Sabtu, Maret 7, 2026
BerandaAdvertorialKetua TP PKK Jadi Narasumber Dalam Dialog Interaktif Cegah Radikalisme

Ketua TP PKK Jadi Narasumber Dalam Dialog Interaktif Cegah Radikalisme

Denpasar, LAKSARA.ID – Ketua TP PKK Provinsi Bali  Ny. Putri Koster menjadi narasumber dalam dialog interaktif RRI Denpasar yang mengangkat tema “ Cegah Radikalisme Dengan Merajut Kebhinekaan “ di Stasiun RRI Denpasar, Selasa (20/12)

Mengawali arahannya, Ny. Putri Koster menyampaikan bahwasannya paham radikalisme yang belakangan ini sering muncul kepermukaan , sangat berdampak pada generasi muda kita.  Terlebih dengan keberagaman suku, agama serta ras yang kita miliki,  sangat rawan disusupi  paham radikalisme yang dapat   memecah belah  persatuan bangsa.

Upaya pencegahan paham radikalisme khususnya di kalangan generasi muda dapat  dimulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga yang merupakan benteng pertahanan bangsa. Untuk itu sangatlah penting bagi para ibu dan kader PKK untuk paham apa itu radikalisme serta upaya yang dapat kita lakukan untuk pencegahan penyebarannya sehingga generasi muda kita tidak mudah terpengaruh dan di pecah belah.

Wanita yang akrab dipanggil Bunda Putri ini menambahkan paham radikalisme yang melakukan provokasi dan memperkeruh suasana dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Salah satu upaya pencegahan di tingkat keluarga  yang dapat kita lakukan adalah dengan menumbuhkan rasa cinta tanah air dan memperkuat karakter anak anak kita. Kader PKK berperan penting dalam memberikan edukasi untuk mengembalikan jati diri bangsa sehingga para generasi muda tumbuh menjadi anak yang memiliki sopan santun, berkepribadian, berkarakter , tidak mudah dihasut dan loyal terhadap bangsanya.

Bunda Putri juga  menambahkan masifnya perkembangan dunia digital juga merupakan salah satu hal yang harus kita waspadai dalam upaya pencegahan paham radikalisme. Untuk itu tanamkan sejak dini agar anak anak belajar untuk memfilter ataupun menyaring informasi yang beredar di dunia maya khususnya informasi yang sifatnya mengadu domba. Kemajuan digital hendaknya membantu kita dalam meningkatkan kualitas hidup kita dan bukan sebaliknya menjajah kita. Demikian halnya dengan keragaman yang kita miliki juga kita jadikan kekuatan dan kekayaan bangsa bukan sebaliknya menjadi pemicu terjadinya perpecahan.

Sementara itu  narasumber Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Daerah pada Badan Kesbangpol Provinsi Bali Ni Nyoman Cahayawati menyampaikan

Gerakan radikalisme merupakan gerakan ekstrim yang menggiring generasi bangsa khususnya para remaja di usia  masa sekolah merupakan sasaran empuk bagi  penyebaran  paham radikalisme. Sebagai contoh salah satunya  adalah menggiring untuk membenci segala kebijakan ataupun peraturan yang dikeluarkan pemerintah,  melakukan tawuran serta konflik sosial.  Untuk itu  kita perlu melkaukan pencegahan secara massif dengan  memperkuat wawasan kebangsaan para generasi muda kita dan melakukan aktualisasi terhadap nilai nilai cinta tanah air, Bhineka Tunggal IKa, pengamalan nilai nilai Pancaila serta persatuan kesatuan bangsa. Dalam membangun nilai nilai ini, peran PKK sangat penting dalam memberikan edukasi serta sosialisasi dengan bersinergi dengan pihak terkait sehingga generasi muda kita tidak mudah disusupi paham radikalisme dan dipecah belah.

Cahayawati juga menambahkan transformasi digital dan perkembangan dunia dalam bermedia sosial serta narkotika juga merupakan hal yang harus kita waspadai bersama dalam upaya kita mencegah penyebaran paham radikalisme. Berbagai upaya pencegahan tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah semata, tetapi dimulai dari benteng terkecil yaitu keluarga. Untuk itu penting sekali dalam keluarga , anak anak mengaktualisasikan nilai nilai Pancasila, gotong royong, toleransi serta pengamalan nilai nilai kelima sila Pancasila. (LA-Yog)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments