Sabtu, Oktober 10, 2026
BerandaBulelengPutri Koster Ajak Desainer Buleleng Keluar dari Tempurung, Peluang Tampil di Luar...

Putri Koster Ajak Desainer Buleleng Keluar dari Tempurung, Peluang Tampil di Luar Negeri Terbuka

Singaraja, Laksara.id – Karya perajin dan desainer lokal memiliki peluang untuk dikenal lebih luas, termasuk hingga ke panggung internasional. Namun, kesempatan itu perlu diiringi keberanian untuk berinovasi, menjaga kualitas, dan menampilkan karya yang mampu bersaing.

Pesan tersebut disampaikan Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, saat menghadiri Dekranasda Fashion Road Show bertema “Wastra Hita Kara” di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja, Buleleng, Kamis (8/10/2026).

Melalui kegiatan yang digelar bergilir di kabupaten/kota tersebut, Dekranasda Bali berupaya memperluas promosi wastra dan kerajinan lokal sekaligus memberikan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta desainer daerah untuk menunjukkan kreativitasnya.

Putri Koster menjelaskan, Dekranasda Bali memiliki tiga program utama peragaan busana, yakni Dekranasda Fashion Road Show, Dekranasda Bali Fashion Day, dan Dekranasda Bali Fashion Week. Ketiganya menjadi bagian dari upaya mengembangkan fesyen berbasis wastra Bali dan mendorong pertumbuhan industri kreatif.

Ia berharap pembinaan yang selama ini dilakukan di tingkat provinsi dapat menjangkau lebih banyak pelaku UMKM dan desainer di kabupaten/kota. Dengan begitu, karya lokal tidak hanya dikenal di daerah sendiri, tetapi juga berpeluang menembus pasar yang lebih luas.

“Kami ingin membina UMKM yang ada di kabupaten dan juga para desainernya. Harapannya ke depan mereka bisa membuka tempurungnya, sehingga karya-karya mereka bisa keluar dan dikenal lebih luas,” ungkapnya.

Peluang untuk tampil di luar negeri juga disiapkan bagi desainer daerah. Putri Koster mengatakan, desainer dari kabupaten/kota berkesempatan mengikuti peragaan busana internasional melalui proses kurasi untuk menilai kualitas, kreativitas, dan kesiapan karya yang akan ditampilkan.

“Ketika nanti kami melakukan fashion show ke luar negeri, kami akan mengajak desainer dari kabupaten/kota yang akan kami kurasi. Jadi, kesempatan itu terbuka bagi desainer daerah yang memiliki karya dan kualitas yang siap ditampilkan di tingkat internasional,” jelasnya.

Pengembangan wastra Bali, menurut arah kegiatan tersebut, perlu berjalan beriringan dengan pelestarian budaya dan penguatan ekonomi kreatif. Semangat “Wastra Hita Kara” diharapkan menjadi ruang kolaborasi untuk meningkatkan nilai tambah produk serta membuka peluang pasar bagi para perajin dan pelaku UMKM.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Buleleng, Ny. Wardhany Sutjidra, mengapresiasi pelaksanaan Dekranasda Fashion Road Show di Buleleng. Ia menilai kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi kerajinan daerah, khususnya kain endek, sekaligus memperluas promosi produk perajin dan UMKM setempat.

Wardhany juga mengingatkan bahwa kain endek bukan sekadar produk kerajinan, melainkan bagian dari warisan budaya yang perlu dijaga keberlanjutannya. Dukungan dan pembinaan dari Dekranasda Provinsi Bali diharapkan dapat membantu perajin Buleleng meningkatkan kualitas serta daya saing produknya.

“Ketua Dekranasda Provinsi Bali selalu mengingatkan kami bahwa endek bukan hanya sebuah kerajinan biasa, tetapi juga merupakan warisan budaya,” ujarnya.

Melalui Dekranasda Fashion Road Show “Wastra Hita Kara”, kolaborasi pemerintah, perajin, UMKM, dan desainer lokal diharapkan semakin kuat. Upaya tersebut tidak hanya bertujuan menjaga keberadaan wastra Bali, tetapi juga mendorong karya daerah agar memiliki kesempatan bersaing di pasar nasional hingga internasional. (LA-IN)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments