Minggu, Juli 14, 2024
BerandaDaerahITB STIKOM Bali Harapkan Lulusan Berwawasan Internasional dan Berjiwa Lokal

ITB STIKOM Bali Harapkan Lulusan Berwawasan Internasional dan Berjiwa Lokal

Denpasar, Laksara.id – ITB STIKOM Bali menggelar Coffee Morning dengan media untuk membahas tentang El 4.O, pada Sabtu, (16/11), yang berlokasi di Kampus ITB STIKOM, Jalan Raya Niti Mandala, Renon, Denpasar.

Pertemuan itu dihadiri oleh para praktisi pendidikan sekaligus pendiri Yayasan Widya Dharma Santi yakni Prof Dr I Made Bandem MA, Rektor ITB STIKOM Bali Dr Dadang Hermawan Ak, IB Dharmadiaksa MSi Ak dan Drs Satria Dharma.

Dadang Hermawan selaku Rektor ITB STIKOM mengatakan, ITB STIKOM Bali saat ini sudah menjelma menjadi sebuah grup yang cukup besar yang eksistensinya sudah diakui di tanah air, khususnya di Bali.

Dia melanjutkan, perusahaan atau lembaga yang berada di bawah naungan STIKOM adalah sebagai berikut: Grup STIKOM Bali di bidang Pendidikan Formal seperti ITB STIKOM Bali (di Renon dan Jimbaran), STT Bandung di Bandung, Politeknik Ganesha Guru, Politeknik Nasional, SMK TI Bali Global Denpasar, SMK TI Bali Global Badung, SMK TI Bali Global Singaraja, SMK TI Bali Global Karangasem, SMK TI Bali Global Jimbaran, SMK TI Bali Global Klungkung, SMK Bali Global Abiansemal Badung, SMK TI Indonesia Global Ponorogo, sedangkan Bidang Pendidikan Non-Formal yakni, Lembaga Pelatihan Bisma Informatika (LSP/sertifikasi), LPK Darma (plus penyaluran ke Jepang dan Taiwan), LPBA Denpasar (plus penyaluran ke Australia), LPBA Gerokgak (pusat kursus), LPBAI Bandung Sukarno Hatta (pusat sertifikasi), LPBAI Baleendah Kabupaten Bandung (pusat sertifikasi dan kursus), LPBAI Klungkung (pusat kursus) dan LPBAI Karangasem (pusat kursus).

Pada coffee morning inin Dadang Hermawan juga menjelaskan bagaimana sejarah berdirinya ITB STIKOM yang penuh perjalanan panjang. “Dimulai dengan 40 orang mahasiswa di jalan Pulau Kawe 21 Denpasar pada tahun 2002, saat ini STIKOM Bali sudah menjadi sebuah grup yang memliki 29 lembaga atau perusahaan yang pada umumnya bergerak di bidang TIK baik pendidikan maupun non pendidikan,” katanya.

Saat ini STIKOM Bali terus berkembang sehingga untuk mengantisipasi permintaan pasar kerja, STIKOM Bali berubah menjadi Institut Teknologi Bisnis STIKOM Bali atau ITB STIKOM Bali. Perubahan status tersebut menjadikan ITB STIKOM lebih leluasa untuk bisa menambahkan program-program studi baru yang mengikuti perkembangan zaman terutama untuk menghadapi era industri 4.0.

Berkaitan dengan era industri 4.0 atau era digital yang ditandai dengan sudah dan akan berkembangnya Artificial Intellegence (kecerdasan buatan), Internet of Things (Sensor, perangkat pintar), 3 D Printing, Robotic, Block Chain, Drone, Virtual Reality, Augmented Reality, maka seluruh civitas akademika di lingkungan STIKOM Bali grup telah siap dan tidak mau hanya jadi penonton atau pengguna saja, tapi berusaha jadi bagian dari pemain dengan telah dan akan melakukan aktivitas seperti,
Pada tahun 2016, membentuk Inkubator Bisnis Teknologi STIKOM Bali yang sekarang ini sedang menginkubasi 6 tenant atau start up ( Troll = traktor digital, Jemari channel = pusat endek bali online, Agrito = alat pemantau hidrofonik, Pasopati = booking atraksi seni Bali online, Amacall = Perawatan Bayi dan Ibu Hamil online dan Craftigo = Travel Bali online) yang telah running dan telah mendapat hibah dari Kemenristekdikti Rp 1,7 miliar. (LA-Tia)

Kemudian Bersama-sama dengan beberapa alumni mendirikan dan mengembangkan PT Bukaloka Teknologi Indonesia (Bukaloka) yang merupakan aplikasi market place dan e wallet pertama dan terbesar di Bali yang menyediakan beberapa paket Tour, Sewa mobil dan menjadi alat pembayaran SPP dan kebutuhan sehari-hari di lingkungan STIKOM Bali Grup.

Dan pada kesimpulannya STIKOM Bali grup telah siap menghadapi era Revolusi Industri 4.0 dengan menciptakan, mengembangkan berbagai aplikasi baik untuk kepentingan internal maupun eksternal. Dan Setiap lulusan telah dibekali berbagai bahasa internasional (Inggris, Jepang, Mandarin) serta berbagai sertifikasi kompetensi baik nasional maupun internasional untuk memudahkan bermain di era global.
Tidak hanya itu saja STIKOM juga terus mengembangkan kolaborasi dengan berbagai pihak demi kepentingan internal maupun eksternal sehingga dapat menghasilkan lulusan yang berwawasan internasional dan berjiwa lokal.

“Harapan saya untuk anak – anak muda yang merupakan generasi penerus bangsa, pada jaman sekarang dan jaman yang akan datang adalah jamannya kalian berada di era digital, jamannya revolusi industri 4.O. Maka oleh karena itu pilihlah lembaga pendidikan lanjutan yang telah mempelajari hal itu,” kata Dadang Hermawan. (LA-Tia)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments