Karangasem, Laksara.id – Komisi III DPRD Kabupaten Karangasem melakukan kunjungan kerja ke kantor Perumda Tirta Tohlangkir, Rabu (7/5/2025), guna menindaklanjuti berbagai persoalan layanan air bersih di wilayah tersebut. Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III, I Wayan Sunarta, dan diterima oleh Direktur Perumda Tirta Tohlangkir, Komang Haryadi Parwatha.
Dalam pertemuan tersebut, Komang Haryadi memaparkan sejumlah tantangan utama yang dihadapi perusahaan daerah dalam mendistribusikan air bersih, salah satunya terkait kondisi topografi Karangasem. Disebutkan, sebagian besar sumber air berada di dataran rendah, sementara mayoritas permukiman warga terletak di dataran tinggi. Hal ini berdampak langsung pada tingginya biaya operasional, terutama listrik untuk pompa, yang mencapai sekitar Rp900 juta per bulan.
Selain persoalan geografis, Haryadi juga mengungkapkan bahwa sebagian besar jaringan pipa yang digunakan saat ini merupakan warisan era kolonial Belanda dan sudah berusia ratusan tahun. Meskipun masih berfungsi, pipa-pipa tua tersebut rentan mengalami kebocoran. Perumda sendiri, lanjutnya, belum memiliki alat deteksi kebocoran, sehingga kebocoran air kerap tidak teridentifikasi.
“Perumda saat ini melayani 43.715 pelanggan di seluruh wilayah Karangasem, dengan sumber air berasal dari 17 mata air permukaan dan 18 sumur air tanah. Namun belum seluruh pelanggan dapat menikmati pasokan air 24 jam karena keterbatasan jaringan distribusi,” ujar Haryadi.
Masalah lain yang turut dibahas adalah tingginya angka tunggakan pembayaran oleh pelanggan. Menurut Haryadi, upaya penagihan telah ditingkatkan dan pelanggan yang tidak kooperatif berpotensi dilimpahkan penanganannya ke pihak kejaksaan. Ia juga mengimbau masyarakat untuk membayar tagihan tepat waktu guna menjaga kesinambungan pelayanan.
Menanggapi pemaparan tersebut, Ketua Komisi III DPRD Karangasem, I Wayan Sunarta, mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan Perumda dalam menjaga layanan. Namun ia menekankan pentingnya koordinasi antarbidang, terutama ketika terjadi kerusakan yang dapat mengganggu sistem distribusi.
“Kami berharap Perumda terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk pemerataan SDM dan peningkatan kesejahteraan pegawai,” katanya. Sunarta juga menyebutkan bahwa kemungkinan penurunan tarif air bisa dilakukan, namun tetap membutuhkan kajian lebih lanjut.
Sementara itu, Komang Haryadi menambahkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan rencana penyesuaian tarif air sesuai arahan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Karangasem. Salah satu skema yang sedang dirancang adalah penurunan tarif untuk penggunaan 0–10 meter kubik air, guna meringankan beban masyarakat berpenghasilan rendah.
“Rencana ini masih dalam tahap pembahasan dan akan mengikuti ketentuan yang berlaku serta arahan dari Bupati Karangasem,” pungkasnya. (LA-IN)
