Kamis, Juli 18, 2024
BerandaAdvertorialSosialisasikan Pergub 47 Tahun 2019, Gede Dana Imbau untuk Kelola Sampah

Sosialisasikan Pergub 47 Tahun 2019, Gede Dana Imbau untuk Kelola Sampah

Karangasem, LAKSARA.ID – Ketua DPRD Kabupaten Karangasem I Gede Dana menghadiri acara sosialisasi dan aksi Pergub No. 47 tahun 2019 yang bertempat di kawasan wisata Candidasa, pada Minggu (15/3/2020).

Turut hadir pada acara itu Wabup  Karangasem Artha Dipa selaku Majelis Desa Adat, dan Kasatpol PP Karangasem Ketut Wage Saputra, Kepala Sekolah dan siswa-siswa SMA 1 Manggis, SMK 1 Manggis, serta SMA Darma Kirti Sengkidu.

Gede Dana dalam sambutanya mengatakan, sampah adalah masalah bersama. Ia menghimbau kepada seluruh masyarakat agar punya tanggung jawab bersama untuk mengelola sampah, serta menjaga kebersihan pantai pada khususnya, karena Bali tergantung kepada pariwisata dan pantai termasuk di dalamnya. “Hendaknya warga juga punya inisiatif bisa memilah sampah organik dan nonorganik,” ujarnya.

Selanjutnya ia kembali mengimbau supaya warga sedapat mungkin mengurangi penggunaan sampah sekali pakai, terutama kantong plastik, sedotan plastik dan styrofoam dan menggunakan serta memperlakukan sampah sebijak mungkin. Di samping itu juga melakukan penanganan sampah dengan melakukan pengelolaan sampah pada sumbernya, yaitu mengumpulkan, memilah dan mengolah sampah yang dihasilkan sendiri mulai dari tingkat rumah
tangga, sekolah, kantor-kantor pemerintah maupun swasta, pasar dan tempat-tempat usaha lainnya.

Dikatakannya, Bali sedang mengalami krisis kebersihan dan ancaman virus corona yang mulai menghantui. Ia mengajak menyikapi hal ini dengan memperhatikan Tri Hita Karana, yaitu memperhatikan lingkungan sekitar .
“Mari kita selamatkan pantai dengan menjaga kebersihan pantai Bali pada umumnya dan Karangasem pada khususnya, karena Bali ini bisa maju, akibat dari majunya parawisata. Maka dari itu hal yang  wajib kita lakukan, yaitu terutama menjaga dari kebersiahanya, Kita bayangkan jika pantai kotor  tidak mungkin tamu wisatawan akan  nyaman jika berkunjung, dan semua adik- adik yang hadir disini saya rasa sebagian besar tergantung dari parwisata, tanpa pariwisata, daerah akan berekonomi lemah, jadi intinya bali ini tergatung pada parawisata,” katanya.

Dia melanjutkan, dengan mengajak bersama sama membangkitkan kesadaran tentang sampah. “Dan saya imbau kepada siswa menjaga kebersihan bukan  hanya di sekolah saja mengelola sampah, melainkan di lingkungan rumah sekitar. Saya minta kepada kepala sekolah, ikut tetap mensosialisasikan kepada semua siswa,  medorong masyarakat dan desa adat supaya mengimbau agar setiap desa adat di karangasem mempunyai perarem pengolahan sampah,” ujarnya.

Ged Dana juga menambahkan, “Sebagai komitmen saya menjaga kelestarian lingkunagn, tentu kegiatan-kegiatan seperti ini akan terus saya dorong untuk terus dilakukan, karena dengan gerakan ini akan lebih mengena dalam melakukan edukasi dalam upaya menjaga dan melestan’kan lingkungan yang terbebas dari sampah, utamanya  samapah plastik. Untuk itu marilah kita sayangi bumi, bersihkan dari sampah.

Dalam kesempatan itu Gede Dana mengapresiasi kegiatan ini dan mengucapkan banyak terima kasih dan penghargaan yang tinggi  kepada Panitia Pelaksana Yowana Desa Adat Provinsi Bali yang telah melaksanakan kegiatan di kawasan  dan tentunya hal ini sangat baik, terlebih lagi sekarang ini terjadi penurunan kunjungan pariwisata baik wisatawan domestik maupun mancanegara terkait dengan merebaknya penularan virus corona yang sekarang disebut dengan Covid-19.

Mengenai virus Covid 19 , ia mengharapkan masyarakat tidak panik. “Kita perlu teliti, saya imbau jangan mengirim berita yg tidak pasti karena itu sangat berpengaruh sekali pada  masyrakat. Masyarakat juga teliti dalam hal ini misalkan nanti ada orang masuk rumah mengaku petugas penyemprotan dan lain sebagainya harus ditanyakan detail identitasnya, sehingga tidak ada orng yg sengaja memanfaatkan dalam situasi saat ini. Harapan ke depan kegiatan seperti ini tetap bisa dilaksanakan dan masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan, mengelola sampah sesuai Peraturan Gubenur Bali Nomor 47 tahun 2019 dengan meninggalkan paradigma lama.
Kumpul Angkut buang, menjadi paradigma baru yaitu, mengumpulkan memilah- mengolah,” katanya. (010)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments