Buleleng, LAKSARA.ID – Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata berbasis warisan sejarah. Namun, pengembangan kawasan tersebut dinilai perlu didukung regulasi yang jelas agar nilai sejarah dan budaya yang dimiliki tetap terjaga.
Kepada pewarta, mantan Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, Ir. Nyoman Sutrisna, M.M., mengungkapkan Praja Mandala memiliki kekuatan utama pada konsep heritage yang kental dengan nilai sejarah, khususnya jejak masa kolonial di Kota Singaraja.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu segera menyiapkan regulasi khusus, baik dalam bentuk peraturan daerah (perda) maupun peraturan bupati (perbup), yang mengatur penataan, perlindungan, sekaligus pengembangan kawasan tersebut.
“Pemda seharusnya membuat perda atau perbup terkait kawasan heritage yang harus dibenahi untuk wisata dan sarana edukasi sejarah,” harapnya, Selasa (1/9/2026).
Kelian Desa Adat Buleleng itu juga menampik anggapan yang menyebut Praja Mandala sebagai konsep yang meniru kawasan di daerah lain. Menurut Sutrisna, pandangan tersebut justru mengabaikan karakter utama Praja Mandala sebagai kawasan heritage.
“Jogjanya Bali? Tidak benar itu. Ini adalah konsep heritage yang kental dengan nilai sejarah masa kolonial,” ujarnya.
Ia menilai, dengan pengelolaan yang tepat, Praja Mandala tidak hanya dapat menjadi ruang publik untuk masyarakat bercengkrama dan melepas penat dari berbagai tuntutan sosial, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk untuk memahami sejarah Kota Singaraja.
Sementara itu, Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG., mengatakan penataan kawasan titik nol memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kunjungan ke Buleleng. Bahkan, sejumlah pemerintah daerah telah melakukan kunjungan studi komparasi ke kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja.
“Beberapa kepala pemerintah daerah beberapa waktu lalu ke sini untuk melakukan studi komparasi, dari Jembrana dan Karangasem. Dalam waktu dekat juga akan ada kunjungan dari Provinsi Kalimantan,” katanya.
Bupati asal Desa Bontihing itu menambahkan, penataan kawasan Kota Singaraja akan terus dilanjutkan. Sejumlah titik yang menjadi perhatian antara lain kawasan Pabean, Pelabuhan Tua Buleleng, hingga penataan trotoar di kawasan Jalan Veteran.
Penataan tersebut diharapkan semakin memperkuat karakter Kota Singaraja sebagai kota yang memiliki nilai sejarah, sekaligus mendukung pengembangan Praja Mandala Singa Ambara Raja sebagai kawasan heritage dan ruang publik yang memiliki daya tarik wisata. (LA-IN)
