Sabtu, Maret 7, 2026
BerandaAdvertorialUniversitas Trisakti Anugrahi Gubernur Bali Wayan Koster ‘Sustainability Leadership Award’

Universitas Trisakti Anugrahi Gubernur Bali Wayan Koster ‘Sustainability Leadership Award’

Denpasar, LAKSARA.ID – Universitas Trisakti menganugerahi Gubernur Bali, Wayan Koster
penghargaan nasional ‘Sustainability Leadership Award’ bertepatan pada
rahina Tumpek Landep, Sabtu (Saniscara Kliwon, Landep) 3 Juni 2023.
Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Pjs Rektor Universitas
Trisakti, Prof Dr Ir Kadarsah Suryadi, DEA kepada Murdaning Jagat
Bali, Wayan Koster di Gedung Gajah, Jaya Sabha, Denpasar yang
disaksikan langsung oleh Pimpinan OPD Pemerintah Provinsi Bali, Rektor
UNHI Prof Dr drh I Made Damriyasa, MS dan disaksikan secara daring
oleh jajaran Universitas Trisakti.

Universitas Trisakti menilai ‘Sustainability Leadership Award’’ ini
berhak diberikan kepada Gubernur Bali, Wayan Koster. Karena Ketua
DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali yang memimpin Pemerintah Provinsi
Bali dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan
Semesta Berencana menuju Bali Era Baru adalah pemimpin daerah yang
mampu membangkitkan ekonomi dengan mengimplementasikan kinerja
Ekonomi Kerthi Bali ditengah keterpurukan perekonomian nasional dan
Bali akibat Pandemi COVID-19.

Universitas Trisakti selain menganugerahi Gubernur Bali, Wayan
Koster penghargaan nasional ‘Sustainability Leadership Award’, tercatat
pula memberikan apresiasi kepada Ketua Kelompok Petani Garam
Sarining Segara Klungkung, PT Impack Pratama Industri, Tbk, dan
Kerthi Bali Research Centre yang telah berkontribusi nyata mewujudkan
konsep Ekonomi Kerthi Bali. Dalam acara tersebut, Gubernur Wayan
Koster bersama Pjs Rektor Universitas Trisakti, Prof Dr Ir Kadarsah
Suryadi, DEA juga melakukan penandatanganan kesepakatan bersama
antara Pemerintah Provinsi Bali dengan Universitas Trisakti untuk
melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Provinsi Bali.

Rektor Universitas Trisakti, Prof. Kadarsah Suryadi melaporkan
penghargaan ini diberikan, setelah sebelumnya Kami mengamati kinerja
pemimpin di Indonesia pasca 2 (dua) tahun yang lalu seluruh dunia
termasuk Provinsi Bali mengalami Pandemi COVID-19 yang memberikan

dampak terhadap penurunan kualitas kesehatan, penurunan di segala
sektor perekonomian hingga berakibat terjadinya masalah sosial.

Sebelum pemberian penghargaan ini dilaksanakan, Kami awali dengan
serangkaian kegiatan sejak Februari tahun 2022 atau saat itu Pandemi
COVID-19 sedang melanda Kita, dan kemudian Kita melakukan
observasi langsung ke lapangan untuk melihat rangkaian implementasi
konsep Ekonomi Kerthi Bali yang didukung oleh akademik, bisnis,
comunity, dan government.

Universitas Trisakti yang bekerjasama dengan Universitas Hindu
Indonesia (UNHI) melakukan kegiatan sebagai berikut : 1) mengadakan
diskusi secara virtual dengan tema ‘Bangkitkan Baliku’ pada 17 Februari
2022; 2) melakukan Konferensi Ekonomi Kerthi Bali pada 16 April 2022
di Bali, pada acara ini Universitas Trisakti ikut memaparkan konsep
tujuan pembangunan berkelanjutan yang sejalan dengan konsep
Ekonomi Kerthi Bali; 3) melakukan asesmen lingkungan, sosial, dan tata
kelola atas program Ekonomi Kerthi Bali pada 26 – 29 Desember 2022;
dan 4) melakukan pendampingan atas program kerjasama dengan PT
Impack Pratama Tbk dan BCA untuk kegiatan kawasan produksi di
Perancak, Jembrana yang telah diresmikan, Jumat 2 Juni 2023 oleh Ny
Putri Suastini Koster sebagai Ketua TP PKK Provinsi Bali.

Selama kunjungan lapangan pada 2 – 29 Desember 2022, Tim dari
Universitas Trisakti dan UNHI telah melakukan observasi atas penerapan
peraturan Pemerintah Daerah yang mendukung program Ekonomi Kerthi
Bali. Kunjungan dilakukan ke sektor pertanian, kelautan, dan perikanan,
industri, IKM dan UMKM, koperasi, serta sektor pariwisata. Program –
program setiap sektor ini, telah memberi pemberdayaan ke masyarakat
yang berdampak terhadap ekonomi masyarakat, sehingga Kita bisa
mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan.

Atas semua kegiatan yang baik ini, dan terutama didukung dengan
Peraturan Daerah yang menjadi payung kegiatan, maka Kami
memberikan apresiasi kepada Gubernur Bali, Wayan Koster berupa
penghargaan ‘Sustainability Leadership Award’ sebagai bentuk dukungan
atas implementasi konsep Ekonomi Kerthi Bali dan dukungan atas
percepatan tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan.
Dukungan dan apresiasi ini Kami wujudkan juga dengan
penandatanganan MoU antara Pemerintah Daerah Provinsi Bali dengan

Universitas Trisakti. Kami sangat berharap agar kegiatan yang sudah
ada dapat dibina dan dikembangkan untuk mencapai keberlanjutan.
Harapan selanjutannya agar program – program diversifikasi Ekonomi
Kerthi Bali dapat dikembangkan dan tidak berhenti sampai disini,
sehingga benar – benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat
Bali.Kepemimpinan Gubernur Bali, Wayan Koster di masa Pandemi
COVID-19 telah melakukan transformasi ekonomi Bali secara struktural
dan transformasi perubahan dalam tata cara kehidupan dunia usaha.
“Transformasi ekonomi tersebut sangat membangun ekonomi Bali
menjadi lebih hijau dan berkelanjutan dengan konsep Ekonomi Kerthi
Bali. Sekali lagi, atas segala upaya tersebut, maka Universitas Trisakti
memberikan apresiasi yang setinggi – tingginya kepada Gubernur Bali,
Bapak Wayan Koster yang telah mengimplementasikan konsep Ekonomi
Kerthi Bali untuk terus dilaksanakan demi terwujudnya pembangunan
Bali yang sehat, berbudaya, ramah lingkungan, dan menjadi
kebanggaan Indonesia untuk generasi saat ini hingga yang akan
datang,” tutupnya.

Gubernur Bali, Wayan Koster dalam sambutannya menyampaikan
terimakasih kepada Universitas Trisakti yang telah memberikan
penghargaan kepada Saya sebagai Gubernur Bali atas kebijakan
melakukan transformasi perekonomian Bali dengan konsep Ekonomi
Kerthi Bali.

Gubernur Bali menceritakan, lahirnya ide transformasi
perekonomian Bali ketika Pandemi COVID-19 muncul yang memberikan
dampak negatif terhadap kepariwisataan dan perekonomian Bali. Karena
sejak lama ekonomi Bali sangat bergantung dengan pariwisata.
Sumbangan pariwisata terhadap perekonomian Bali lebih dari 54 persen.

Suka dukanya menjadi daerah pariwisata, ketika situasi normal
jumlah kedatangan wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara
sampai mencapai target bahkan melebihi target, sehingga langsung
berdampak terhadap tingginya pertumbuhan perekonomian Bali yang
selalu berada diatas pertumbuhan nasional. Kemudian duka menjadi
daerah pariwisata, ketika Bali mengalami gangguan berupa ancaman
keamanan seperti pernah terjadi Bom Bali I, Bom Bali II yang membuat

perekonomian Bali langsung terganggu, karena pariwisatanya
terganggu. Namun kedua peristiwa tersebut cepat bisa dipulihkan.

Namun yang betul – betul memberikan dampak besar terhadap
kepariwisataan Bali dengan waktu yang sangat lama, ialah munculnya
Pandemi COVID-19. Pertama kali kasus ini muncul di Bali pada tanggal
10 Maret 2020, tahun 2021 muncul varian delta, dan terus berkembang
sampai dua tahun lebih Pandemi COVID – 19 menimpa Bali. Dalam
keadaan ini, Saya bekerja ekstra keras menangani Pandemi COVID – 19
bekerjasama dengan Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali,
Bupati/Walikota, Camat, Desa Dinas/Kelurahan, hingga Desa Adat
dengan memberlakukan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan
Masyarakat (PPKM).

Bali lebih dulu menerapkan kondisi darurat COVID-19 dari
nasional. Sebelum adanya PPKM Saya juga terlebih dahulu menerapkan
Pengendalian COVID – 19 berbasis Desa Adat. “Ketika sejumlah negara
memberlakukan lockdown, termasuk banyak yang memancing supaya
Indonesia hingga Saya didorong untuk menerapkan lockdown, namun
Saya ambil keputusan kebijakan lockdown tidaklah tepat,” tegas mantan
Anggota DPR RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini.

Dengan kesabaran dan kecerdasannya, Murdaning Jagat Bali,
Wayan Koster memberlakukan sejumlah tahapan untuk mengendalikan
Pandemi COVID – 19, baik secara niskala maupun sakala, yaitu : 1)
Ngrastiti Bhakti ke seluruh Pura di Bali untuk memohon restu kepada
alam Bali agar COVID – 19 bisa lebih cepat dikendalikan; 2) Mempelajari
Lontar Widhisastra Roga Sanghara Bhumi; 3) Membentuk SATGAS
Gotong Royong Pencegahan COVID-19 berbasis Desa Adat; 4)
Memprogramkan vaksinasi berbasis Desa Adat dengan hasil vaksinasi
pertama 108 persen, vaksinasi kedua 98 persen, dan vaksinasi booster
80 persen hingga menjadikan Bali sebagai Provinsi paling tertinggi dan
tercepat di Indonesia dalam melaksanakan vaksinasi COVID – 19; dan
5) Memberlakuan kebijakan Wisatawan Mancanegara (Wisman) masuk
ke Bali tanpa karantina tanggal 7 Maret 2022, dengan hasil tidak ada
peningkatan kasus, meskipun sampai Desember 2022 kunjungan
Wisman ke Bali meningkat dari yang ditargetkan, yaitu berjumlah 2,1
juta.

Kebijakan niskala dan sakala yang Saya laksanakan dalam
melakukan pengendalian Pandemi COVID – 19 bertujuan untuk menjaga
kesehatan masyarakat dan mempercepat kepercayaan publik ditingkat
nasional hingga internasional terhadap Bali. “Ini strategi yang sangat
efektif, sampai Bapak Kapolri, Bapak Panglima TNI beserta Pemerintah
Pusat memberikan Bali penghargaan dengan kategori Penanganan
Pandemi COVID – 19 terbaik,” kata Wayan Koster yang disambut tepuk
tangan.

Dampak Pandemi COVID – 19 terhadap ekonomi Bali sangat
terasa, tercatat perekonomian Bali pada tahun 2020 rata – rata
mengalami kontraksi minus 9,31 persen atau terendah di Indonesia dan
dalam sejarah terendah di Bali. Kemudian tahun 2021, pertumbuhan
ekonomi Bali membaik menjadi minus 2,47 persen, tahun 2022 semakin
membaik dengan tumbuh positif sampai akhir tahun secara akumulatif
4,84 persen, dan triwulan I tahun 2023 perekonomian Bali mencapai
6,04 persen atau diatas nasional.

Kenapa perekonomian Bali di triwulan I tahun 2023 bisa mencapai
6,04 persen? Meskipun pariwisata Bali belum normal akibat wisatawan
domestik belum mencapai 60 persen akibat harga tiket pesawat yang
mahal dan Wisman rata – rata ke Bali hanya 14 ribu sampai 15 ribu
perhari. “Jadi perekonomian Bali di triwulan I tahun 2023 bisa mencapai
6,04 persen, karena hal ini diakibatkan oleh adanya perubahan struktur
perekonomian Bali yang berkontribusi terhadap PDRB,” ungkap
Gubernur Bali jebolan ITB ini.

Walaupun demikian, dengan Pandemi COVID – 19 pelajaran
pertama yang Kita raih adalah ilmu baru, pengetahuan baru,
paradigma baru untuk memecahkan masalah yang belum pernah ada
teorinya. Pelajaran kedua yang Saya dapat adalah bagaimana agar
ekonomi Bali kedepan tidak lagi bergantung pada dominasi satu sektor
pariwisata, namun ekonomi Bali harus ditransformasikan melalui konsep
Ekonomi Kerthi Bali dengan memiliki 6 sektor unggulan, yaitu : 1)
Pertanian dengan pertanian organik; 2) Sektor Kelautan dan Perikanan,
3) Sektor Industri Manufaktur dan Industri Budaya Branding Bali, 4)
Sektor IKM, UMKM dan Koperasi, 5) Sektor Ekonomi Kreatif dan Digital,
dan 6) Sektor Pariwisata. (LA-Yog)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments