Rabu, Juli 24, 2024
BerandaKlungkungShantisena Sanggam, Strategi Sukses Perspektif Vedanta

Shantisena Sanggam, Strategi Sukses Perspektif Vedanta

Klungkung, LAKSARA.ID – Menjalani kehidupan sesungguhnya sebagai manusia ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, tentunya akan memiliki hasrat serta keinginan untuk mencapai segala tujuan yang ditentukan. Tujuan setiap orang akan berbeda sebagaimana pemikiran, perkataan, serta perbuatan yang dilakukan. Pun akan sama tetapi proses perjalanan yang dilakukan akan berbeda.

“Tujuan yang ditentukan akan sukses ketika memiliki persepsi yang benar”. Sepenggal kata dari narasumber yaitu Dr. I Gede Suwantana Direktur Bali Vedanta Society yang juga merupakan Alumni Shantisena Ashram Gandhi Puri, yang membawakan materi SatSang “Strategi Sukses Perspektif Vedanta”. Banyak hal yang beliau sampaikan mengenai kesuksesan. Diantaranya, terdapat empat hal yang perlu diketahui ketika ingin mencapai kesuksesan dalam hidup, yaitu

  1. Apa itu sukses?
  2. Untuk apa sukses?
  3. Bagaimana caranya sukses?
  4. Apa yang dilakukan setelah sukses?
    Pada kesempatan kali ini, Dr. I Gede Suwantana meminta kami untuk menjawab pertanyaan tersebut, beliau ingin mengetahui seberapa kami tau mengenai kesuksesan itu. Karena pada dasarnya setiap manusia ingin mencapai kesuksesan dalam kehidupannya, akan tetapi tidak banyak yang bisa menggapainya.
    .
    Untuk itu, beliau membahas kesuksesan dengan menganalogikan pepohonan. Pepohonan hidup layaknya seperti kita, tumbuh dari benih yang kecil, memiliki akar, berbatang, memiliki daun, berbunga serta berbuah. Pohon itu tentunya melalui proses yang panjang hingga mencapai tujuan tertingginya. Tujuan tertinggi pohon akan berbuah sebagaimana dapat di nikmati oleh umat manusia. Pohon hanya bisa tumbuh di tempat di mana ditanam, akan tetapi manusia bisa tumbuh dan berkembang dimanapun dirinya berada. Dalam proses bertumbuh untuk mencapai sukses, tentunya banyak strategi yang dilakukan, sama halnya pepohonan. Pohon akan melakukan segala upaya nya untuk dapat menghasilkan buah, entah itu melalui proses fotosintesis, kebutuhan nutrisi dalam tanah, dan lain sebagainya. Juga manusia, pastinya akan melalui proses yang panjang untuk mencapai kesuksesannya. Banyak strategi yang mestinya dilakukan setiap orang, memiliki perspektif yang benar, serta dapat berpikir yang cerdas.
    .
    Pohon setelah mencapai kesuksesannya, akan berbagi dengan yang lain, bahkan juga ke alam semesta dan akan tumbuh menjadi benih yang baru. Begitupun juga seorang manusia, apa yang dilakukan setelah sukses?
    Menurut perspektif vedanta, seorang manusia akan melakukan Yadnya yaitu korban suci yang tulus ikhlas. Yadnya adalah segala pengorbanan yang kita persembahkan, yang kita lakukan didasari dengan niat yang tulus dan ikhlas (lascarya) kepada Hyang Widi (Parahyangan), sesama manusia (Pawongan) dan kepada alam semesta (Palemahan) atau (Tri Hita Karana) agar tercapai kehidupan yang harmoni/ sejahtera. Pada dasarnya, Yadnya dilakukan tidak hanya ketika seseorang telah mencapai kesuksesannya, namun bagaimana Yadnya bisa menjadi penghantar untuk mencapai kesuksesan.
    .
    Selanjutnya, kehidupan juga dianalogikan seperti seorang yang akan memanah, bagaimana persepsi kita dengan seseorang yang akan memanah. Pemanah akan menentukan tujuannya yang pasti, sebelum itu pastinya akan mengamati terlebih dahulu bagaimana keadaan disekitar, setelah itu baru memulai untuk memanah tujuan. Sama halnya dalam kehidupan seorang manusia, mereka akan menentukan tujuan, tentunya harus memperhatikan keadaan disekitar dan memiliki kepastian terhadap apa yang ingin dicapai. Kepastian yang ingin dicapai tidak digoyahkan dengan siapapun, karena dalam diri sudah terdapat keyakinan bahwa tujuan yang ingin dicapai sudah benar. “Besar kecilnya kesuksesanmu ditentukan oleh besar kecilnya keyakinanmu.”
    .
    Sehingga, dalam mencapai kesuksesan, ada empat pertanyaan yang bisa dijawab. Serta, memiliki persepsi yang benar terhadap tujuan yang ingin dicapai dengan cara fokus kepada satu titik. “Setiap orang memiliki tujuannya. Namun hanya mereka yang hebat yang mampu fokus untuk mendapatkannya.”

I Wayan Sari Dika SIKom MIkom Direktur Shantisena AGP menyiapkan generasi tangguh dan punya bekal kuat ,prinsip hidup Stitha Pradnya menjadi bagian kedepan Shantisena sehingga setiap Minggu ada saja yang mengisi kelas para Shantisena Ashram Gandhi Puri kebetulan tiap tahun selalu ada 45 anak baru kami ingin mereka menjadi bagian Dash to Diamond Project kami. Menutup Pembicaraan dan mengajak para Aktivis maupun Scholar mengisi juga di Ashram Gandhi Puri. (LA-010)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments