Kamis, September 10, 2026
BerandaDenpasarPutri Koster Dorong Gerakan Anggrek Kembali, Anggrek Lokal Bali Didorong Jadi Primadona

Putri Koster Dorong Gerakan Anggrek Kembali, Anggrek Lokal Bali Didorong Jadi Primadona

Denpasar, LAKSARA.ID – Ketua DPD Persatuan Anggrek Indonesia (PAI) Bali, Ibu Putri Koster, mendorong pelestarian dan pengembangan anggrek lokal Bali melalui gerakan “Anggrek Kembali”. Upaya tersebut diarahkan untuk menjaga keberadaan sumber daya genetik anggrek asli Bali sekaligus mengembalikan popularitasnya di tengah masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Putri Koster saat menjadi keynote speaker dalam Focus Group Discussion (FGD) Adaptasi dan Pengembangan Sumber Daya Genetik Anggrek Lokal Bali yang berlangsung di Aula Gedung Pascasarjana Universitas Udayana, Selasa (8/9/2026).

Putri Koster mengatakan, saat ini PAI Bali fokus pada pelestarian anggrek lokal, khususnya dari sektor hulu melalui upaya konservasi dan pengembangan sumber daya genetik anggrek asli Bali. Langkah tersebut dinilai penting mengingat sejumlah jenis anggrek lokal yang dahulu mudah dijumpai di lingkungan masyarakat kini mulai mengalami penurunan keberadaan dan minat.

“Banyak sekali anggrek lokal Bali, seperti anggrek linjong, anggrek Vanda tricolor, dan lainnya, yang dahulu banyak dijumpai di rumah-rumah masyarakat. Namun, setelah berpuluh-puluh tahun, keberadaannya mulai berkurang, kurang diminati, dan perlahan ditinggalkan,” ujar Putri Koster.

Melalui tajuk “Anggrek Kembali”, Putri berharap anggrek lokal Bali dapat kembali menjadi primadona di daerah asalnya sendiri. Untuk mewujudkan hal tersebut, PAI Bali menggandeng Fakultas Pertanian Universitas Udayana serta sejumlah lembaga terkait untuk menyusun langkah konservasi dan pengembangan yang lebih terarah.

Kolaborasi tersebut melibatkan Fakultas Pertanian Universitas Udayana, BKSDA Bali, BRIN, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Dinas Pariwisata Provinsi Bali, serta BRIDA Provinsi Bali. Sinergi lintas sektor ini diharapkan dapat memperkuat upaya adaptasi sekaligus pengembangan sumber daya genetik anggrek lokal Bali agar tetap lestari dan semakin diminati masyarakat.

Dekan Fakultas Pertanian Universitas Udayana, I Putu Sudiarta, menyampaikan sejumlah upaya yang dapat dilakukan meliputi adaptasi dan pengembangan sumber daya genetik anggrek lokal Bali, perbanyakan massal, hingga pengembangan anggrek lokal Bali.

Selain itu, pengembangan juga diarahkan melalui desa wisata anggrek di Dusun Dosang, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Pengembangan tersebut dinilai dapat menjadi salah satu langkah untuk memperkenalkan anggrek lokal Bali sekaligus menghubungkannya dengan potensi pariwisata.

Menurut Sudiarta, anggrek lokal Bali memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisata dengan keunikan tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Pulau Dewata. Dengan demikian, pengembangan anggrek tidak hanya berorientasi pada aspek pelestarian, tetapi juga dapat menjadi salah satu motor penggerak kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan dan berkeadilan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali I Wayan Sunada menyampaikan bahwa anggrek merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi, estetika dan budaya. Anggrek juga memiliki potensi sebagai sumber daya genetik yang dapat dikembangkan menjadi varietas unggul pada masa mendatang.

FGD tersebut membahas berbagai aspek, mulai dari identifikasi dan karakterisasi anggrek lokal Bali hingga strategi konservasi, pelestarian dan pengembangannya. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang pertukaran informasi dan gagasan antara akademisi, peneliti, pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.

FGD menghadirkan tiga narasumber, yakni Aninda Retno Utami Wibowo dari BRIN, Made Dwi Jayanti dari BKSDA Bali, dan Dr. I Putu Sudana dari Fakultas Pariwisata Universitas Udayana.

Melalui kegiatan tersebut, pengembangan anggrek lokal Bali diharapkan tidak berhenti pada aspek penelitian. Hasil pembahasan dan kolaborasi yang dibangun diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui program pengembangan yang konkret, sehingga pelestarian anggrek lokal sekaligus memberikan dampak terhadap peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Bali. (LA-IN)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments