Rabu, Juli 17, 2024
BerandaAdvertorialGede Dana Siapkan Program Antar Jemput Pasien Kurang Mampu

Gede Dana Siapkan Program Antar Jemput Pasien Kurang Mampu

Karangasem, LAKSARA.ID – Masalah kesehatan warga menjadi perhatian tersendiri bagi calon Bupati Karangasem I Gede Dana, sehingga benar-benar merancang program keberpihakan pada rakyat kecil. Salah satunya adalah program antar jemput bagi pasien kurang mampu untuk dibawa ke rumah sakit dan kemudian diantarkan kembali ke rumah usai menjalankan pengobatan.

Hal ini dikatakannya saat berkampanye di Banjar Dauh Pangkung, Seraya Barat, Karangasem, pada Jumat tanggal 9 Oktober 2020. “Untuk urusan mobil untuk antar jemput sudah siap, tidak ada kendala malah jumlah kendaraannya sudah cukup,” jelasnya.

Berikutnya, Gede Dana menyayangkan selama ini, pembangunan di Karangasem nyaris tidak mengalami perkembangan berarti sehingga wilayah di bagian timur Pulau Bali ini sering mendapat cap sebagai daerah yang tertinggal.

“Apalagi dari sisi pendapatan asli daerah (PAD) malah mengalami kemunduran. Pada zaman kepemimpinan Bupati Geredeg hingga tahun 2015, PAD Karangasem masih mencapai Rp 243 miliar. Setahun berikutnya, kenapa malah turun menjadi Rp 233 miliar. Padahal waktu itu belum ada bencana di Karangasem, tapi PAD malah turun,” demikian dikatakan calon Bupati Karangasem I Gede Dana

Gede Dana menjelaskan, salah satu penyebab turunnya PAD adalah kebocoran di sektor pajak galian C yang semula mencapai Rp 60 miliar per tahun, kini turun menjadi Rp 22 miliar. “Kebocoran ini membuat PAD Karangasem merosot tajam, padahal untuk membangun kita kan jelas membutuhkan anggaran yang tidak sedikit,” kata pria yang berpasangan dengan calon wakil Bupati Karangasem Artha Dipa (Dana-Dipa) pada perhelatan Pilkada 2020.

Menyikapi hal ini, Gede Dana menyatakan jika nanti menjadi menjadi Bupati Karangasem, maka ada 5 program prioritas yang akan benar-benar diterapkan di wilayah ini. Meliputi: (1) penguatan pangan, sandang, papan, (2) peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, (3) ketenagakerjaan dan sosial, (4) agama, adat dan budaya,serta (5) pariwisata.

Menurut Gede Dana, sektor pangan sengaja diletakkan paling awal karena setiap warga pasti membutuhkannya untuk kelangsungan hidup. Program yang hendak dijalankan nanti adalah mengadakan penelitian kontur atau tekstur tanah di tiap kecamatan. Misalnya, di Kecamatan Selat, bagaimana karakter tanahnya dan apa jenis tanaman yang sesuai. Begitu seterusnya.

“Pangan ini nanti akan diintegrasikan dengan pariwisata. Jadi sektor pertanian akan benar-benar digarap, agar warga memiliki kemandirian pangan. Kita telah mengalami masa cobaan dari mulai bom Bali, erupsi Gunung Agung dan sekarang pandemi di mana pariwisata benar-benar terpuruk. Namun jika memiliki tumpuan juga di bidang pertanian, maka setidaknya mampu bertahan seandainya pariwisata sedang lesu,” kata Gede Dana yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karangasem.

Sementara itu, Kelian Banjat Adat Banjar Dauh Pangkung Ketut Nita menegaskan selama ini PDI Perjuangan selalu unggul di Banjar Dauh Pangkung Seraya Barat. “Kami ini masyarakat kami sudah sepakat untuk memenangkan Bapak Gede Dana agar memiliki harapan Karangasem yang lebih baik. Karangasem yang lebih maju dan kami ingin memiliki pemimpin yang berpihak ke rakyat,” ujar Ketut Nita.

Anggota DPRD Karangasem fraksi Hanura I Wayan Budi mengatakan bahwa tidak salah pimpinannya berkoalisi dengan PDI Perjuangan untuk mendukung pasangan Gede Dana – Arta Dipa untuk maju ke Karangasem Satu. “Pasangan Dana – Dipa visi misinya sudah jelas, dan niatnya tulus untuk mengabdikan dirinya untuk masyarakat Karangasem,” kata Wayan Budi dengan suara lantang. (LA – KA1)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments