Genjot PAD, Pemkab Jembrana Luncurkan Aplikasi Point Of Sales

439 Views

Jembrana , LAKSARA.iD – Guna menggenjot Pendapatan Asli Daerah ( PAD ), Pemerintah Kabupaten Jembrana   melalui Badan Pengelolan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD)  me-launching aplikasi pelayanan terbaru, alat   Point Of Sales ( POS).  

Launching dihadiri Bupati Jembrana I Nengah Tamba serta Wabup I Gede Ngurah Patriana Krisna, yang berlangsung di Kelurahan Gilimanuk pada  Jumat tanggal 30 April 2021.

Selain meningkatkan PAD, melalui aplikasi ini juga diharapkan bisa menekan kebocoran khususnya memastikan pajak yang dititip oleh konsumen yang berbelanja disetorkan ke kas daerah sesuai jumlah.

Kepala Bidang Pajak Daerah Lainnya, I Gede Gusdiendi mengatakan alat Point of sales ini basisnya aplikasi perekam transaksi. Alat tersebut merupakan hibah dari BPD Bali di mana  saat ini Jembrana mendapatkan 8 alat hibah .

”Tujuannya tidak lain sebagai optimalisasi pendapatan daerah dari Pajak Hotel dan Restaurant (PHR) . Dengan dipasang alat ini, kami  bisa memonitoring serta fungsi controling  setiap saat dari setiap transaksi yang dilakukan  wajib pajak diwarung tersebut .  Sehingga wajib  pajak bisa dimonitor dan kontrol melalui alat perekam ini,“ jelasnya.  

Gilimanuk saat ini sebagai sentra kuliner betutu sudah terpasang alat tersebut di tiga warung .  Selain warung betutu men tempeh 1978, sudah terpasang di  Warung Men Fery, serta Warung Betutu Ibu Lina 1.

“Harapan kita , kerja sama dengan Bank BPD Bali ini bisa terus berlanjut sehingga semakin banyak wajib pajak yang bisa kita kontrol dan monitor. Jadi optimalisasi pendapatan daerah dapat terwujud ,“ tandasnya.

Bupati Jembrana I Nengah Tamba menegaskan  melalui launching ini Pemkab Jembrana akan terus berupaya menggenjot berbagai potensi pendapatan daerah. Selama ini, pendapatan itu dirasanya masih cukup rendah sehingga harus digenjot dan dimaksimalkan lagi.

“Ini salah satu solusi . Bagaimana kita bersama teman-teman OPD bekerja cepat  memaksimalikan pendapatan menekan kebocoran.  Melalui sistem  digitalisasi yang ada hari ini . Diharapkan semua temen-temen yang mengelola Rumah makan ataupun restoran harus jujur . Karena kita kan sudah punya estimasi sendiri ,” kata Tamba.

Menurutnya, tim dari Pemkab Jembrana juga sudah memiliki estimasi sendiri . Bagaimana kondisi rumah makan saat hari hari tertentu bisa ramai. Misalnya jelang hari raya dan saat tamu wisatawan berlibur ke Bali .

“Harapan kita tidak hanya di Men Tempeh saja alat ini bisa terpasang , tapi masih banyak restorant dan rumah makan lainnya bisa potensi sebagai sumber pendapatan. Itu yang kita maksimalkan dan ingin kita garap . Termasuk sektor warnet , ada juga tambak udang kita lihat banyak sekali. Juga sektor sewa aset pemkab lain nantinya,” papar Tamba.

“Ini sebagai bentuk optimalisasi menggenjot pendapatan daerah. Sehingga lebih banyak lagi pembangunan bisa diwujudkan di Bumi Mekepung,” tegas Bupati Tamba (LA-JB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *