Sabtu, Juli 20, 2024
BerandaAdvertorialIda Rsi Putra Manuaba Ajak Peserta Yoga Mahakumbh 2024 Untuk Berbahagia

Ida Rsi Putra Manuaba Ajak Peserta Yoga Mahakumbh 2024 Untuk Berbahagia

Klungkung, LAKSARA.ID – Melihat perkembangan Yoga setelah 10 tahun diluncurkan sebagai International Yoga Day kini kita lihat dikota besar tak jauh dari tempat latihan kebugaran, biasanya tak akan sulit menemukan kelas yoga. Ruangannya penuh dengan para ahli yang dapat meregangkan tubuh mereka dengan sempurna; atau para pengikut kelasnya yang melakukan relaksasi terbaik untuk mendapatkan kebugaran ideal.Bahkan berbagai macam Yoga Style bertumbuh. Termasuk Taman Kota di mana mana juga menjadi gembira karena memang tidak banyak mengeluarkan biaya dan hanya modal 1 matras, maka yoga bisa dilaksanakan di manapun. Ida Rsi Putra Manuaba pun tidak segan setiap kesempatan mengajak bergerak mengolah tubuh.

Praktik yoga seperti yang tradisi diyakini berasal dari periode pra-Weda di India, atau sekitar tahun 1500 – 500 SM. Senam gerak badan, dengan latihan pernapasan, pikiran, dan sebagainya, ini juga dianggap berakar dari ajaran agama Buddha, Hindu, dan Jainisme.Yang bertumbuh sangat sederhana dan selanjutnya menjadi sangat luar biasa dengan aliran seperti sungai membuat cabangnya sekarang bertumbuh.

Di dunia seiring waktu, praktik itu berkembang. Yoga telah mengalami perubahan besar dalam 100 tahun terakhir. Seperti di Indonesia Sebagaimana di belahan dunia lainnya, partisipasi massal dalam yoga oleh penduduk India baru terjadi pada abad ke-20. Sebagai bagian dari globalisasi, postur fisik dalam latihan yoga pun menjadi lebih dipentingkan, atau setidaknya menjadi sama pentingnya dengan tujuan ketenangan dan kestabilan pikiran.Menginspirasi pakar Yoga Nusantara juga. Awal muka 40 tahun lalu saya hanya kenal Suryanamaskar ujar Ida Rsi Putra Manuaba dimana anak asuhnya yang dikenal sebagai Shantisena mengembangkan di wing Ashram Gandhi Puri berbagai macam style Yoga dari sejak beliau mengirim puluhan anak Shantisena nya ke India mereka mengembangkannya di Indonesia saat ini.

Orang-orang suci yang melakukan hal-hal selayaknya petapa, seperti duduk diam selama berhari-hari memang masih ada sampai sekarang di India. Namun masyarakat global tidak lagi menganggap tindakan tersebut sebagai yoga sejati.India pun mulai semarak lihat Rishikesh apa saja ada di sana.

Selama beberapa dekade berikutya, setelah pengajaran bertumbuh, lebih banyak guru dan murid yoga dari India yang melakukan perjalanan ke Eropa dan Amerika Serikat. Kemudian, pada tahun 1960-an, para pelancong hippie pun menetap di ashram di India. Mereka meniru gaya hidup orang suci dengan melakukan pertapaan, demi hidup damai dan bahagia di pelosok.

Termasuk Bali sekarang sudah dirambah hampir semua kabupaten punya Komunitas Yoga termasuk di Ashram Gandhi Puri Sevagram Klungkung secara personal Ida Rsi Putra Manuaba mengajak tamunya mengikuti ala keseharian KarmaYogi di Ashram beliau yang hijau dan teduh.

Puncaknya, perhatian internasional yang lebih besar terhadap spiritualisme India dan yoga termasuk di IndonesiaGaruda kian tak terbendung pada tahun 1968. Kala itu tersebar luas potret The Beatles sedang mengunjungi Guru Yogi Maharishi Mahesh di Rishikesh, sekarang Yoga ala Bali juga menarik minat dengan berfokus pada melukat dan akhirnya menjadi personal retreat dan Guru Yoga Bali berpotensial untuk itu. Tutup Ida Rsi Putra Manuaba. (LA-KS)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments