri baik seperti Bifidobacteria (probiotik), yang bersama-sama membentuk sinbiotik, terbukti dapat meningkatkan kekuatan sistem imun anak. Sinbiotik membantu menurunkan kejadian ISPA, mencegah alergi makanan, dan meningkatkan toleransi terhadap asma,” jelas Dr I Made Darma Yuda.

Penelitian juga membuktikan bahwa sinbiotik memiliki peran penting dalam mengembalikan bakteri baik pada anak yang lahir secara caesar. Sinbiotik dapat memulihkan kondisi saluran cerna sejak hari-hari pertama kehidupan. Dengan saluran cerna yang sehat, kesehatan dan imunitas anak juga akan terjaga, mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan di masa pertumbuhannya.

Mom Influencer, Annisa Soebandono, berbagi pengalamannya. “Kedua anak saya lahir secara caesar dan saya pribadi mengalami kesulitan dalam memberikan ASI secara eksklusif setelah persalinan. Saya sempat mengalami mastitis, yaitu penyumbatan pada puting payudara yang menyebabkan sulitnya ASI keluar. Setelah dilakukan tindakan laser, saya akhirnya bisa memberikan ASI eksklusif. Namun, pada awalnya saya mengalami over-supply, dan setelah 6 bulan, produksi ASI saya menurun karena kelelahan. Setelah anak saya berusia satu tahun, saya melengkapi nutrisinya dengan susu formula sesuai anjuran dokter,” ungkap Annisa Soebandono.

Annisa juga menyampaikan bahwa kegiatan edukasi bersama RSIA Puri Bunda Denpasar membuka wawasan tentang proses kelahiran dan setiap detail yang memengaruhi anak. Dengan demikian, ibu lebih siap dan tidak khawatir dalam memberikan yang terbaik untuk anak, terutama dalam memenuhi kebutuhan nutrisi yang tepat untuk masa depannya.

Direktur RSIA Puri Bunda Denpasar, Dr Anak Agung Budiastiani, mengungkapkan kebanggaannya dapat berkontribusi dalam kegiatan edukasi untuk memperingati C-Section Awareness Month 2024. “Kami berharap melalui kegiatan edukasi ini, ibu mendapatkan informasi yang bermanfaat langsung dari para ahli dan berbagi pengalaman sebagai orang tua. Semoga kegiatan ini dapat memberikan dampak positif terhadap setiap tahap perkembangan anak,” harap Dr Anak Agung Budiastiani.

Peserta Talkshow, Ni Kadek Ari Suarningsih, mengatakan bahwa melalui kegiatan dari RSIA Puri Bunda Denpasar, sebagai ibu, ia lebih memahami bahwa persalinan caesar tidak hanya berdampak pada ibu, tetapi juga pada anak. “Sebagai orang tua, tentu banyak aspek yang harus dipertimbangkan dan diperhatikan untuk kesehatan anak di masa depan, mulai dari proses persalinan hingga pemenuhan nutrisi yang tepat dalam masa pertumbuhannya,” ujar Ni Kadek Ari Suarningsih. (LA-IN)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments