Kamis, Juni 4, 2026
BerandaJakartaMalang dan Ponorogo Masuk Kota Kreatif Dunia, Bukti Nyata Potensi Ekraf Indonesia

Malang dan Ponorogo Masuk Kota Kreatif Dunia, Bukti Nyata Potensi Ekraf Indonesia

Jakarta, Laksara.id – Dua daerah di Indonesia, Kabupaten Ponorogo dan Kota Malang, Jawa Timur, resmi ditetapkan sebagai anggota UNESCO Creative Cities Network (UCCN) bertepatan dengan Hari Kota Sedunia 2025. Menteri Ekonomi Kreatif (Menteri Ekraf) Teuku Riefky Harsya menyampaikan apresiasinya atas pencapaian ini.

Menurutnya, keberhasilan ini akan memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat ekonomi dunia kreatif yang berfokus pada budaya, inovasi, dan teknologi.

“Keberhasilan Ponorogo dan Malang menjadi bagian dari UNESCO Creative Cities Network membuktikan bahwa potensi ekonomi kreatif Indonesia mampu bersaing di tingkat global. Ini bukan hanya prestasi daerah, tetapi juga bagi seluruh ekosistem kreatif nasional,” ujarnya.

Kementerian Ekraf memegang peran sentral dalam proses seleksi nasional nominasi anggota UNESCO Creative Cities Network (UCCN) 2025. Komisi Nasional Indonesia antuk UNESCO (KNIU) sebagai representasi menunjuk langsung Kementerian Ekraf dan berkolaborasi sebagai Focal Point Nasional dalam prosesnya.

Tidak hanya menjadi fasilitator utama, tetapi juga pengarah dalam memastikan kesiapan kabupaten/kota untuk bersaing di tingkat global. Membangun intensifikasi komunikasi dengan berbagai kementerian dan lembaga, serta menggandeng berbagai organisasi mengembangkan jaringan dan sosialisasi program. Pendekatan kolaboratif hexahelix ini menjadi fondasi yang kuat dalam membangun jejaring kreatif yang inklusif dan berkelanjutan.

Lebih jauh lagi, Kementerian Ekraf juga berperan aktif dalam seluruh tahapan seleksi mulai dari pembentukan Panitia Seleksi Nasional, penyusunan kriteria penilaian, sosialisasi ke pemerintah daerah, hingga pendampingan teknis dalam simulasi penyusunan berkas UCCN. Proses seleksi yang ketat dan terstruktur ini memastikan bahwa kota-kota yang diusulkan benar-benar menempatkan kreativitas dalam inti pembangunan.

Penetapan dua daerah tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal UNESCO, Audrey Azoulay, yang meresmikan 58 kota baru dari berbagai negara sebagai anggota jaringan kreatif global tersebut.

“Kota-Kota Kreatif UNESCO menunjukkan bahwa budaya dan industri kreatif dapat menjadi penggerak nyata bagi pembangunan. Dengan menyambut 58 kota baru, kami memperkuat sebuah Jaringan di mana kreativitas mendukung inisiatif lokal, menarik investasi, dan mempromosikan kohesi sosial,” ujar Audrey dilansir dari laman Unesco.

Penetapan ini menegaskan komitmen Ponorogo dan Malang dalam menjadikan kreativitas sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang mulai dari daerah. Kabupaten Ponorogo terpilih sebagai Kota Kreatif Kerajinan dan Kesenian Rakyat , sementara Kota Malang ditetapkan sebagai Kota Seni Media . Keduanya kini menjadi bagian dari 408 kota kreatif di lebih dari 100 negara yang tergabung dalam jaringan UNESCO Creative Cities Network , sebuah ekosistem global yang fokus pada inovasi, keingintahuan, dan kolaborasi lintas budaya.

Lebih lanjut, Menteri Ekraf menegaskan bahwa pemerintah terus mendukung daerah-daerah kreatif untuk mengembangkan potensi unggulannya. Ia juga menambahkan bahwa pencapaian ini selaras dengan arah kebijakan RPJMN 2025–2029 yang menempatkan ekonomi kreatif sebagai sektor strategis dalam mendorong pertumbuhan nasional.

“Kami melihat kreativitas lokal sebagai energi baru pembangunan. Dari seni rakyat Ponorogo hingga inovasi digital Malang, semuanya merepresentasikan semangat The New Engine of Growth , pertumbuhan yang berangkat dari kreativitas dan keberagaman budaya di mulai dari daerah,” jelas Menteri Ekraf.

UNESCO sendiri menyoroti kontribusi kota-kota kreatif dalam membangun kehidupan perkotaan yang berpusat pada manusia dan budaya. Sejak diluncurkan pada tahun 2004, UCCN telah mendorong inovasi sosial melalui tujuh bidang utama: Kerajinan dan Seni Rakyat, Desain, Film, Gastronomi, Sastra, Seni Media , dan Musik . Tahun ini, UNESCO untuk pertama kalinya memperkenalkan kategori baru, yaitu Kota Kreatif Arsitektur , sebagai bentuk perluasan ruang ekspresi kreatif global.

Dengan bergabungnya Ponorogo dan Malang ke dalam jaringan UCCN, Indonesia kini semakin diakui sebagai negara dengan ekosistem kreatif yang dinamis dan berdaya saing. Melalui program ini, Kementerian Ekraf berkomitmen memperkuat posisi Indonesia dalam jejaring kota kreatif dunia, serta menegaskan peran ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang mulai dari daerah.

Berikut kota-kota yang bergabung dengan Jaringan Kota Kreatif UNESCO pada tahun 2025 adalah:

– Aberystwyth, Sastra

– Abuja, Sastra

– Al-Madinah Al-Munawwarah, Gastronomi

– Andenne, Kerajinan dan Seni Rakyat

– Bistrita, Arsitektur

– Bobo-Dioulasso, Kerajinan dan Seni Rakyat

– Celje, Sastra

– Kota Cheongju, Kerajinan dan Seni Rakyat

– Conakry, Sastra

– Cuenca, Gastronomi

– Daugavpils, Desain

– Kota Dumaguete, Sastra

– Kota Echizen, Kerajinan dan Seni Rakyat

– Evian, Musik

– Faenza, Kerajinan dan Seni Rakyat

– Gdańsk, Sastra

– Giza, Film

– Hebron, Kerajinan dan Seni Rakyat

– Kota Ho Chi Minh, Film

– Höhr-Grenzhausen, Kerajinan dan Seni Rakyat

– Kahramanmaraş, Literature

– Kashan, Arsitektur

– Kelowna, Gastronomi

– Kisumu, Musik

– Korhogo, Musik

– Kuala Lumpur, Desain

– Kyiv, Musik

– La Spezia, Desain

– Lalitpur, Musik

– Liège, Musik

– Lubango, Kerajinan dan Seni Rakyat

– Lucknow, Gastronomi

– Lund, Sastra

– Lusail, Arsitektur

– Malang, Media Arts

– Manizales, Gastronomi

– Masaya, Kerajinan dan Seni Rakyat

– Matosinhos, Gastronomi

– Nan, Kerajinan dan Seni Rakyat

– New Orleans, Musik

– Nikšić, Musik

– Ponorogo, Kerajinan dan Kesenian Rakyat

– Quanzhou, Gastronomi

– Kota Quezon, Film

– Quito, Arsitektur

– Riyadh, Desain

– Rovaniemi, Arsitektur

– Safi, Kerajinan dan Seni Rakyat

– San Javier de Loncomilla, Gastronomi

– San Luis Potosi, Sastra

– São Paulo, Film

– Sarchí, Kerajinan dan Seni Rakyat

– Sifnos, Kerajinan dan Seni Rakyat

– Songkhla, Gastronomi

– Tangier, Sastra

– Varna, Seni Media

– Wuxi, Musik

– Zaragoza, Gastronomi. (LA-IN)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments