Jakarta, Laksara.id – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah mencanangkan Program Laut Sehat Bebas Sampah (Sebasah) untuk mengurai pencemaran sampah di laut. Program ini melibatkan multipihak yang mencakup edukasi, aksi sosial, dan pemberdayaan masyarakat pesisir sebagai upaya pengentasan sampah dari hulu sampai hilir.
“Pengelolaan sampah harus dilakukan dari hulu ke hilir secara berkesinambungan dengan pelibatan multipihak,” tegas Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan, Koswara dalam siaran resmi di Jakarta, Kamis (7/8).
Program Pencanangan Sebasah berlangsung kemarin di Kelurahan Kamal Muara, Jakarta Utara. Kegiatan ini didukung banyak pihak, salah satunya Solidaritas Perempuan Untuk Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih.
Aksi ini menampilkan sinergi multipihak, termasuk pemerintah, sektor swasta, organisasi masyarakat, dan komunitas perempuan, dalam menjaga laut dari ancaman polusi plastik serta mendorong perekonomian sirkular di wilayah pesisir.
Program Pencanangan Sebasah diikuti dengan rencana pembangunan Kawasan Mangrove Nasional Kamal Muara di lahan seluas 56 hektare. Kawasan ini akan menjadi pusat budidaya 22 jenis mangrove endemik dan pusat edukasi keanekaragaman hayati mangrove nasional.
“Komitmen hari ini nyata. Edukasi siswa, aksi sosial, hingga penguatan kapasitas masyarakat dilaksanakan bersama secara kolaboratif,” ujar Koswara menambahkan.
Di sisi lain, ada juga kegiatan ekonomi sirkular. KKP telah menyerahkan bantuan sarana pengelolaan sampah senilai Rp2,04 miliar kepada tiga bank sampah di Kamal Muara: Bank Sampah PPSU Kamura Lestari, Candana, dan RW 02. Bantuan ini merupakan hasil kemitraan CSR dengan PT Pertamina.
Bantuan tersebut bertujuan memperkuat pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di tingkat komunitas, sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi dari pengelolaan sampah secara mandiri oleh masyarakat.
Komunitas bantuan Seruni juga menggelar aksi sosial yang disalurkan kepada 100 penerima manfaat dari kelompok rentan, termasuk anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, dan korban bencana. Bantuan tersebut meliputi kebutuhan dasar, alat kebersihan diri, dan dukungan wirausaha.
Program Laut Sebasah menargetkan pengurangan hingga 70% sampah laut pada tahun 2029 melalui pendekatan kolaboratif. KKP juga telah menjalin kerja sama lintas kementerian, pemerintah daerah, dan lembaga untuk pengelolaan terpadu sungai, pesisir, dan pelabuhan.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono sebelumnya menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat, karena menjaga laut bukan hanya tugas pemerintah, tapi gerakan bersama demi lingkungan lestari dan masa depan generasi mendatang. (LA-IN)
