Rabu, Januari 21, 2026
BerandaDenpasarIda Rsi Putra Manuaba Serahkan Penghargaan Bapak Toleransi pada Muhaimin Iskandar

Ida Rsi Putra Manuaba Serahkan Penghargaan Bapak Toleransi pada Muhaimin Iskandar

Denpasar, LAKSARA.ID – Dalam sebuah acara penting bertajuk ‘Serap Aspirasi Tokoh Lintas Iman: Jaga Pancasila, Jaga Indonesia’ yang diadakan di Pura Jagatnatha Puja Mandala, Nusa Dua, Bali,Ida Rsi Putra Manuaba menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya menjaga nilai-nilai antaragama dalam upaya mempertahankan dan memperkuat masa depan Indonesia. Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh agama dan masyarakat, termasuk Muhaimin Iskandar, salah satu tokoh politik nasional yang mengundang tokoh lintas iman.

Dalam sambutannya, Ida Rsi Putra Manuaba menyoroti betapa pentingnya persatuan dan kebhinekaan sebagai fondasi utama dalam membangun masa depan bangsa. Menurutnya, Indonesia saat ini berada di persimpangan sejarah yang unik, di mana keberagaman agama bukan hanya tantangan, tetapi juga potensi terbesar yang bisa membawa Indonesia menuju kemajuan.

“Indonesia memiliki kekayaan agama yang luar biasa. Namun, kekayaan ini bisa menjadi kekuatan terbesar kita atau justru menjadi tantangan terdalam jika tidak dikelola dengan bijak. Bhinneka Tunggal Ika mengajarkan kita bahwa persatuan bukan sekadar soal toleransi, tetapi tentang bagaimana kita merangkul perbedaan sebagai kekuatan. Prinsip ini harus menjadi panduan kita saat menatap masa depan,” ujar Ida Rsi Putra Manuaba.

Dalam pidato yang penuh inspirasi tersebut, Ida Rsi Putra Manuaba menggarisbawahi bahwa Indonesia memiliki narasi yang berbeda di tengah dunia yang semakin terpolarisasi oleh ketegangan agama. Di Indonesia, Islam, Kristen, Hindu, Buddha, dan berbagai kepercayaan lainnya dapat hidup berdampingan secara damai dan saling menghormati. Keharmonisan antaragama ini, menurutnya, adalah aset terbesar bangsa yang harus dijaga dan dikembangkan, karena inilah yang akan menentukan tempat Indonesia di masa depan global.

Lebih lanjut, Ida Rsi Putra Manuaba mengutip ajaran Mahatma Gandhi, yang relevan dengan konteks Indonesia saat ini. Visinya tentang antikekerasan, kebenaran, dan rasa hormat terhadap semua agama memberikan cetak biru yang kuat bagi Indonesia. “Prinsip-prinsip Gandhi, yang dijalankan di tempat-tempat seperti Ashram Gandhi Puri di Bali, mengingatkan kita bahwa kerukunan antaragama bukan hanya cita-cita, tetapi juga cara hidup,” jelasnya.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa keharmonisan ini tidak dapat diambil begitu saja. Diperlukan usaha yang berkelanjutan untuk membina dialog antaragama yang sehat dan saling menghormati. Dialog ini, menurutnya, harus terus didorong di berbagai lapisan masyarakat, mulai dari sekolah, tempat kerja, hingga ruang publik.

Untuk memperkuat hubungan antaragama dan mengamankan masa depan Indonesia, Ida Rsi Putra Manuaba menekankan lima bidang utama yang harus difokuskan:

  1. Pendidikan untuk Empati: Mengintegrasikan pendidikan antaragama ke dalam kurikulum sekolah sejak dini. “Siswa perlu belajar tentang agama yang berbeda, tidak hanya secara akademis tetapi juga melalui pengalaman langsung dan dialog,” ujarnya.
  2. Keterlibatan Komunitas: Mendorong kegiatan lintas agama di tingkat komunitas, seperti program layanan sosial bersama, pelestarian lingkungan, dan perayaan budaya, untuk membangun ikatan yang lebih kuat di antara kelompok agama yang berbeda.
  3. Mempromosikan Literasi Agama: Ida Rsi Putra Manuaba juga menyoroti pentingnya kampanye publik yang mempromosikan literasi agama. “Memahami keyakinan dan praktik orang lain adalah kunci untuk menghilangkan mitos dan prasangka yang seringkali menjadi sumber konflik,” jelasnya.
  4. Memperkuat Kerangka Hukum: Penegakan hukum yang melindungi kebebasan beragama harus menjadi prioritas. “Ini termasuk menangani ujaran kebencian dan diskriminasi agama dengan segera dan efektif,” tegasnya. (LA-KS)
  5. Kepemimpinan dengan Teladan: Para pemimpin agama dan politik harus menjadi teladan dalam kerja sama antaragama. “Dengan menunjukkan rasa saling menghormati dan terlibat dalam dialog rutin, mereka bisa memberikan contoh yang kuat bagi masyarakat untuk diikuti,”* ungkap Ida Rsi Putra Manuaba.

Dengan fokus pada bidang-bidang ini, yang terinspirasi oleh visi Gandhi dan prakarsa lembaga seperti Ashram Gandhi Puri, Ida Rsi Putra Manuaba yakin bahwa Indonesia dapat terus menjadi contoh bagi dunia dalam hal kerukunan antarumat beragama. “Kita bisa menunjukkan bahwa dalam keberagaman, terdapat persatuan dan kekuatan yang tidak bisa dipatahkan,” tutupnya. (LA-KS)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments