Gede Dana Support Warga Dirikan Koperasi untuk Pasarkan Arak Bali

326 Views

Karangasem, LAKSARA.ID – Sebagian warga yang berprofesi sebagai penyuling atau pembuat arak tradisional, merasakan kesulitan untuk memasarkan produknya kepada konsumen. Kondisi ini disebabkan karena pembuat arak mayoritas tinggal di daerah, sehingga kesulitan untuk memasarkan produk hingga keluar wilayahnya.

“Dahulu pembuat arak itu juga sering disebut pelanggar aturan, karena memproduksi minuman beralkohol. Tidak heran jika sebelumnya minuman ini dipasarkan secara sembunyi-sembunyi,” kata Ketua DPRD Kabupaten Karangasem I Gede Dana ketika ditemui di Manggis, baru-baru ini.

Dia melanjutkan, terkait kendala ini, maka Gede Dana berencana mensupport penuh warga yang menyandarkan penghasilan dengan membuat arak ini. “Nanti pemerintah akan konsen melakukan pendampingan dan memfasilitasi pembentukan koperasi untuk memasarkan arak,” ujar Gede Dana.

Dia meneruskan, secara turun temurun banyak orang yang melakoni pekerjaan sebagai pembuat arak di Karangasem. Ada yang sampai sukses menyekolahkan anak-anak dan menghidupi keluarganya.

Arak juga tidak bisa dinilai secara negatif sebagai minuman memabukkan belaka. Kenyataannya, arak juga bisa digunakan sebagai minuman kesehatan jika dikonsumsi dengan dosis tepat. Selain itu, arak juga dapat dimanfaatkan sebagai penghangat kaki yang pegal dan dipakai sebagai sarana upacara.

“Terbitnya Pergub No. 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali makin menguatkan eksistensi pembuat minuman tradisional. Ada pengaturan regulasi dan pemasaran, sehingga bisa mengangkat derajat kesejahteraan pembuat arak,” tegasnya.(010)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *