Sabtu, April 25, 2026
BerandaBulelengBuleleng Optimis Raih Swastisaba Padapa dalam Kabupaten/Kota Sehat 2025

Buleleng Optimis Raih Swastisaba Padapa dalam Kabupaten/Kota Sehat 2025

Buleleng, Laksara.id – Guna mempersiapkan Buleleng mengikuti penghargaan Swastisaba Kabupaten Kota Sehat (KKS) Tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar Rapat Koordinasi dalam verifikasi input data pada 9 perintah penilaian melalui aplikasi SIPANTAS oleh Kementerian Kesehatan RI yang menampilkan Dewa Putu Alit sebagai pembina dari Forum KKS Provinsi Bali didampingi Kepala Bidang Masyarakat Kesehatan Dinkes Kab. Buleleng di aula rapat kantor Dinkes, Kamis,(22/5).

Dalam kesempatan itu Dewa Alit mengatakan jika melihat persiapan Buleleng, untuk maju ke dalam program Kabupaten Kota Sehat (KKS) ke tingkat nasional sangat siap untuk mendapatkan Swastisaba. Swastisaba ada 3 kategori yaitu Padapa, Wiwerda dan Wistara.

“Nah itu memang persyaratannya sangat ketat. Pertama itu akses sanitasi yaitu Open Defecation Free (ODF), tidak ada individu dalam suatu komunitas yang membuang air besar sembarangan. Ini berarti seluruh masyarakat telah mengakses dan menggunakan jamban sehat secara kolektif-nya. Di Buleleng dari 148 desa/kelurahan ODF sudah sampai di 89% lebih atau hampir 90% itu sudah bagus ya,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan, penilaian KKS Tahun 2025 tidak hanya ODF, ada 9 tatanan lainnya diantaranya 1. Sehat Mandiri, 2. Perkim,3. Pendidikan,4. Pasar,5. Perkantoran dan Perindustrian,6. Pariwisata,7. Lalu, lintas8. Perlindungan Sosial, dan 9.Penanggulangan Bencana dengan bentuk isian tersebut diampu oleh OPD terkait. Hal inilah yang diperlukan sinergi, kolaborasi dan tekad yang kuat agar nilai bisa mencapai 80-90% yaitu Wiwerda yang merupakan penghargaan kedua dalam KKS yang utama adalah Wistara yaitu di atas90% dan datanya diambil 2 tahun kebelakang yaitu kinerja 2023 dan 2024.

“Karena KKS ini dinilai setiap dua tahun di tahun ganjil dalam rangka Hari Kesehatan Nasional. Kalau Buleleng kenyataannya, kalau tidak Wiwerda ya paling minimal Padapa karena Padapa itu bernilai 71-80%.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Buleleng Gede Suratanaya mengatakan data ODF Buleleng hampir 90% dan itu membangkitkan optimisme dalam KKS Tahun 2025, sekarang hanya mensinergikan data atas kinerja yang sudah bagus ini oleh OPD pengampu dan menuangkan dalam 9 pesanan indikator penilaian KKS.”Optimis mendapat Padapa jika mendapat Wiwerda itu bonus bagi kita dan berharap rakor ini memberikan solusi, apalagi tim provinsi hadir, sehingga kendala yang kita hadapi dapat membantu dan difasilitasi oleh mereka,” harapnya.

Ditekankan oleh Kabid Suratanaya, jika pengampu OPD ada kesulitan dalam input data misal kekurangan dokumen resmi yang memerlukan tanda tangan pimpinan, agar segera berkoordinasi dengan tim, apalagi datanya dari provinsi.”Tatanan ini tidak hanya 1 OPD saja, bisa lintas sektor. Untuk itu sinergi, kerjasama dan koordinasi sangat diperlukan dalam kegiatan KKS ini,”pungkasnya. (LA-IN)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments