Sabtu, April 18, 2026
BerandaNasionalPurna PMI Bangkit Lewat Makrame dan Manik

Purna PMI Bangkit Lewat Makrame dan Manik

Subang, Laksara.id – Di ruangan sederhana yang diterangi cahaya matahari, puluhan tangan menari merangkai benang dan manik. Bukan sekadar merajut, tapi merangkai asa. Ada 42 perempuan yang ikut pelatihan ini, 22 di antaranya adalah ibu-ibu purna Pekerja Migran Indonesia (PMI), para pejuang devisa yang kini mencari pijakan baru di tanah air. Sisanya anak-anak mereka yang tengah menata masa depan. Mereka semua hadir dengan satu tujuan belajar, berkarya, dan menemukan potensi tersembunyi dalam diri.

Lewat program Purnama Subang (Purna Pekerja Migran Indonesia Berdaya Menjaga Lingkungan Bersama Subang) dari Pertamina EP Subang Field, mereka mendapat pelatihan kerajinan tangan berbahan makrame dan manik-manik. Selama dua hari, 25–26 Mei 2025, para peserta belajar langsung dari mentor Kelompok Pelita. Bukan hanya keterampilan yang mereka bawa pulang, tapi juga semangat untuk bangkit dan berkarya. Desy Diana, salah satu narasumber yang juga sosok regenerasi local hero Purnama Subang, bersyukur Pertamina EP Subang Field mengadakan pelatihan ini.

“Saya pernah berada di posisi para peserta. Dulu saya juga purna migran yang bingung harus mulai dari mana saat kembali ke Indonesia. “Lewat pelatihan dan pendampingan, saya menemukan potensi dalam diri saya. Semoga pelatihan ini bisa jadi sumber ekonomi baru bagi mereka,” ujar Desy. Pelatihan membuat kerajinan tangan ini membuka akses untuk bertumbuh. Bukan hanya memperkenalkan teknik dalam membuat produk kerajinan yang berkualitas, tetapi juga menghidupkan semangat untuk berkarya dan mandiri.

Komitmen ini ditegaskan Wazirul Luthfi, Head of Communication, Relations & CID Pertamina EP area Jawa bagian barat. “Melalui Purnama Subang, kami tidak hanya hadir sebagai perusahaan energi, tetapi juga sebagai mitra dalam membangun masyarakat. “Pelatihan merupakan investasi sosial jangka panjang karena memberikan keterampilan, membuka peluang, dan memperkuat keberdayaan komunitas, terutama keluarga PMI dan purna PMI,” jelasnya.Ana, salah satu peserta pelatihan yang merupakan purna PMI, merasakan langsung manfaat pelatihan.

“Selama dua hari ini saya belajar hal baru yang belum pernah saya coba sebelumnya. Ternyata bikin makrame itu menyenangkan, dan saya jadi punya ide untuk jualan. Terima kasih untuk Pertamina EP Subang Field,” ucapnya penuh semangat. Dengan bekal keterampilan ini, diharapkan peserta mampu mengembangkan usaha rumahan secara mandiri, bergabung dengan koperasi binaan, atau bahkan memasarkan produknya melalui platform digital dan pameran lokal. Ketika sinar keemasan matahari sore hadir, tumpukan produk makrame dan manik berupa dompet, tas, gantungan kunci, cincin, gelang dan kalung makin meninggi. Seperti makrame yang dirajut dari simpul-simpul kecil, pelatihan ini menjadi simpul baru harapan bagi para peserta, merangkai keterampilan menjadi kekuatan, dan menggantungkan masa depan pada tali-tali kreativitas. (LA-IN)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments