Kamis, Juli 18, 2024
BerandaDenpasarKunyit 'Antarkan' Nyoman Suryawati Raih Gelar Doktor ke-331 Unud dengan Predikat Sangat...

Kunyit ‘Antarkan’ Nyoman Suryawati Raih Gelar Doktor ke-331 Unud dengan Predikat Sangat Memuaskan

Denpasar, LAKSARA.ID – Tanaman kunyit ( Curcuma longa L.) selama ini dikenal memiliki beragam khasiat bagi kesehatan. Manfaat kunyit bagi kesehatan dan cara mengolahnya sudah diwariskan secara turun-temurun dari leluhur.

Sementara itu, Dr. dr. Nyoman Suryawati, M.Kes., Sp.KK., FINSDV dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan setelah berhasil mempertahankan disertasinya di depan penguji doktor pada Jumat, tanggal 7 Januari 2022 bertempat di ruang Prof. dr. I Goesti Ngoerah Gde Ngoerah, Denpasar yang dilaksanakan secara hybrid.

Suryawati sebagai lulusan ke-331 Doktor Universitas Udayana ini mengangkat kajian disertasi dengan judul “Nanoemugel Pelembap Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma Longa) Mengurangi Lesi Atopic Dermatitis-Like pada Model Mencit Melalui Thymic Stromal Lymphopoietin, Interleukin-13, dan Interleukin-17.”

Suryawati dalam disertasinya mengungkapkan, Dermatitis Atopik (DA) atau eksema atopik merupakan penyakit kulit yang sering dijumpai di masyarakat. Penyakit ini bersifat kambuh-kambuhan yang dapat menyebabkan kecemasan, depresi, dan masalah psikologis lain, yang memengaruhi kualitas hidup, serta masalah sosial dan ekonomi bagi penderita dan keluarganya. Ia menyebutkan kerusakan sawar atau pelindung kulit berperan penting pada terjadinya DA, karena mempermudah masuknya bahan yang bersifat alergi maupun bahan iritan pada kulit. Kerusakan sawar kulit dapat menyebabkan kehilangan air dari kulit atau trans-epidermal water loss (TEWL) dan dilepaskannya mediator radang seperti thymic stromal lymphopoietin (TSLP), interleukin (IL)-13, dan IL-17. ‘’Mediator radang ini akan menyebabkan perubahan histopatologi dan kelainan pada kulit,’’ paparnya.

Lebih dalam dikatakannya, kerusakan sawar kulit dapat dikurangi dengan pemakaian pelembab, karena pelembab dapat meminimalkan TEWL. Saat ini banyak dikembangkan pelembab yang mengandung bahan antiradang. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bahan herba mempunyai khasiat antiradang/antiinflamasi, salah satunya adalah kunyit (Curcuma longa). Kunyit merupakan bahan alam yang umum digunakan di masyarakat, tidak hanya untuk bumbu dan pengawet makanan, tetapi juga digunakan dalam pengobatan tradisional di masyarakat seperti untuk luka, nyeri sendi, penyakit kardiovaskuler, hingga penyakit peradangan pada saraf. Kunyit merupakan bahan alam yang kaya kandungan polifenol yaitu curcumin. ‘’Salah satu kekurangan pemanfaatan kunyit adalah kelarutan curcumin yang buruk pada air, sehingga menyebabkan penyerapan yang buruk pada kulit. Untuk mengatasi kekurangan tersebut, perlu dibuat suatu formulasi nanoemulgel. Sediaan nanoemulgel membuat ukuran partikel menjadi lebih kecil sehingga memudahkan penetrasi zat aktif,’’ katanya.

Suryawati menyampaikan, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi nanoemulgel pelembap ekstrak rimpang kunyit 1% terhadap terjadinya DA pada model mencit yang dipapar bahan kimia dinitrochlorobenzene (DNCB). Penelitian ini adalah penelitian eksperimental Post Test Only Control Group menggunakan hewan coba yaitu mencit BALB/c. Sampel dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kontrol yang diberikan gel dasar, dan kelompok perlakuan diberikan nanoemulgel ekstrak rimpang kunyit 1%. Parameter yang dinilai adalah parameter laboratorium dan kerusakan sawar kulit. Parameter labaratorium yaitu kadar TSLP, IL-13, dan IL-17 dari jaringan kulit diukur dengan metode Enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA). Kerusakan sawar kulit dinilai dengan pemeriksaan histopatologi, pengukuran nilai TEWL, dan klinis dermatitis dengan menggunakan skor dermatitis. Hasil dianalisis statistik dengan uji komparasi.

Suyawati menyimpulkan dari hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok perlakuan. Temuan ini memperkuat peranan bahan antiradang pada pelembab terhadap kerusakan sawar kulit dan mengurangi lesi dermatitis melalui TSLP, IL-13, dan IL-17. Ia berharap ke depan ditemukan pelembab dengan kandungan antiradang dari bahan rimpang kunyit, yang setelah dari model hewan coba ini, dapat dikembangkan sebagai terapi suportif dalam penatalaksanaan DA.

Ujian terbuka ini dipimpin langsung oleh Dekan FK Unud Dr. dr. Komang Januartha Putra Pinatih, M.Kes, dengan tim penguji Prof. Dr. dr. Made Wardhana, Sp.KK (K) (Promotor), Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD-KHOM (Kopromotor I), Prof. Dr. dr. I Made Jawi, M.Kes. (Kopromotor II), Prof. Dr .Ir. Ida Bagus Putra Manuaba, M.Phil, Prof. drh. I Nyoman Mantik Astawa, Ph.D., Prof. Dr. dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa, Sp.KK (K)., FINSDV., FAADV, Prof. Dr. dr. I Wayan Putu Sutirta Yasa, M.Si., Dr. dr. Desak Made Wihandani, M.Kes., Dr. dr. Ni Putu Sriwidyani, Sp.PA, Dr. dr. Ni Made Linawati, M.Si.

Turut hadir undangan akademik Dr. rer. nat. dr. Ni Nyoman Ayu Dewi, M.Si., Dr. dr. Agung Wiwiek Indrayani, M.Kes., dr. I Made Winarsa Ruma, S.Ked., Ph.D., Dr. dr. Putu Yuliawati, Sp.M(K), Dr. dr. Made Lely Rahayu, Sp.THT.KL(K).,FICS. Pada ujian ini Dr. dr. Nyoman Suryawati, M.Kes., Sp.KK., FINSDV dinyatakan lulus sebagai lulusan ke- 331 Doktor Universitas Udayana dengan predikat sangat memuaskan. (www.unud.ac.id)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments