Sukses Kembangkan Komoditas Pertanian Bawang Putih, Bupati Gede Dana Panen Bawang Putih di Desa Sebudi

136 Views

Amlapura, LAKSARA.ID – Pemkab Karangasem dalam program peningkatan sektor petanian, terus berupaya untuk mengembangkan sejumlah komoditas pertanian yang bisa ditanam, hidup dan memungkinkan untuk dikembangkan di Bumi Lahar Karangasem. Upaya ini dilakukan oleh Bupati Gede Dana mengingat Kabupaten Karangasem hanya memiliki kurang dari 10 persen lahan basah sementara sisanya adalah lahan tadah hujan dan lahan tandus.

Beberapa komoditas pertanian yang saat ini tengah gencar dikembangkan diantaranya bawang merah dan bawang putih, dan ini berhasil. Kamis (13/4/2023) Bupati Karangasem I Gede Dana melaksanakan panen bawang putih, yang dikembangkan oleh Kelompok Tani Catur Amerta Sari, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem.

Bupati Gede Dana dalam kesempatan tersebut menyampaikan, pertanian dalam arti luas merupakan sub sektor yang penting di Kabupaten Karangasem, menurut data BPS sektor pertanian pada tahun 2021 menyumbang 26,5 dari total PDRB Kabupaten Karangasem.

“Sehingga sektor pertanian merupakan prioritas utama dalam visi, misi dan program kerja Pemerintah Kabupaten Karangasem. Peningkatan produksi pertanian baik itu subsektor Pangan, Hortikultura, Perkebunan, Peternakan dan Perikanan merupakan program pemerintah Kabupaten Karangasem,” tegasnya.

Bawang putih merupakan komoditas pertanian yang digunakan sebagai bumbu dasar untuk masakan maupun untuk kesehatan. Dari data yang ada, konsumsi bawang putih di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya selama periode 1985-2016. Sementara pada periode yang sama, produksi bawang putih menunjukkan tren menurun yang menyebabkan pemerintah melakukan impor.

Untuk itu, pemerintah melalui Kementerian Pertanian mencanangkan program swasembada bawang putih tahun 2019 yang bertujuan mengurangi impor dan meningkatkan produksi bawang putih dalam negeri. Beberapa alasan yang mendasari produksi domestik tidak mampu memenuhi permintaan konsumen adalah terdapatnya permasalahan produksi yang tergantung pada musim, ketidakefisienan struktur lahan, produktifitas yang rendah, dan rendahnya kualitas hasil pertanian.

Penurunan produksi bawang putih disebabkan oleh menurunnya minat petani bawang putih untuk menanam karena masuknya bawang putih impor dalam jumlah besar dengan tingkat harga yang lebih rendah sehingga petani kalah bersaing. Pada Tahun 2016 produksi bawang putih di Kabupaten Karangasem sebesar 11 ton dengan luas tanam 2 hektar. Pada Tahun 2022 dengan luas tanam 20 hektar bawang putih, menghasilkan produksi sebesar 144 ton dengan produktivitas 14,4 ton/ha.

“Visi dan misi kami selaku Pemerintah Kabupaten Karangasem adalah menempatkan sektor pertanian yang pertama. Berbagai langkah kami lakukan untuk meningkatkan produksi pertanian di Karangasem baik melalui dana APBD II, APBD I dan APBN diantaranya pemberian bantuan benih bawang putih sebanyak 20 hektar yang ada di Kecamatan Selat dan Kecamatan Kubu,” paparnya.

Sementara itu, kadis Pertanian Pangan dan Prikanan, I Nyoman Siki Ngurah menambahkan, Pada Tahun 2016 produksi bawang putih di Kabupaten Karangasem sebesar 11 ton dengan luas tanam 2 hektar. Pada Tahun 2022 dengan luas tanam 20 hektar bawang putih, menghasilkan produksi sebesar 144 ton dengan produktivitas 14,4 ton/ha.

“Kita akan berupaya keras untuk meningkatkan produksi bawang putih, memfasilitasi bantuan sarana dan prasarana adalah salah satu program kita. Selain itu kita akan memastikan agar Penyuluh Pertanian dapat bekerja optimal mendampingi petani di lapangan sehingga setiap permasalahan dengan cepat bisa diatasi,” sebutnya.

Kegiatan panen bawang putih Kabupaten Karangasem dipusatkan di Kelompok Tani Catur Amerta sari, Desa Sebudi, Kecamatan Selat. Luas lahan 15 Hektar dengan jumlah anggota keseluruhan sebanyak 32 orang. Potensi kelompok adalah Cabai Besar, Cabai Rawit, Bawang Merah, Bawang Putih, Jeruk Siem Madu, dan Jeruk Brastagi. (LA-Yog)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *