Minggu, Juli 14, 2024
BerandaHeadlinesShantisena Sanggam Ajarkan Public Speaking Bertema 'Menjadi Pembicara yang Menyenangkan'

Shantisena Sanggam Ajarkan Public Speaking Bertema ‘Menjadi Pembicara yang Menyenangkan’

Klungkung, LAKSARA.ID – Untuk ikut serta menguatkan sumber daya manusia Shantisena Ashram Gandhi Puri, hari Sabtu (14/11/2020) di Ashram Gandhi Puri Sevagram di mana menjadi kegiatan rutin setiap Sabtu Minggu ; Shantisena Sanggam dengan mengambil materi tentang Public Speaking dengan tema “menjadi PEMBICARA yang menyenangkan” dengan pemateri Sri Sumahardani.

Peserta yang mengikuti kegiatan public speaking kali ini, kegiatan ini tetap jberjalan dengan mengikuti protokol kesehatan seperti tetap selalu menggunakan masker, selalu menjaga jarak dan selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah kegiatan berlangsung.

“Semua orang bisa berbicara tetapi tidak semua orang dapat menjadi pembicara apalagi menjadi Pembicara yang menyenangkan” kata Sri Sumahardani membuka kelas pagi ini.

Public speaking merupakan sebuah pidato formal ataupun non formal yang dihadapkan oleh khalayak banyak orang atau umum. Public speaking ini merupakan sebuah pekerjaan yang menjanjikan tak hanya tentang menjadi seorang MC ataupun seorang motivator, tetapi juga dapat menjadi seorang presenter dan profesional public speaking.

Untuk dapat menjadi seorang public speaking tentu harus memiliki jiwa percaya diri yang kuat. Dan memiliki kosa kata yang banyak, dengan cara rajin membaca secara cepat. Selain memiliki kosakata yang banyak seorang public speaking diharapkan dapat mengatur olah nada dengan cara selalu berlatih membaca puisi dan bernyanyi agar mengetahui tentang nada rendah dan nada tinggi.

Kelas public speaking ini mestinya dilaksanakan selama 3 hari dengan ketentuan 5 jam perhari tetapi hari ini hanya dilaksanakan selama 2 jam. Meski 2 jam dilalui, tetapi suasana kelas sangat asyik sehingga tidak terasa waktu cepat berlalu. Kegiatan ini dilaksanalan berdasarkan atas awal mula dari pengasuh Ashram Gandhi Puri yang ingin menambah skill Shantisena untuk dapat belajar berbicara di depan orang banyak dengan tenang dan rileks.
Seorang komunikator harus memiliki nilai performa tinggi, yaitu:

  1. Kesiapan dalam pakaian, materi, pengetahuan tentang audience dan hal lainnya.
  2. Kesungguhan
  3. Ketulusan
  4. Kepercayaan kepada Audience dan materi
  5. Ketenangan
  6. Keramahan
  7. Kesederhanaan

Nilai performa tinggi ini harus diseimbangkan dengan mempraktekkan dan melatihnya secara rutin dan berskala, seperti kata Sri Sumahardani bahwa semua perlu dipersiapkan dengan sebaik dan sematang mungkin sehingga mendapatkan hasil yang memuaskan.

“Saya melihat dan memperhatikan seluruh Shantisena anak didik saya, bahwa mereka terlihat gugup ketika saya mendatangkan tamu dari luar. Jadi saya pikir penting untuk menambah wawasan kepada mereka untuk belajar berbicara menjadi seorang Public Speaking yang profesional dengan mendatangkan profesional Public Speaking ini” ujar Ida Rsi Putra Manuaba selaku Pengasuh Ashram menambahkan.

Kegiatan ini mendapatkan apresiasi positif oleh Shantisena. Sehingga memungkinkan untuk mengulang kegiatan ini secara berskala agar Shantisena dapat menjadi seorang pembicara. Selain menjadi seorang pembicara Shantisena diharapkan dapat berbicara di depan orang banyak dengan tenang dan tidak gugup lagi.

“Saya sangat menyukai kelas Public Speaking ini karena untuk menunjang wawasan saya serta keterampilan dalam berbicara, karena materi ini berhubungan dengan jurusan saya saat ini. Sehingga saya sangat antusias untuk mengikuti kelas dari awal hingga selesai.” Direktur Ashram Gandhi Puri,I Wayan Sari Dika SIKom yang akrab dipanggil Dhika menambahkan

Public Speaking bukan hanya sekedar berbicara di depan umum. Melainkan berbicara dengan menggunakan gesture, dan olah nada sehingga membuat para audiens dapat memberikan respons dan menjadi pendengar yang baik. Dengan gesture dan olah nada membuat kelas menjadi lebih menyenangkan dan membuat audiens menjadi lebih semangat.

Berakhirnya acara kali ini Sri Sumahardani mengajak seluruh Shantisena bernyanyi bersama dan menggerakkan tubuh sesuai irama untuk melatih gesture. Setelah bernyanyi acara diakhiri dengan sesi penyerahan hadiah oleh pemateri kepada peserta yang aktif Irenate Barowetan dan Justika,serta penyerahan kenang-kenangan oleh pengasuh ashram kepada pemateri. (LA – KL)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments