Senin, Juli 6, 2026
BerandaBulelengBunda Literasi Buleleng Tegaskan Pendidikan Inklusif Bukan Lagi Pilihan

Bunda Literasi Buleleng Tegaskan Pendidikan Inklusif Bukan Lagi Pilihan

Buleleng, LAKSARA.ID – Bunda Literasi Kabupaten Buleleng menegaskan bahwa pendidikan inklusif bukan lagi sekedar pilihan, melainkan sebuah kewajiban yang harus diwujudkan oleh seluruh satuan pendidikan. Tidak boleh ada satu pun anak, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK), yang tertinggal dalam memperoleh hak atas pendidikan yang layak, bermutu, dan penuh kasih sayang.

Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Sosialisasi dan Peluncuran Sistem Informasi Unit Edukasi Disabilitas (SIULED) yang diselenggarakan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng secara luring dan dare dari Ruang BCC Dinas Kominfosanti Buleleng, Senin (6/7).

Bunda Literasi yang diwakili Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal Disdikpora Buleleng, Komang Sudarsana, menyampaikan bahwa seluruh sekolah, mulai dari jenjang PAUD, SD, SMP hingga pendidikan setara, harus membangun ekosistem pendidikan yang mampu menerima dan melayani seluruh peserta didik tanpa diskriminasi.

Menurutnya, setiap anak memiliki keunikan dan potensi yang berbeda-beda. Oleh karena itu, guru, kepala sekolah, dan seluruh tenaga kependidikan dituntut mengubah cara pandang dalam memberikan layanan pendidikan dengan mengedepankan empati, kesetaraan, dan penghormatan terhadap setiap potensi yang dimiliki anak.

“Pendidikan inklusif dimulai dari cara kita memandang anak. Lihatlah setiap anak dengan hati, bukan dengan keterbatasannya. Tidak ada anak yang gagal, yang ada adalah anak yang membutuhkan cara belajar yang berbeda,” tegasnya.

Untuk mewujudkan pendidikan yang benar-benar inklusif, Bunda Literasi memberikan tiga arahan utama kepada seluruh satuan pendidikan. Pertama, membangun budaya sekolah yang ramah dan menerima setiap anak tanpa diskriminasi. Kedua, memperkuat kolaborasi antara guru, orang tua, pemerintah, masyarakat, serta komunitas agar pendampingan terhadap anak berkebutuhan khusus berjalan secara berkelanjutan. Ketiga, menghadirkan proses pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan penuh kasih sayang sehingga setiap anak dapat berkembang sesuai dengan potensi terbaiknya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak semata-mata diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuan sekolah menghadirkan ruang belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan membahagiakan bagi seluruh peserta didik.

“Pendidikan adalah hak dasar setiap warga negara tanpa pengecualian. Oleh karena itu, pendidikan inklusif harus menjadi komitmen bersama demi menciptakan generasi yang berdaya, mandiri, dan berkarakter,” ujarnya.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui peluncuran Sistem Informasi Unit Layanan Edukasi Disabilitas (SIULED) sebagai inovasi digital yang menjadi pusat data sekaligus layanan pendidikan bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Buleleng.

Melalui SIULED, proses identifikasi kebutuhan peserta didik, pendampingan, pemantauan perkembangan, hingga koordinasi antar pemangku kepentingan dapat dilakukan secara lebih cepat, akurat, dan terintegrasi. Kehadiran sistem ini juga diharapkan menjadi dasar pengambilan kebijakan berbasis data sehingga layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus dapat diberikan secara lebih tepat sasaran.

Implementasi pendidikan inklusif di Kabupaten Buleleng juga sejalan dengan Asta Cita keempat mengenai penguatan pembangunan sumber daya manusia dan Asta Cita kedelapan tentang revolusi karakter bangsa, sekaligus mendukung visi pembangunan daerah yang berlandaskan nilai-nilai Tri Hita Karana.

Mengakhiri Arahnya, Bunda Literasi mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan pendidikan inklusif sebagai gerakan bersama. Menurutnya, keberhasilan pendidikan akan tercapai ketika seluruh elemen masyarakat bergandengan tangan memastikan setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan meraih masa depan terbaiknya.

“Mari pastikan tidak ada satu pun anak yang tertinggal. Setiap langkah kecil yang dicapai anak berkebutuhan khusus adalah kebanggaan bagi kita semua. Mereka adalah permata bangsa yang harus didampingi dengan cinta, kesabaran, dan harapan,” tutupnya.  (LA-IN)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments