Rabu, Juli 24, 2024
BerandaHeadlinesBNPB Latih Seribu Relawan Covid-19, Lilik: Jadi Pahlawan Tidak Harus Bertempur

BNPB Latih Seribu Relawan Covid-19, Lilik: Jadi Pahlawan Tidak Harus Bertempur

Banjarmasin, LAKSARA.ID – Pandemi Covid-19 yang melanda dunia, termasuk Indonesia, mengakibatkan semua sektor pembangunan terdampak dan tidak sedikit yang mengalami kegagalan diri untuk bisa memulihkan diri dan bangkit kembali.

Pemerintah pusat dan daerah telah melakukan berbagai upaya dalam  pencegahan dan edukasi ke masyarakat tentang bahaya Coronavirus disease 2019 atau Covid-19. Salah satunya dengan menerjunkan (suka) relawan di setiap daerah sebagai kepanjangantangan pemerintah dalam penanganan COVID-19.

Sejak pandemi Covid-19, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) rutin melatih ribuan relawan untuk edukasi kepada masyarakat di daerah. Salah satunya melatih seribu relawan di Kalimantan Selatan.

Deputi Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan mengatakan,  COVID-19 masih berada di sekitar kita dan Dunia sedang berjuang untuk melawan pandemi COVID-19.

“Kita dapat melalui pandemi ini dengan 2 syarat, yaitu jika yang sakit dapat sembuh karena obat dan yang sehat dapat imun jika ada vaksin,” kata Lilik saat pembukaan Pelatihan Relawan Covid-19 se-Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarmasin, Kamis (26/11).

Lebih lanjut ia menambahkan, saat ini aksi bela negara sangat dibutuhkan, kita melakukan bela negara dengan perang melawan COVID-19.

“Menjadi pahlawan tidak harus bertempur, mereka yang melindungi bangsanya dari bencana termasuk Covid-19 adalah pahlawan,” tambahnya.

Kemudian ia mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga yang sehat tetap sehat dan saling bahu membahu dalam penanganan Covid-19 dan menghindari kerumunan yang tidak menerapkan protokol kesehatan. Pandemi Covid-19 ini merupakan tanggung jawab bersama seluruh pihak.

Sementara itu, Ketua Sub Bidang Pelatihan Satgas Penanganan Covid-19, Prasetyo Nurhadjanto menyampaikan bahwa pelatihan relawan ini bertujuan untuk membentuk agen perubahan Covid-19. 

“Saat ini telah terdaftar 32.000 relawan dan akan dibentuk 1.000 relawan lagi di Kalimantan Selatan untuk dilatih  menjadi agen perubahan prilaku dan membantu sosialisasi dan edukasi protokol kesehatan ke masyarakat,” ujar Prasetyo.

Setelah mendapatkan pelatihan, diharapkan para relawan akan memiliki pemahaman yang tepat terkait penanganan Covid-19 agar secara otomatis bergerak untuk melakukan sosialisasi serta pemantauan protokol kesehatan penanganan Covid-19 mulai dari lingkungan keluarga hingga ke masyarakat

Pada kesempatan yang sama, Plt. Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Resnawan menyatakan bahwa pemerintah provinsi Kalimantan Selatan bersama kabupaten dan kota terus berusaha meningkatkan aktivitas pencegahan Covid-19 .

“Alhamdulilah, penanganan Covid-19 di Provinsi Kalimantan Selatan pelan-pelan sudah bisa diatasi. Dengan pelatihan relawan ini semoga relawan dapat menularkan ilmunya kepada masyarakat,” kata Resnawan.

Plt. Gunernur Kalimantan Selatan selaku Pemerintah Provinsi Kalimanan Selatan mengucapkan terima kasih kepada BNPB atas kegiatan pelatihan relawan dalam penanganan Covid-19 di Provinsi Kalimantan Selatan

“Kami sangat apresiasi kepada BNPB melalui Satgas Penanganan Covid-19 Bidang Koordinasi Relawan. Saya berpesan kepada relawan agar dapat menjadi pahlawan, yaitu dengan melindungi diri sendiri, keluarga dan masyarakat dari Covdi -19 dengan menerapkan protokol kesehatan,” tutup Resnawan.

Kegiatan pelatihan relawan tersebut dilaksanakan pada 26 November – 2 Desember 2020. Sebanyak 1.000 relawan terpilih akan dilatih pada kegiatan ini, yang terdiri dari perwakilan 27 kecamatan, 7 instansi, dan 13 organisasi kemasyarakatan peduli bencana di Kalimantan Selatan. Relawan yang berpartisipasi diharapkan menjadi agen perubahan bagi lingkungan sekitar yang akan membantu sosialisasi dan edukasi protokol kesehatan masyarakat sehingga bisa menekan persebaran Covid-19. (LA – BM)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments