India, LAKSARA.ID – Kota Kuno Taxila di Punjab sekarang termasuk Pakistan menjadi bukti percampuran tiga budaya berbeda dan merupakan bagian dari jalur sutra dahulu. Konon kota kuno ini juga menjadi lokasi dari universitas pertama di dunia.
Kota kuno Taxila di Pakistan ibaratnya sebuah wadah yang menjadi tempat bertemunya tiga budaya berbeda dan kaya akan cerita. Menurut sejumlah ahli mengatakan bahwa Taxila yang diperkirakan ada sejak 320 tahun sebelum masehi itu memiliki universitas pertama di dunia yang bernama Taksasila. Taxila adalah sebuah kota di Distrik Rawalpindi di Punjab, Pakistan. Taxila terletak sekitar 32 km (20 mi) barat laut Islamabad dan Rawalpindi, sepanjang Grand Trunk Road bersejarah, dekat pusat ziarah Sikh penting di Hasan Abdal, dan Taman Wah Zaman Mughal.
Pemandangan Stupa Dharmarajika Taxila Pakistan
Taxila kuno secara historis disebut sebagai Takshashila dalam bahasa Sanskerta, dan Takkasila dalam bahasa Pali. Permukiman terawal di Taxila dibangun sekitar tahun 1000 SM di situs Hathial. Karya sastra kuno epos Hindu Mahābhārata diyakini telah pertama kali dibacakan di Taxila, oleh orang bijak Vaiśampāyana.[Menurut beberapa laporan, Taxila merupakan tempat bagi salah satu universitas yang paling awal, jika bukan yang pertama, di dunia.
Reruntuhan Taxila terkenal secara internasional, dan berfungsi sebagai serangkaian situs yang saling berkaitan, termasuk: sebuah gua mesolitikum, sisa-sisa 4 kota kuno, dan biara-biara dan stupa Buddhis.
Ditemukan pada tahun 1980 oleh arkeologis terkenal Sir Alexander Cunningham, sejarah mencatat kalau Taxila sempat menjadi pusat bertemunya tiga budaya berbeda. Salah satu buktinya terlihat dari patung Buddha yang menunjukkan perkembangan pesatnya di Taxila kala itu.
Sanggam Pendidikan masa lalu kelihata sangat kuat tersisa. Selain ajaran Buddha, pada tahun 326 sebelum masehi Alexander Agung dari Macedonia datang ke Taxila dan membawa pengaruh Yunani ke dalamnya. Setelah itu Raja Ashoka dari Dinasti Mauryan juga sempat datang dan membawa Taxila menuju masa kejayaannya.
Tapi tidak hanya kaya budaya dan sejarah, sejumlah pihak menganggap Taxila atau Taksasila sebagai salah satu universitas paling awal, mungkin saja yang pertama. Walau tidak secara resmi, namun Taxila punya Maha Guru yang mengajar layaknya di Universitas dahulu kala.Dengan konsep Gurukula Kuno dari peninggalan yang ada kita bisa memastikan Nalanda dan Taxila ada ikatan sejarah peradaban proses pembelajaran Guru Sisya yang besar terjadi dalam. Keseharian sehingga menata dan menyebarkan nya keseluruh dunia termasuk Nusantara. Karena proses belajar itu kuat menata kehidupan masyarakat dunia jaman itu.
Hanya saja pengajaran saat itu tidak dilakukan di bangunan khusus, tapi menggunakan alam sebagai proses pembenihan Edukasi nya, melainkan di mana saja dan diikuti oleh murid yang tidak pasti jumlahnya. Namun hal tersebut sudah dianggap sebagai bentuk pendidikan awal sebelum ada universitas.
Saat ini kembali, Kota Taxila yang berada di Distrik Rawalpindi, Pakistan menjadi salah satu destinasi sejarah bagi Budayawan berbagai Negara, berbagai peninggalan sejarah di Museum Taxila. Tidak hanya itu, kita dimanjakan dengan keindahan Perdamaian di sana, juga membuktikan segalanya menjumpai masjid, stupa, biara, hingga kuil di Taxila. Hal tersebut membuktikan kalau berbagai budaya dan agama pernah ada di Taxila dan berkembang subur.
Ida Rsi Putra Manuaba memberikan nilai kemanusiaan dan perdamaian bisa disebarkan dari Pakistan juga. Atas ragam budaya yang ada di Taxila, UNESCO pun menjadikan kota kuno Taxila sebagai salah satu situs warisan dunia pada tahun 1980. Bagi pecinta sejarah yang menyukai budaya banyak yang berkunjung, semoga bisa dibangun kembali di dekat nya nanti Universitas kelas dunia seperti Nalanda University di Bihar India yang sekarang sangat menopang Spiritual Education Spiritual di India. Pakistan akan semakin menunjukkan kepada dunia nilai perdamaian yang diaplikasikan sejak lama lewat spirit sejarah yang dimiliki akan membawa wajah berbudaya bagi kita, ujarnya. (LA-KS)
