Berpesan Jangan Hanyut Eforia Pariwisata, Kariyasa Adnyana: Bali Punya Vanili, Kopi dan Padi

1,066 Views

Karangasem, LAKSARA.ID – Masyarakat Bali diharapkan dapat berdikari dalam segala sektor. Di mana pandemi Covid-19 ini memberikan banyak pelajaran, ketika banyak yang hanyut dengan eforia pariwisata, hendaknya tetap diingat bahwa di Bali memiliki banyak potensi lain untuk dilirik sebagai penopang perekonomian warga.

Hal ini disampaikan anggota Komisi IX DPR RI Ketut Kariyasa Adnyana ketika melakukan penyerapan aspirasi di Banjar Dinas Abian Canang, Desa Dinas Ulakan, Kecamatan Manggis, Karangasem, pada Minggu (17/10/2021). Kegiatan ini dilakukan di Pura Taman Sari yang diempon oleh Semeton Maha Gotra Pasek Sanak Sapte Resi.

Selanjutnya, Kariyasa Adnyana menegaskan masih banyak potensi lain di Bali yang perlu dibangkitkan kembali, mengingat dahulu Bali dikenal dengan ikon lain seperti vanili, kopi, padi atau kelapa Bali.

Terkait solusi yang bisa diambil agar masyarakat tidak hanya tergantung sektor pariwisata, Kariyasa Adnyana mengatakan masyarakat Bali juga punya banyak potensi alam lain yang patut digarap serta UMKM yang sangat punya prospek menjanjikan ke depan. “Jadi hendaknya kalangan muda agar jangan gengsi dan takut untuk kembali bertani, atau jadi nelayan. Ingat, kita dikelilingi oleh lautan, sehingga potensi perikanan juga sangat bagus,” katanya pada kegiatan penyerapan aspirasi di Banjar Dinas Abian Canang ini.

Pada tempat yang sama, tokoh masyarakat setempat Nyoman Sudiarsa mengatakan Abian Canang dulu adalah daerah terisolir. Baru pada tahun 1997ada proyek pembukaan jalan padat karya. Sebelumnya sangat sulit bagi warga untuk mencari nafkah, sehingga banyak yang memutuskan merantau.

Sudiarsa kemudian mengatakan sangat berbahagia dan berterima kasih atas kedatangan Ketut Kariyasa Adnyana yang bisa mengunjungi warga Semeton Pasek. “Kami berharap kalau ada program-program pemerintah untuk masyarakat agar tidak terisolir,” harapnya.

Dalam kesempatan itu Kariasa adnyana menyampaikan bahwa dirinya adalah anak seorang petani, asal Busungbiu Buleleng, sudah terbiasa hidup di desa, jadi tidak merasa asing kalau berada di tegalan atau puncak bukit sekalipun. “Saya membidangi kesehatan dan ketenagakerjaan, namun tetap menyerap aspirasi masyarakat di berbagai sektor. Untuk daerah ini, barangkali yang dibutuhkan adalah pembangunan jalan untuk memperlancar mobilitas ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Ke depan Kariyasa Adnyana akan berusaha membantu kalau ada program-program yang dibutuhkan masyarakat, dan program yang laindengan mengkomunikasikan pada bupati ataupun teman-teman komisi lainnya. (LA-010)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *